Home / Berita / Nasional / Jangan Sampai Kasus Obat Mengandung Babi seperti Bakso Tikus

Jangan Sampai Kasus Obat Mengandung Babi seperti Bakso Tikus

01 Oct 2000 --- Drug dose --- Image by © Andrew Brookes/CORBISdakwatuna.com – Bandung. Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad), Ganjar Kurnia, mengatakan, sertifikasi halal untuk obat perlu diberlakukan. Hal itu demi melindungi kepentingan umat Islam yang merupakan penduduk mayoritas di Indonesia.

“Sertifikasi halal perlu agar umat (Islam) merasa apa yang dipakainya itu sesuai dengan apa yang mereka imani,” jelas Ganjar, Jumat (13/12/2013).

Pemberlakuan sertifikasi halal untuk obat juga sebagai bagian dari perlindungan konsumen. Sehingga, konsumen akan tenang ketika membeli obat yang diyakini kehalalannya.

Selain peran pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), peran pengusaha juga penting untuk menghasilkan produk obat yang halal komposisinya.

“Yang paling penting adalah kesadaran dari pengusaha (obat) itu sendiri bahwa memproduksi (obat mengandung unsur babi) itu akan memudaratkan orang lain,” ucapnya.

Ganjar sendiri memiliki kekhawatiran soal fenomena obat mengandung unsur babi. “Apabila ketahuan, itu akan timbul masalah. Ini kalau dibiarkan juga akan jadi daya letup yang lain,” ungkapnya.

Ia lalu mencontohkan kasus bakso tikus atau makanan yang mengandung unsur babi. Hal itu sempat marak beberapa tahun lalu. Dampaknya pun luar biasa dan dirasakan banyak orang.

Hal serupa juga diprediksi terjadi terhadap fenomena obat mengandung babi. “Itu akan jadi masalah besar,” tandasnya. (okezone/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 8,88 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Mansyur Supian

    saya yakin 15 tahun yg akan datang tanggapan masyarakat terhadap babi akan seperti menanggapi terhadap monyet. bahakan bisa jadi seperti ayam… karena begitu banyaknya… begitu bertubi tubinya dan begitu rajinnya pemilik televisi menayangkan film-film anak2 yang berhidung seperti babi… berwajahkan babi… sehingga terekamlah di otak anak2 se indonesia babi itu mahluk biasa… ex. di film angry bird ada babinya…, di shounsheep juga ada babinya. Nampaknya fardu kifayah bagi orang sholeh memiliki tv… fardu kifayah orang sholeh jadi sutradara dan pembuat film2

Lihat Juga

Jilbab halal

Jilbab Halal jadi Perbincangan Hangat, ini Tanggapan MUI