Home / Berita / Nasional / Hasyim Muzadi Kritik Penegakan Hukum di Indonesia

Hasyim Muzadi Kritik Penegakan Hukum di Indonesia

KH. Hasyim Muzadi
KH. Hasyim Muzadi

dakwatuna.com – Jakarta. Mantan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menilai pemberantasan korupsi di Indonesia belum bisa berjalan adil.

Karena hanya kasus kecil saja yang bisa ditembus oleh para penegak hukum, terutama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Hukum masih kehilangan keadilan, karena hanya kasus-kasus kecil saja yang bisa dituntaskan,” kata Hasyim, Selasa (10/12).

Ia mengkritik kinerja aparat penegak hukum yang sampai sekarang masih lamban dalam menuntaskan kasus besar.

“Misalnya Century yang sampai sekarang belum tuntas. Jangan hanya kasus kecil-kecil saja,” ungkapnya.

Contohnya, kata dia, di Jawa Timur para Modin atau penghulu diburu kejaksaan karena meminta tambahan uang operasional antara Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu.

Berita mengherankan terjadi di Jatim, terutama di Kediri. Konon para modin diusut kejaksaan karena meminta sejumlah uang di luar yang ditetapkan resminya Rp 30 ribu,” kata pengasuh ponpes Al-Hikam Malang dan Depok tersebut.

Secara obyektif, katanya, uang Rp 30 ribu tidak cukup untuk operasional. Solusinya, menag perlu memperbaiki dan menyesuaikan tarif tersebut. “Agar modin tidak dianggap pungli,” katanya. (rol/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ilustrasi. (change.org)

SNH: Lamban Tangani Kasus Penistaan, Polisi Diujung Tanduk

Organization