Home / Berita / Internasional / Asia / Haniyah: Masalah Utama adalah Penjajah, Bukan Cuaca Ekstrim

Haniyah: Masalah Utama adalah Penjajah, Bukan Cuaca Ekstrim

PM Palestina Ismail Haniyah. (knrp)
PM Palestina Ismail Haniyah. (knrp)

dakwatuna.com – Gaza. PM Palestina Ismail Haniyah menegaskan bahwa pemerintah memikul tanggung jawab dan amanah di tengah-tengah cuaca ekstrim yang melanda Jalur Gaza dan masih terus menunaikan hal tersebut. Blokade tidak membuatnya berdiam diri dan tidak melemahkan kemampuannya mengatasi kondisi sulit dan krisis yang dihadapi.

Hal tersebut disampaikan Haniyah dalam pembukaan sidang kabinet pekanan yang diadakan di kota Gaza, Selasa (17/120. Menurutnya, masalah utamanya adalah berlanjutnya blokade dan adanya penjajah di tanah Palestina. Hal itu dinilai sebagai sumber tragedi musibah dan bukannya cuaca ekstrim.

Dia menambahkan, “Kami adalah para penuntut kebebasan dan kami berusaha untuk merdeka dan memiliki negara. Tidak cukup bagi kami hanya pembebasan blokade dan mengatasi dimensi-dimensi kemanusiaan akibat perubahan cuaca ekstrim. Kami harus memiliki negara dengan ibukota al Quds, para pengungsi harus kembali ke tanahnya dan seluruh tawanan harus dibebaskan dari penjara-penjara Zionis.”

Dia menyatakan bahwa sejak awal pemerintah telah membuat rencana langsung untuk mengatasi dampak cuaca ekstrim melalui komite tinggi untuk mengeloka bencana yang dipimpin oleh Menteri Pekerjaan dan Perumahan yang terdiri dari tiga tahap.

Tahap pertama adalah mengatasi situasi yang ada, menyelamatkan warga, mengatasi genangan air, memompa air, memasok bantuan dan meringankan akibat yan ditimbulkan, yaitu dengan membuka sekolah-sekolah, rumah sakit dan semua pos dan instansi untuk menjadi pusat penampungan korban.

Tahap kedua adalah mengatasi dampak yang ditimbulkan cuaca ekstrim yang merusak rumah-rumah warga, jalan-jalan, jaringan komunikasi, dan air limbah melalui kerja tim-tim berbagai departemen untuk membatasi berbagai kerugian di seluruh propinsi.

Tahap ketiga, mengatasi proyek-proyek strategis sesuai situasi saat cuaca ekstrim. Ada wilayah-wilayah di Jalur Gaza yang membutuhkan proyek-proyek untuk meringankan dampak cuaca serupa di masa yang akan datang. (pip/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Stadium general di aula Universitas Islam As-Syafiiyah. (aspacpalestine.com)

Peringati Hari Solidaritas Palestina, ASPAC for Palestine Gandeng UIA Gelar Stadium General