Home / Berita / Internasional / Afrika / Persatuan Sastrawan di Mesir Beri Penghargaan Kepada Penghina Nabi SAW

Persatuan Sastrawan di Mesir Beri Penghargaan Kepada Penghina Nabi SAW

Sa'di Yusuf, sastrawan Irak yang menghina Nabi Saw.
Sa’di Yusuf, sastrawan Irak yang menghina Nabi Saw.

dakwatuna.com – Kairo. Terjadi gelombang protes dunia Arab setelah Persatuan Sastrawan di Kairo memberikan penghargaan kepada seorang sastrawan Irak, Sa’di Yusuf. Padahal Sa’di adalah penulis puisi “Aisyah Binti Basya” yang menghina Rasulullah saw. tentang pernikahannya dengan Ibunda Aisyah ra.

Persatuan Sastrawan di Kairo ini diketuai oleh Muhammad Salmawi yang merupakan juru bicara Komisi 50 yang diberi wewenang penguasa kudeta untuk mengamandemen konstitusi.

Penganugerahan penghargaan “Naguib Mahfudh” kepada penghina Rasulullah saw. dan sahabat itu dinilai sebagai sikap yang menantang dan menyepelekan Persatuan Penulis dan Sastrawan Arab yang selama ini menunjukkan penentangan kepada sastrawan Irak tersebut.

Persatuan Sastrawan Mesir juga dinilai telah terjebak dalam pragmatisme politik, karena diketuai oleh orang yang terlibat langsung dalam pelaksanaan agenda-agenda pasca kudeta militer di Mesir. (msa/dakwatuna/twsela)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (14 votes, average: 6,71 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir
  • hendri syahputra srg

    tak usah heran ketika koalisi dajjal berkuasa apapun bisa terjadi…

  • Sejuki

    Yg benar itu bukan Persatuan Sastrawan Mesir, tetapi Persatuan Senewen Mesir.

  • JULLIE

    udh buruk muka, hatinya pu ikut busuk

  • Mukhlis Sulaiman

    itu bagian strategi penguasa militer agar mendapat fujian anti Islam dan sekte syiah sperti kita maklum bersama.

Lihat Juga

Press Conference dan Doa Bersama Ketika Mas Gagah Pergi/KMGP  di Bintaro Jaya. (ACTNews)

Helvy Tiana Rosa Menilai KMGP Merupakan Novellet Lengendaris yang Patut Menjadi Rujukan