Home / Berita / Internasional / Afrika / Pengadilan Banding Alexandria Membebaskan 21 Mahasiswi “7 Pagi”

Pengadilan Banding Alexandria Membebaskan 21 Mahasiswi “7 Pagi”

Mahasiswi "7 Pagi" saat persidangan
Mahasiswi “7 Pagi” saat persidangan pertama

dakwatuna.com – Alexandria. Pengadilan Banding Alexandria akhirnya membebaskan para mahasiswi gerakan “7 Pagi”, Sabtu (7/12/2013) kemarin. Vonis bebas itu diberikan kepada 14 mahasiswi yang telah cukup umur yang sebelumnya divonis penjara 11 tahun 1 bulan.

Sebelumnya, tuduhan yang dihadapkan kepada mereka adalah melakukan perusakan, mempertontonkan kekuatan, melakukan perkumpulan massa, dan kepemilikan senjata. Pengadilan banding menjatuhkan vonis bebas terhadap tuduhan kepemilikan senjata, namun tetap menjatuhkan vonis satu tahun untuk tuduhan melakukan perusakan, mempertontonkan kekuatan, dan melakukan perkumpulan massa. Vonis penjara satu tahun ini digantungkan (tidak dilaksanakan). Para mahasiswi tersebut bisa keluar dan tidak mendekam di penjara, kecuali jika dalam waktu satu tahun mereka kembali melakukan “kejahatan” yang dituntut sebelumnya, mereka harus dipenjara sebesar vonis yang dijatuhkan.

Sedangkan tujuh mahasiswi yang belum cukup umur, yang sebelumnya harus ditempatkan di lembaga rehabilitasi sosial juga dibebaskan dengan masa percobaan 3 bulan dengan kewajiban lapor setiap bulan disertai keterangan seorang ahli sosial.

Menanggapi putusan pengadilan banding ini, juru bicara tim pengacara para mahasiswi tersebut menyatakan belum puas. Tim masih menuntut para mahasiswi tersebut dibebaskan dari semua tuduhan, dan bisa bebas secara penuh. Hal itu karena penangkapan dan penahanan mereka tidak sesuai dengan hukum. Mereka melakukan demonstrasi damai yang menjadi hak setiap warga negara dan dilindungi undang-undang.

Sedangkan para mahasiswi yang dibebaskan menyatakan tidak akan berhenti melakukan demonstrasi menuntut jatuhnya penguasa kudeta. Pengalaman ditangkap, ditahan, dan divonis penjara 11 tahun tidak akan membuat mereka takut dan menghentikan aksi. Bahkan pengalaman ini akan menambah mereka bersemangat. (msa/dakwatuna/ikhwanonline)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (11 votes, average: 9,45 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir
  • Sejuki

    Oooooooo……. Bebas, tapi masih ada syaratnya ya? Hmmm…….

  • ekaita

    Mereka akan tetap melakukan demonstrasi apakah artinya akan terulang kembali? Keputusan ini sangat bijaksana dan semoga ketika mereka melakukannya lagi bisa konsisten memperlakukan mereka dengan baik.

  • ekaita

    Semoga para mahasiswi tersebut juga bersikap adil dan bijak mengenali bagaimana hak penguasa dan dirinya sendiri sbg rakyat.

    • Sejuki

      Bersikap adil dan bijak mengenali bagaimana hak penguasa? Penguasa yg mana boss? Boleh ente jabarkan lebih lanjut?

  • ekaita

    Pemahaman baru bisa tercermin ketika diaplikasikan. Mengenali hak penguasa, bagaimana cara beramar ma’ruf nahi mungkar yang baik dan konsisten menjalankannya maka itu aritnya ybs siap berbuat adil kepada siapapun termasuk dirinya sendiri. Tidak akan mau dia melanggar hak orang lain sekecil apapun semata karena mencari ridho Tuhannya.

  • abuzinad

    Tuduhan aneh ….

Lihat Juga

Kondisi Sosial-Spritual Umat Islam Sebelum Pembebasan Al-Aqsha Era Shalahuddin