Home / Berita / Internasional / Afrika / Anaknya Korban Meninggal di Al-Azhar, Ibu Ini Sedih dan Meninggal

Anaknya Korban Meninggal di Al-Azhar, Ibu Ini Sedih dan Meninggal

Karena sedih anaknya menjadi korban, ibu ini meninggal dunia (twsela)
Karena sedih anaknya menjadi korban, ibu ini meninggal dunia (twsela)

dakwatuna.com – Kairo. Setelah Muhammad Yahya, mahasiswa Al-Azhar fakultas pendidikan, menjadi korban meninggal dalam serangan polisi ke kampus Al-Azhar, Senin (9/12/2013) yang lalu, kini kabar duka kembali datang. Karena sedih ditinggal pergi anaknya, ibu Muhammad Yahya pun turut meninggal dunia menyusul anaknya pada hari Selasa (10/12/2013) kemarin.

Muhamad meninggal dunia karena tembakan peluru tajam dari polisi yang menyerang kampus Al-Azhar. Muhammad adalah mahasiswa tingkat terakhir fakultas pendidikan jurusan pendidikan bahasa Perancis.

Rekan-rekannya menyatakan bahwa Muhamad adalah figur mahasiswa yang ideal. Berakhlak mulia dan taat dalam beragama. Pribadinya disukai banyak rekan-rekannya, karena dia tanpa sungkan-sungkan sering membantu mereka. (msa/dakwatuna/twsela).

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (12 votes, average: 5,92 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir
  • ekaita

    kok bisa polisi error kalau memang tidak ada yang salah dgn karakternya. Harusnya polisi tsb menjalani klinik rehabilitasi medis kejiwaan krn sangat berbahaya memegang amanah kalau kondisi kejiwaannya bermasalah.

  • ekaita

    Seharusnya jelas kenapa seorang aparat melakukan tindakan. Jika dia dicurigai sbg aktifitas yang bisa menganggu ketertiban umum maka seharusnya diperiksa secara baik2 dan diawasi tetapi jika tidak terbukti, tidak seharusnya sikap paranoid dipelihara.

  • ekaita

    kalau terpaksa ditahanpun diperlakukan dgn baik. Begitu juga kalau terpaksa mendekam di penjara krn tidak mau menghentikan aktifitas yang bisa membuat kekacauan di masy. Diperlakukan dgn baik, diberi makan yang cukup hanya kebebasannya yang dibatasi tidak dapat bertemu dengan org lain membuat perkumpulan krn khawatir dampaknya.

  • ekaita

    kalau perlu diberi pencerahan dan kalau perlu pakai otaknya untuk bisa menyelesaikan masalah2 negara yang ada shg waktunya sibuk dan logikanya bisa jalan dan paham akan permasalahan yg selama ini mjd pertanyaan dan perdebatannya..Krn siapapun dia akan menghadapi masalah yang sama kalau berada di tempat yang sama..

  • Yadi

    duuh kasihan ekaita… ngga’ ada yang tanggapi komentarnya padahal lagi nyari tantangan… ntar ngga’ dibayar sama bosnya…

Lihat Juga

Mahasiswa Beri Dukungan untuk Anies Baswedan