Home / Pemuda / Kisah / Situa yang Malang

Situa yang Malang

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Kecelakaan (inet)
Kecelakaan (inet)

dakwatuna.com – Pukul 12 siang Tono beranjak keluar dari rumahnya dengan mengendarai mobil barunya yang selama ini dia idam-idamkan. Sebuah mobil ya ng begitu ia sayangi. sebuah mobil yang di dapatkan dari jerih payahnya selama ini. Sebuah mobil yang membawa kenyamanan bagi tono dan keluarganya dalam setiap perjalanannya.

Hari itu tono hendak menjemput kepulangan sekolah anaknya yang bernama putri yang baru duduk di kelas II SLTP N 2 Baturaja, saat itu waktu telah  menunjukkan pukul 12 lewat karena khawatir terlambat dan tidak mau membuat putri kesayangannya tersebut menunggu-nunggu. akhirnya  Tono pun menekan gas  mobil kendaraannya sedikit lebih cepat dari biasanya…

Di tengah perjalanan tiba-tiba suatu kejadian yang tak diinginkan terjadi. sebuah kejadian yang akan menjadi pelajaran yang tak ternilai dan sebuah pelajaran yang tak akan pernah didapatkan melainkan melalui sebuah pengalaman  (dari sinilah moment sejarah dan cerita sederhana ini dimulai, sebuah moment  yang tak akan dilupakan oleh Tono se umur hidupnya).

Saat sedang asyik mengendarai mobilnya sambil mendengarkan lantunan music dari tape di mobilnya tiba-tiba di perempatan jalan sebuah becak bermuatan buah semangka  menabrak dengan telak.. GEDUBRAK….sontak saat itu tono kaget tak karuan ..ASTAGFIRULLAH,,…..apa ini ???? ada apa ini ??? dengan perasaan cemas , gemetar dan takut akhirnya Tono berusaha memberanikan diri untuk mengetahui apa yang terjadi…

Saat ia keluar dari Mobil kesayangannya tersebut  Tono baru menyadari bahwa mobilnya ditabrak oleh seorang Tukang becak yang membawa buah-buahan.. Saat itulah naluri Tono sebagai manusia biasa keluar. Sifat reftilnya lebih dominan dari pada sifat manusia. Tono pun bergerak melihat dan sedikit mendekat ke arah tukang becak tersebut.

Dengan kasar, dan amat marah   Tono berkata sambil  menunjuk si pengendara becak tua tersebut dengan kata-kata kasar “hai pak tua hati-hati donk,….?? Kamu itu bagai mana sih…mbecak seenaknya, asal tabrak ??? lihat-lihat donk…!!!!! matamu kamu  letakkan di mana ??? dasar tukang becak sialan….”,

(bukanya menolong pengendara becak tersebut  malahan Tono  melanjutkan cacian dan hujatannya) “Dasar kurang ajar…..kalau mobil ini rusak kamu tidak akan mampu menggantinya, mengerti tidak…??

Mendengar  perkataan Tono tersebut pembecak Tua itu diam dan hanya tertunduk sambil menangis karena kesakitan di sekujur tubuhnya akibat terjatuh, namun saat itu pengendara becak tersebut tidak mengalami luka yang begitu parah dan bisa langsung tegak dan berdiri dengan bantuan beberapa warga .. “iya pak maafkan saya…maafkan saya,  saya tak sengaja pak….” suara lembut tersebut keluar dari pengendara becak dengan sedikit terisak-isak. Dan tertunduk sambil matanya melihat kearah Tono yang saat itu tetap saja berdiri di dekat mobilnya.

Singkat cerita Karena merasa sudah terlambat dan akan segera menjemput putrinya di sekolah, akhirnya Tono beranjak dari tempat kejadian tersebut untuk menjemput putrinya  dengan mengabaikan keberadaan si pengendara becak tua itu.

gebrakkkk…. (suara tono menutupkan pintu mobilnya). Bbegitulah Tono mengekspresikan kekesalannya kepada bapak tua pengemudi becak itu .

