Home / Berita / Nasional / Muslimat NU: Kasus Atut Pukulan Berat Bagi Perempuan Indonesia

Muslimat NU: Kasus Atut Pukulan Berat Bagi Perempuan Indonesia

Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah ditetapkan sebagai Tersangka oleh KPK dalam kasus sengketa Pilkada Lebak (Foto:vivanews)
Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah ditetapkan sebagai Tersangka oleh KPK dalam kasus sengketa Pilkada Lebak (Foto:vivanews)

dakwatuna.com – Jakarta. Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa merasa prihatin dengan penetapan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Khofifah, penetapan Atut sebagai tersangka menjadi catatan keprihatinan akhir tahun bagi perempuan politik di tengah perayaan peringatan Hari Ibu ke-85.

“Kasus ini menjadi pukulan berat bagi kaum perempuan Indonesia di tengah gencarnya meningkatkan keterwakilan perempuan di ranah politik,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Kepala BKKBN era Gus Dur ini, Kamis (19/12).

Padahal peran besar perempuan di bidang pemerintahan sempat terwakili Atut. Lantaran ia menjadi gubernur satu-satunya dari kaum perempuan. Meski terpukul, Khofifah tetap mendukung pemberantasan korupsi di Indonesia. Korupsi, ujarnya, memang tetap harus diberantas dan kebenaran tetaplah harus ditegakkan.

“Tak ada pilihan lain. Susah dan sulitnya jalan untuk memenuhi syarat keterwakilan, perempuan masih dihadapkan lagi menjaga amanat kekuasaan ketika mencapai puncak,” ujar Khofifah.

Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) itu berharap agar kasus yang menimpa Atut jangan sampai membuat perempuan Indonesia bergerak mundur, meski ujian yang dihadapi ke depan akan tetap berat.

“Di sinilah perempuan diuji ghirah politiknya. Saya berharap perempuan Indonesia tetap bergerak maju di tengah situasi politik ini,” katanya.

Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini mengatakan, perempuan Indonesia harus tetap optimistis turut membangun Indonesia ke depan yang lebih baik. “Ada hujan lebat dikarenakan ada gerimis, ada perempuan hebat pastilah di situ ada jiwa-jiwa yang optimis. Semoga ini menjadi pembelajaran bagi kita untuk tetap berjuang menegakkan demokrasi,” katanya. (rol/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 4,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • kasus ini juga pelajaran buat para koruptor kita biar tidak ada lagi koruptor di indonesia, saya eetuju sekali jika para koruptor baik laki2 atau perempuan dijebloskan ke penjara dan diminkinkan saja alias seluruh hartanya di sita…

Lihat Juga

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok). (sindonews.com)

Ahok Kembali Diperiksa KPK

Organization