Home / Berita / Nasional / Ibu, Penjaga Gizi Generasi

Ibu, Penjaga Gizi Generasi

IMG-20130708-01755dakwatuna.comSelama 14 tahun PKPU berdiri sebagai lembaga kemanusiaan nasional, secara konsisten pula komitmen PKPU untuk membangun generasi masa depan melalui peran ibu.  Karena itu sungguh tepat, untuk memperingati Hari ibu, 22 Desember yang akan datang, Lembaga kemanusiaan nasional ini merefleksikan kembali perjalanannya 14 tahun ke belakang.  Membaca rekam jejak program-program pemberdayaan para ibu dalam berbagai aktivitas.

Mari kita mulai dengan program BUDARZI (Ibu Sadar gizi).  Bertahun, bangsa dihadapkan pada masalah malnutrisi, gizi buruk yang berdampak serius bagi kesehatan generasi masa depan.  BUDARZI adalah program dimana para ibu didampingi sedemikian rupa sehingga memahami gizi yang tepat dan seimbang bagi keluarganya.  Para ibu-ibu ini juga diharapkan menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan mengatasi kasus malnutrisi yang terjadi dalam keluarga maupun di lingkungannya.  BUDARZI juga melakukan pendampingan agar sang ibu yang telah dilatih mampu menularkan ilmunya kepada masyarakat yang lebih luas.  Para ibu-ibu juga berperan menjadi kader.  Tujuannya adalah terbentuknya sebuah ketahanan masyarakat, yang memiliki generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.

Tak main-main program BUDARZI ini dilakukan hampir di semua cabang di Indonesia.  Dari Aceh hingga Balikpapan.  Program ini juga diwujudkan dalam dua hal, training kader dan pondok gizi.  Inilah sebuah kegiatan yang melibatkan stakeholders dari sebuah program.  Para ibu didampingi untuk memahami apa yang menjadi persoalannya, bersama-sama mengelola masalah, mencari solusi untuk ke depan berperan sebagai pendamping bagi ibu-ibu lain.  Sedang pondok gizi adalah ikhtiar serius dan terencana untuk mengentaskan masalah kekurangan gizi pada Balita dengan mengangkat potensi lokal wilayah masing-masing.

Selain BUDARZI, Program lain yang melibatkan para ibu adalah program KOMJO atau komunitas hijau.  Sekali lagi para ibu dilibatkan dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, meminimalkan sampah dengan cara 3r: reduce, reuse, dan recycling.  Produk akhirnya adalah sebuah lingkungan yang sehat, bebas dari sampah, dan nilai ekonomi dari produk hasil daur ulang sampah. Selain itu, ada juga yang dinamakan “Ibu Tangguh” yaitu pemberian modal usaha bagi Ibu Kepala rumah tangga yang marjinal.  Pemberdayaan dari unit keluarga ini diharapkan menambah ketahanan masyarakat secara luas.  Tak terbatas pada ibu kepala rumah tangga, pemberian santunan dan modal usaha juga diberikan kepada sejumlah ibu yang berperan sebagai tulang punggung keluarga seperti ibu-ibu jasa gendong di pasar-pasar tradisional.

Jika kita analisis lebih lanjut, semua program ini bermuara pada upaya menguatkan ketahanan keluarga dan masyarakat secara umum.  Ibu didampingi menjadi ibu-ibu yang cerdas, berpengetahuan akan gizi keluarga serta memiliki kemandirian ekonomi baik sebagai penopang maupun tulang punggung keluarga.  Para ibu ini bersetia menjadi IBU PENJAGA GENERASI BANGSA.  Untuk harapan yang luar biasa ini, PKPU berkomitmen untuk terus mendampingi.  Selamat hari ibu. (er/pkpu/sbb/dakwtuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

rohingya-1b

Let’s Help Rohingnya: Wujudkan Kepedulian Demi Kemanusiaan