Home / Berita / Internasional / Afrika / The Carter Center Tolak Pantau Referendum Konstitusi Mesir

The Carter Center Tolak Pantau Referendum Konstitusi Mesir

Jimmy Carter (inet)
Jimmy Carter (inet)

dakwatuna.com – Kairo. Sebuah pukulan berat dialami penguasa kudeta di Mesir. Referendum konstitusi yang baru akan diragukan demokratisnya. The Carter Center yang berkompeten dalam pemantauan pemilu menolak memantau referendum konstitusi Mesir yang baru tanpa menyebutkan sebab penolakannya.

Tidak adanya pemantauan internasional pada jalannya referendum tentu akan banyak mengurangi kepercayaan publik akan demokratisnya sebuah referendum. Ditambah lagi luasnya pemboikotan yang akan dilakukan oleh penentang kudeta, dan di waktu yang sama terjadi kampanye besar-besaran kelompok Kristen Koptik mendukung “Na’am” untuk konstitusi.

Sebelumnya The Carter Center telah mengirim sebuah tim untuk mempelajari bagaiama proses amandemen konstitusi. “Kami juga mempelajari peristiwa-peristiwa politik yang memunculkan adanya tuntutan untuk mengamandemen konstitusi yang sudah ada.” (msa/dakwatuna/twsela)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 7,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir
  • Fathurrobbani

    Para pendukung kudeta akan menikmati dosa berantai panjang akibat mendukung rejim militer pengkudeta nan jahat ini. Ulama dan pemuda islam terbunuh, gaza diinjak, rusia akan masuk memperkuat, referendum inipun sdh pasti akan dicurangi rejim. membantai rakyat saja enteng2saja, apalagi sekedar mencurangi kotak suara.

Lihat Juga

DDII Tolak Wacana Konversi Borobudur Jadi Wihara Buddha Internasional