Home / Berita / Nasional / JK: Majelis Ta’lim Pun Harus Berubah Kalau Tak Mau Ditinggal

JK: Majelis Ta’lim Pun Harus Berubah Kalau Tak Mau Ditinggal

jkdakwatuna.com – Jakarta.  Ibu-ibu muslim Indonesia yang aktif di majelis-majelis ta’lim harus mulai giat dakwah bilhal. Artinya,

Wakil Presiden RI 2004-2009, Jusuf Kalla, menyampaikan pesan itu dalam acara Pelantikan Pengurus Badan Koordinasi Majelis Ta’lim Dewan Masjid Indonesia (DMI) periode 2013-2018 di Masjid Istiqlal Jakarta, Jumat (12/12).

Ketua Umum DMI itu mengungkapkan bahwa program-program pelatihan merupakan wujud dakwah bilhal yang berguna meningkatkan kesejahteraan kaum perempuan Indonesia. Dakwah macam ini akan dapat meningkatkan kemampuan mereka sehingga statusnya bisa lebih baik.

“Maka harus ada dakwah bilhal. (Yakni) bagaimana meningkatkan kemampuan. Sehebat apapun agama Anda tapi tanpa kemampuan, perempuan Indonesia bisa-bisa jadi TKW,” kata JK.

Harapan JK, di samping rajin mengadakan kegiatan soal keagamaan, majelis ta’lim juga harus rajin selenggarakan pelatihan-pelatihan keterampilan yang juga bagian dari syariah.

“Pelatihan keterampilan itu juga muamalah. Dan, muamalah itu adalah bagian dari syariah,” pesannya.

JK berpesan bahwa perubahan-perubahan harus terus dilakukan oleh majelis ta’lim agar tidak ditinggalkan jamaahnya. Sebab, bagaimanapun juga majelis taklim kini sudah bersaing dengan dakwah-dakwah di TV yang lebih mudah diakses.

“Kalau (majelis ta’lim) tidak berubah, lama-lama juga akan habis. Sama dengan bioskop. Mereka berubah terus karena tahu lama-lama bisa juga sepi karena ada tayangan TV,” pungkas JK. (rmol/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta MUI Mengkaji pemutaran kaset pengajian sebelum shalat. (rimanews.com)

Saatnya Piknik, Pak JK!