Detik, menit, jam pun berlalu Tono yang kala itu hendak  menjemput putrinya masih terlihat menunggu kepulangan putrinya di depan Sekolahnya. Hari itu ternyata putri ada pelajaran tambahan eskul sehingga jadwal kepulangan lebih lama dari jadwal biasanya . Sambil menunggu putrinya dengan perasaan yang masih sedikit kesal Tonopun kembali mengecek dan memeriksa mobilnya yang lecet dan gores akibat kejadian beberapa jam yang lalu.

Waktu kepulangan sekolah anak-anak tiba, beberapa anak  lain nya juga terlihat di jemput oleh orang tua mereka masing-masing. Setelah Tono bertemu dengan putrinya mereka berdua pun langsung menaiki mobil mereka untuk pulang ke rumah dengan melewati serta memilih route  yang berbeda saat tono berangkat tadi..

Saat di perjalanan Tono melintasi jalan Lintas Sumatra, sebuah rute perjalanan yang sudah biasa ia lewati setiap menjemput kepulangan anaknya dari sekolah. Tak jauh dari mobil yang ia kendarai beberapa warga terlihat oleh Tono sedang ramai berkerumun. Beberapa Polisi   Lalu-lintas pun terlihat di antara kerumunan warga tersebut. Kerumunan warga di tengah jalan tersebut karuan saja  membuat jalan lintas Sumatra macet sehingga membuat kendaraan Tono tidak dapat berjalan…

Emm…ada apa ini kok ramai..??? hati Tono berbisik…”ayah ..ayah..kok berhenti ada apa yah..??” pertanyaan putrinya saat itu menambah rasa penasaran Tono tentang apa yang terjadi.  “Ayah juga tdk tau ….(begitulah tono berkata saat itu).  namun karena rasa penasaran yang tinggi atas apa yang terjadi akhirnya tono pun tergerak untuk turun dari kendaraannya,, “adek tunggu di dalam mobil ya….” (Tono  berkata pada putrinya)

Ayunan langka kakinya menuntun Tono untuk mendekati kerumunan warga tersebut. Sesaat mendekati kerumunan beberapa warga.. tono bertanya kepada beberapa warga yang saat itu berada di sana, “ada apa pak ?? ada ap ini…?” Beberapa warga pun yang berada di dekat Tono saat itupun menjawab, “ada kecelakaan tabrak lari…pak.. korbannya meninggal”.   Mendengar perkataan tersebut Tonopun penasaran untuk melihat korban dari tabrak lari tersebut lebih dekat,.. entah mengapa perasaan penasaran tono saat itu begitu hebat, dan dicampuri perasaan cemas. Saat ia mendekati tempat kejadian, Tono melihat beberapa buah semangka pecah berhamburan , dan sebuah becak hancur berantakan,  Astaghfirullah… innalillahi wa inna illaihi rojiun….jangan-jangan..???? ahh tidak mungkin..,,,,,,, tapi sepertinya…?? (suara hati Tona bergemuruh)seakan mengisyaratkan bahwa korban kecelakaan tabrak lari tersebut adalah seorang yang ia kenal….

Tubuh Tono semakin bergetar dan cemas bercampur rasa takut yang tak terbendung… namun rasa penasarannya kala itu mengalahkan gemetaran di sekujur tubuhnya sehingga menuntun ia untuk mendekati jasad yang sudah terbaring kaku yang tergolek lemas di pinggir jalan. Saat Tono melihat jenazah tersebut alangkah terkejutnya ia,   korban tersebut tidak lain adalah orang yang beberapa jam yang lalu yang ia caci maki, orang yang Tono bentak-bentak…..

