Home / Pemuda / Mimbar Kampus / Ketika KAMMI Bicara Tentang Pahlawan

Ketika KAMMI Bicara Tentang Pahlawan

Universitas Sebelas Maret - Solo (inet)
Universitas Sebelas Maret – Solo (inet)

dakwatuna.com – Solo.  Selasa Sore (10/12) yang cukup mendung di kota Solo tidak menghalangi Mahasiswa UNS dari segala penjuru untuk datang ke sebuah diskusi yang diadakan oleh KAMMI Komisariat Sholahuddin Al Ayyubi UNS di Warung Kedai Kopi Tubruk di Belakang kampus UNS Kentingan.

Dalam diskusi yang bertemakan “Mencetak Pahlawan melalui Wadah Gerakan Kepemudaan” ini diawali oleh pembukaan, pembacaan Ayat Suci Al – Qur’an, kemudian dilanjutkan Diskusi yang dipandu oleh Anggel Dwi Satria ( Sekertaris Jendral KAMMI Komisariat Sholahuddin Al Ayyubi UNS 2013 ) dan mendatangkan Rohmad Suryadi, S.Sos,MA. (Sosiolog Solo dan Alumnus KAMMI UNS).

Rohmad pada intinya menyampaikan bahwa Bangsa ini di bentuk dalam beberapa tahap dan peristiwa, antara lain Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan, G 30 S PKI,dll.

Awalnya Indonesia itu terpecah belah menjadi tiga paham yaitu Komunis yang digawangi oleh DN Aidit, Nasionalis oleh Soekarno, dan Islamis oleh KH. Samanhudi, M.Natsir,dkk dan akhirnya di persatukan menjadi sebuah kesepakatan bersama dalam bingkai yang bernama Pancasila yang diawali saat orde lama dan kemudian memasuki Era Orde Baru di ubah total menjadi Pancasila Mutlak.  Segala hal yang bertentangan dengan itu di tolak mentah – mentah dan di berangus.

Akhirnya muncullah gerakan perlawanan terhadap orde baru dan salah satunya KAMMI mengambil peran di sana. Tetapi sayangnya setelah Orde Baru runtuh, demokrasi berjalan hanya secara formalitas dan tidak substantif, dan itu berjalan hingga saat ini.

Rohmad menyampaikan dalam kondisi Indonesia inilah saatnya kita mengambil peran sebagai seorang pahlawan yang mampu membawa perubahan bagi bangsa ini. Karena mahasiswa merupakan pemuda yang mempunyai tanggung jawab moral untuk berkontribusi bagi bangsa ini. Pemuda dalam konteks ini mahasiswa harus mengambil peran di sana. Juga merupakan orang – orang potensial, amat sayang sekali apabila semua potensi yang ada tidak tertampung dalam sebuah wadah yang memadai dan memiliki kesamaan Visi, Misi, Tujuan, gerak langkah yang sama. KAMMI di sana hadir sebagai salah satu alternatif wadah bagi mahasiswa untuk berkontribusi bagi Indonesia.

Kemudian, setelah diskusi selesai ada pembacaan kredo KAMMI oleh Budianto ( Ketua Bidang Kominfo KAMMI Komisariat Sholahuddin Al Ayyubi UNS 2013 sekaligus Menteri Dalam Negeri BEM UNS 2012 – 2013 ). Setelah itu ada sedikit perkenalan tentang KAMMI dari Insan Prasetya Jati ( Ketua Bidang Kaderisasi KAMMI Komisariat Sholahuddin Al Ayyubi UNS 2013) tentang KAMMI dan Sosialisasi tentang Daurah Marhalah I KAMMI Komisariat Sholahuddin Al Ayyubi UNS ) kepada peserta diskusi karena agenda ini juga merupakan rangkaian dari Pra DM 1. (febrian/kammi/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ahok

KAMMI: Ahok Harus Minta Maaf kepada Umat Islam