Home / Berita / Nasional / MUI: Pejabat Sekarang Membuat Bingung Rakyat

MUI: Pejabat Sekarang Membuat Bingung Rakyat

Menkes, Nafsiah Mboi
Menkes, Nafsiah Mboi

dakwatuna.com – Bandung.  Pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes) terkait pekan kondom dan obat mengandung babi, menuai protes dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar.

Menurut Ketua MUI Jabar, Hafiz Ustman, pejabat tinggi seharusnya membuat pernyataan yang bisa membuat rakyat tenang. Jadi, memberi contoh yang baik.

“Kemarin pekan kondom kan nggak bener. Pemerintah itu porno, tulis ya. Iklan kondom modelnya Jupe (Julia Perez,red). Walaupun orang sehat, senang Jupe bukan begitu caranya,” ujar Hafiz, Senin (9/11).

Menurut Hafiz, ia heran kenapa masalah obat mengandung babi baru diributkan pemerintah sekarang. Pejabat sekarang, kenapa membuat bingung rakyat. “Saya heran, kenapa pejabat sekarang membuat bingung rakyat. Harusnya yang menenangkan rakyat,” katanya.

Saat ditanya, apakah Menkes harus diganti, Hafiz mengatakan, kalau ganti mengganti kasian. Tapi, yang menjadi menteri harus orang baik. “Kalau evaluasi, bukan urusan saya tapi politik,” katanya.

Dikatakan Hafiz, terkait obat tidak halal yang mengandung babi, MUI pusat sudah mengeluarkan fatwa. Jadi, MUI Jabar ikut ke pemerintah pusat karena fatwanya tak berbeda.

Tekait hal tersebut, kata dia, MUI Jabar mengimbau, masyarakat mengkonsumsi obat yang halal, jangan yang ragu. Sebab, obat cukup banyak dan Dokter banyak. “Dan mudah-mudahan dokter yang sehat, jangan cari yang sakit. Berobat yang jelas halalnya, jangan meragukan,” katanya.

Dari sisi Mudarat, kata dia, memang apa saja boleh. Makanan dan obat, kalau mudarat boleh. Namun, urusan pangan tergantung orangnya. Kewajiban Muslim memilih yang jelas halal dan jelas haram harus ditinggalkan. “MUI pusat, sudah ada fatwanya. Jabar, bagian dari pusat jadi kami ikut,” katanya.

Hafiz berharap, ke depan farmasi di Indonesia bisa menemukan bahan yang semuanya halal. Sebab, kurang apa negara Indonesia dengan potensi berbagai kekayaan alamnya. “Indonesia punya Ristek. Yang begitu, harusnya kepentingan rakyat kan jadi harus memanfaatkan penelitian,” kata Hafiz. (rol/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

SNH: Lamban Tangani Kasus Penistaan, Polisi Diujung Tanduk