Mata Tono terbelalak melotot. saat itu juga keringat dingin membasahi tubuh Tono gemetaran semakin menjadi-jadi…..astaghfirullah.. inikan … inikan si pengendara becak tadi ?????…perasaan merasa bersalah tak terelakkan, astaghfirullah ya Allah,,, astaghfirullah ya Allah,,, ampuni aku.. cucuran air mata tak terasa mengaliri pipi Tono kala itu. Badan Tono lemas tak berdaya sehingga memyebabkan dia terduduk lesu di dekat  tubuh yang sudah kaku itu.

Tangisan Tono terhenti saat satu unit mobil ambulance datang untuk mengevakuasi jenazah tersebut. Beberapa orang yang saat itu berada di tempat kejadian bersiap2 untuk mengangkat jenazah pengendara becak tersebut….Tono yang pada saat itu masih berada di dekat jenazah  tergerak juga untuk ikut membantu mengangkat jenazah si tua  yang saat itu tubuhnya masih ditutupi oleh beberapa kertas Koran.

Saat kertas Koran yang menyelimuti jenazah tukang becak tersebut dibuka untuk kedua kalinya mata Tono terbelalak, terkejut dengan apa yang dilihatnya… ternyata.. Situa Yang malang hanya memiliki sebelah tangan…. situa yang malang ternyata hanya memiliki sebelah tangan kanannya untuk menopang kemudi becakny.

situa yang malang ternyata adalah seseorang yang cacat.. seorang yang bekerja dengan keterbatasan fisiknya… lagi-lagi saat itu Tono terisak dan tersengal, kucuran air matanya kembali membasahi pipinya.. rintihan tangisan penyesalan tak terbendung  yang lagi membasahi pipi tono saat itu.. sapu tangan yang di ambil dari saku celananya pun tak begitu cukup untuk mengeringkan tetesan dan linangan air mata Tono yang terus saja mengalir…

Sebuah tangisan penyesalan yang mencambuk-cambuk hatinya…sebuah tangisan penyesalan yang memberikan pelajaran yang begitu berharga…Jenazah situa yang  malang pun sudah beranjak dari tempat dimana Tono berdiri.. Sambil berjalan menuju mobilnya perasaan bersalah Tono terus menggelayuti fikirannya… astaghfirullah…kenapa aku setega ini….kenapa aku tidak tau…bahwa situa yang menabrak ku tadi adalah seorang yang cacat.. seorang yang hanya memiliki sebelah tangan untuk menopang kemudi becak yang sebegitu berat….kalau seandainya aku tau tentu aku tak akan melakukannya Ya Allah….

Sebegitu sayang kah aku dengan hartaku, sehingga aku mengabaikan rasa kemanusiaanku,  sebegitu sayangkah aku dengan hartaku sehingga aku tega mendzolimi orang seperti mereka….Ya…Allah ampuni aku….ampuni aku…..ya…Allah

“”” MARI MENCOBA memahami arti sebuah kesalahan yang dilakukan orang terhadap kita…MARI MENCOBA menyelami situasi dan kondisi apabila seseorang melakukan kesalahan terhadap kita. .karena bisa jadi kesalahan yang dilakukannya dikarenakan ketidak tahuannya atau mungkin juga karena kekurangan yang ada padanya.”””  (sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (46 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Gino Makasuci
anak ke 3 dari empat bersaudara,profesi sehari-hari sebagai anggota Polri di bagian BAGREN Polres OKU SUDAH MENIKAH istri yenni arianti yg berprofesi sebagai guru sd, hobi membaca dan menulis,
  • sugianto

    Astagfirulloh semoga diampuni segala khilafnya amien

  • Muhammad Sayyif

    semoga menjadi hikmah dan pelajaran bagi kita semua

  • Lvtfy Hakim Albarzany

    Subhanallah, smoga ini menjadikan kita agar tidak melupakan nikmat yang
    Allah berikan dan agar kita bisa saling toleran terhadap sesama makhluk
    Nya

Lihat Juga

Kecelakaan Kapal Feri Cepat Kembali Terjadi di Hongkong