Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Tentang Hujan

Tentang Hujan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Dan kulihat tetes hujan pagi ini. Kulihat caranya diturunkan Maha Pencipta dari langit. Sangat indah. Memesona. Tak ada keraguan saat ia turun.

Caranya turun pun cerdas. Titik-titik air yang bersambung-sambung. Kontinyu. Tak pernah turun hanya pada satu titik. Banyak. Ramai. Turunnya membasahi hamparan bumi. Menyejukkan. Menghidupkan.

Dari hujan kita belajar untuk memberi kepada yang lain. Tak pernah kikir. Belajar untuk senantiasa meluaskan manfaat diri. Ia hadir bukan untuk satu individu. Ia ada untuk berbagai makhluk. Memberi untuk terus berarti.

Dari hujan kita pun belajar tentang keikhlasan. Tak pernah sejarah mencatat hujan meng-aku-kan diri. Kita yang menerima sejuknya yang mendefinisikan tentangnya. Kita yang mereguk manfaatnya yang memberikan nama.

Di Indonesia, ia disebut hujan. Belahan bumi lain, menamainya rain. Warga La tour Eiffel memanggilnya Plui. Negeri Sakura menyapanya Ame.

Semua belahan bumi punya nama tentangnya. Eksistensinya diakui. Tapi, ia sendiri tak pernah dicatat sejarah pernah berujar, “Ini Saya… Itu Aku… Karena Aku… jasaku…” apalagi berkata… “Kalau tak ada Aku…kalian bisa apa?”

Maka, kita belajar banyak dari hujan. Memberi manfaat seluas bumi. Menumbuhkan yang mulai layu. Menyejukkan yang mulai gersang. Kemudian, ia pun hening dalam keikhlasan. Tak pernah riuh sebutkan kebaikan.

Benarlah ia disebut Rahmat oleh Sang Pencipta. Lalu bagaimana dengan kita manusia, makhluk yang diciptakan paling mulia dibanding yang lain?

Padang, 3 Desember 2013. Saat tetesan Rahmat-Nya meratakan kesejukan.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (11 votes, average: 9,82 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Akmal Ahmad
Sarjana Sains (S.Si) di bidang Fisika, FMIPA Universitas Andalas, kini aktif di bidang Social Entrepreneure.

Lihat Juga

Curah Hujan - Iustrasi

Karena Hujan Adalah Kesempatan

Organization