Home / Berita / Internasional / Afrika / Front Ulama Fatwakan Haram Ikuti Referendum Konstitusi

Front Ulama Fatwakan Haram Ikuti Referendum Konstitusi

Konferensi pers Ulama Antikudeta (rassd)
Konferensi pers Ulama Antikudeta (rassd)

dakwatuna.com – Kairo. Front Ulama Anti-Kudeta mengajak rakyat Mesir untuk memboikot referendum konstitusi. Mereka menilai bahwa konstitusi adalah pemberian mandat yang baru kepada penguasa kudeta untuk melakukan pembantaian lagi. Mengikuti referendum hukumnya haram secara syariat, meskipun untuk memilih “La” (tidak setuju). Hal ini seperti mereka nyatakan dalam situs islemmemo, Jumat (20/12/2013) kemarin.

Mengikuti referendum, menurut mereka, sama saja memberikan status sah kepada para pengkudeta. Hal itu termasuk dalam bab tolong-menolong dalam perbuatan keji dan munkar, yang dilarang dalam agama.

Di antara sebab lain mengapa harus memboikot referendum adalah karena konstitusi yang baru menghilangkan semua pasal konstitusi lama (2012) yang berhubungan dengan agama, identitas negara, moral, pemberantasan korupsi, kedaulatan negara, indepedensi lembaga-lembaga, yang semuanya memastikan bahwa Mesir sudah kembali ke era Husni Mubarak lagi.

Dalam konstitusi yang baru juga dipastikan bahwa militer akan mempunyai otoritas yang lebih tinggi daripada lembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif. Militer akan menjadi negara di dalam negara. Oleh karena itu, memboikot referendum akan menghalangi semua itu terjadi. (msa/dakwatuna/islammemo)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 9,89 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Jelang Tanggal 11/11, Isu Demonstrasi Anti As-Sisi Menyeruak Di Mesir