Home / Berita / Nasional / Banjir Bandang di Cidamar Menyisakan Trauma Mendalam

Banjir Bandang di Cidamar Menyisakan Trauma Mendalam

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Banjir Bandang (foto: ACT)
Banjir Bandang (foto: ACT)

dakwatuna.com – Cianjur. Pasca banjir bandang Sungai Cidamar (3/12) lalu, puluhan korban yang merupakan warga Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur mengalami gangguan psikis akibat kehilangan harta benda mereka, seperti rumah dan seluruh isinya, padi yang gagal panen di area pesawahan, bahkan korban nyawa (dua orang hilang yang hingga kini belum diketemukan).

Seorang warga Cidamar yang ditemui tim DERM-ACT, Saepudin (56 tahun) mengaku sangat terpukul dan kecewa berat akibat musibah banjir bandang ini. Ia dan keluarganya tak henti-hentinya menatap sisa rumahnya yang tinggal separuh bagian dapurnya akibat tergerus air sungai Cidamar.

Sementara itu, nampak sejumlah anak warga Desa Cidamar memanfaatkan tanah lapang yang asalnya merupakan lokasi perumahan penduduk yang hilang terbawa banjir bandang yang terjadi Selasa (3/12). Mereka mencoba menghilangkan rasa sedih mereka dengan bermain bola di pinggir sungai Cidamar.

Menurut hasil temuan tim DERM-ACT, sebanyak 18 rumah warga Cidamar hilang terbawa derasnya air Sungai Cidamar saat banjir datang. Rumah-rumah tersebut disapu bersih air sungai yang datang secara tiba-tiba saat warga bersiap-siap untuk melaksanakan shalat maghrib.

“Tinggi air saat itu, diperkirakan mencapai 3 meter dengan arus yang sangat deras, sehingga rumah-rumah itu hanyut terbawa air,” kata seorang warga Cidamar.

Banjir bandang Cidamar beberapa waktu lalu tidak hanya menghanyutkan puluhan rumah penduduk, juga membawa material seperti bongkahan batu-batu besar dan pohon-pohon besar sisa pembalakan liar di kawasan hulu Sungai Cidamar, Cidaun, Cianjur selatan.

Sementara itu, menurut temuan Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur, banjir bandang di Sungai Cidamar itu akibat terjadinya penyumbatan aliran sungai yang tertutup longsor.

“Karena longsoran tanah tak kuat menahan air, maka jebol. Sehingga air dari hulu mengalir deras ke hilir,” kata Wakil Bupati Cianjur Suranto ketika meninjau lokasi bencana di Desa Cidamar, Jumat (6/12) lalu. (act/ded/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Deddy S

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 1,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sejak kecil menggemari segala jenis masakan. Hingga kini senang membaca dan mengakrabi aksara.

Lihat Juga

72 Sekolah Luluh Lantak Di terjang Banjir Bandang