Home / Berita / Internasional / Afrika / Segera Terbit Buku Putih Kesaksian Korban Kudeta Mesir

Segera Terbit Buku Putih Kesaksian Korban Kudeta Mesir

Suasana Kunjungan Persaudaraan Saksi Hidup medan Rabi'ah Al Adawiyah Mesir, Syaikh dr. Atef di Masjid Istiqlal Jakarta, Senin (23/12), bersama dengan sejumlah Organisasi Wanita Islam Indonesia (BMOIWI) dan Adara Relief Foundation.
Suasana Kunjungan Persaudaraan Saksi Hidup medan Rabi’ah Al Adawiyah Mesir, Syaikh dr. Atef di Masjid Istiqlal Jakarta, Senin (23/12), bersama dengan sejumlah Organisasi Wanita Islam Indonesia (BMOIWI) dan Adara Relief Foundation.

dakwatuna.com – Jakarta.  Dukungan terhadap legitimasi di Mesir terus dilakukan Komite Nasional untuk Kemanusiaan dan Demokrasi Mesir (KNKDM), salah satunya dengan mendatangkan saksi hidup korban pembantaian medan Rabi’ah Al Adawiyah Syaikh dr. Atef Abdul El Fattah Saad El Hadely, demikian disampaikan Sekretaris Jenderal KNKDM Suhartono, saat silaturahim dihadapan sejumlah Organisasi Wanita Islam dalam Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) yang diketuai Sabriati Aziz dan Adara Relief Foundation yang diketuai Nurjannah Hulwani di Ruang VIP Masjid Istiqlal Jakarta Pusat, Senin (23/12) kemarin.

Suhartono yang juga menjadi penerjemah dari Syaikh Atef menjelaskan, KNKDM terus melakukan kerjasama dengan Organisasi Non Pemerintah di negara-negara sahabat, seperti Malaysia dan Thailand.

“KNKDM berharap kepada Organisasi Masyarakat terbesar di Indonesia seperti NU dan Muhammadiyah memberikan dukungan penuh terhadap perjuangan kembalinya legitimasi untuk rakyat Mesir,” ujarnya penuh harap.

Lebih lanjut, Suhartono menyampaikan KNKDM tidak akan pernah berhenti dalam menyampaikan opini kepada masyarakat Indonesia, dengan apa yang terjadi di Mesir saat ini, apalagi 8 Januari 2014 nanti saat Mursi diadili, rezim kudeta akan menggunakan kekuatannya untuk membuat hukum buatan terhadap Mursi, begitu juga dengan anak-anak perempuan yang akan diadili dan divonis 11 tahun penjara, hanya karena memperjuangkan Rab’ah (simbol aksi) di medan Rabi’ah Al Adawiyah.

“Jadi Rab’ah ini menjadi hantu, bagi para pendukung kudeta,” tegas pria alumnus Universitas Al Azhar Mesir jurusan Sejarah dan Peradaban Islam ini.

Setelah terbit Buku Putih edisi pertama yang berisikan tentang tragedi kemanusiaan di Mesir, KNKDM kini telah menyusun Buku Putih edisi kedua tentang Kesaksian para saksi-saksi hidup medan Rab’iah Al Adawiyah termasuk Syaikh Atef yang saat ini hadir di Indonesia, sekitar 300 sampai 400 halaman yang juga akan diserahkan ke Kementerian Luar Negeri RI, agar segera mengambil langkah-langkah strategis, melakukan kekuatan diplomasinya untuk mendukung legitimasi Mesir dengan maksimal.

Sejauh ini KNKDM telah mendata sekitar 700 keluarga korban syuhada, rumah sakit-rumah sakit swasta yang rusak di Mesir, dan sampai saat ini KNKDM selain menggalang dana dari masyarakat Indonesia juga menggalang dukungan opini, dan sebagiannya sudah disalurkan.

“Pentingnya dukungan kita terhadap kembalinya legitimasi Mesir, akan membawa efek positif untuk Indonesia, terkait dengan nilai luhur kebebasan dan kemerdekaan, agar tidak ada lagi kudeta di zaman demokrasi modern seperti ini, khususnya di Indonesia,” pungkasnya tegas. (knkdm/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 8,83 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Sejuki

    Hingga detik ini Pemerintah Indonesia berdiam diri, tepatnya gak jelas sikapnya terhadap apa yg terjadi di Mesir. Apakah ini berarti bhw Pemerintah sama saja dg melegalkan kudeta yg terjadi di Mesir?

    Hmmm…..

Lihat Juga

Demonstrasi kecil terjadi menjelasang aksi besar tanggal 11/11/2016. (egyptwindownet)

Jelang Tanggal 11/11, Isu Demonstrasi Anti As-Sisi Menyeruak Di Mesir