Home / Berita / Silaturahim / Mengintip Geliat Dakwah di Negeri Kangguru

Mengintip Geliat Dakwah di Negeri Kangguru

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Suasana permainan (games) selama workshop
Suasana permainan (games) selama workshop

dakwatuna.com – Perth.  Geliat dakwah Islamiyah komunitas Muslim Indonesia di negara bagian paling barat Australia yaitu State Western Australia sesungguhnya telah berlangsung cukup lama, terlebih lagi dengan banyaknya mahasiswa muslim asal Indonesia yang belajar di kampus-kampus ternama di kota Perth dan didukung oleh berkembangnya daerah pertambangan di negara bagian ini, telah banyak menarik imigran untuk bekerja dan tinggal di negara bagian paling luas di Australia ini, tak terkecuali pekerja-pekerja asal Indonesia.

Geliat Dakwah di state ini sebetulnya bisa terbaca dari banyaknya pengajian-pengajian komunitas maupun aktivitas-aktivitas tarbiyah pekanan yang dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil keluarga yang tinggal di daerah-daerah (suburbs) yang berdekatan.

Ada pemandangan yang menarik bila kita mengintip menggeliatnya kegiatan keislaman warga muslim Indonesia di kota Perth baru-baru ini, tepatnya hari Ahad 8 Desember 2013 yaitu diadakannya kegiatan Workshop Keluarga Islam (Islamic Family Workshop) oleh komunitas muslim Indonesia di Australia Barat.

Dua fasilitator yang dihadirkan pun tak tanggung-tanggung yaitu trainer dan fasilitator dari Jakarta yang sangat terkenal dengan keteladanan keluarganya. Fasilitator pertama yaitu Ustadzah Dr. Hj. Aan Rohanah, MSi yang merupakan ibu dari empat putra-putri penghafal Al Qur’an dan pendiri serta pengasuh pondok pesantren tahfizh Al Qur’an yaitu Darul Quran Mulia (http://youtu.be/wlFLgYyo7o8).  Ustadzah Aan tampil membawakan landasan dan tujuan berkeluarga ditinjau dari Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadits.

Fasilitator kedua adalah Ibu Dra Hj. Wirianingsih, MSi atau yang lebih dikenal dengan panggilan Ustadzah Wiwik. Ustadzah Wiwik yang dikenal sebagai ibunda dari 10 bersaudara bintang Al Qur’an dimana 6 dari putra-putri beliau sudah hafal 30 juz Al-Qur’an pada usia-usia yang sangat muda. Ustadzah wiwik memaparkan pengalaman menjadi keluarga tarbiyah dan Dakwah.

Workshop yang diadakan di sebuah gedung komunitas masyarakat bernama Harry Turner Pavilion di Suburb Queens Park ini mengambil tema “Tekuni Tarbiyah, Cintai Dakwah, Modal Keluarga Sakinah” diikuti oleh 20 keluarga muslim yang merupakan penggiat dakwah di Western Australia.

Workshop dilakukan dengan sangat interaktif dengan pendekatan Discovery Approach dimana setiap keluarga diberikan kesempatan untuk menemukan dan merefleksikan karakteristik dan permasalahan keluarganya masing-masing melalui questioner dan mendiskusikan temuan-temuan tersebut selama berlangsungnya workshop.

Diskusi kelompok untuk menetapkan Visi Misi Keluarga serta rencana kegiatan (action plan) juga dilakukan oleh masing-masing keluarga. Workshop juga bertambah semarak dengan adanya permainan (games) dengan door prizes yang banyak. (NH/VA/sbb/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 8,57 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Muslimah yang tinggal di Australia

Lihat Juga

(Video) Seorang Anggota Parlemen Australia: Kita Dalam Bahaya Dibanjiri Muslim