Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Karena Tarbiyah Kita Bersama dalam Ukhuwah

Karena Tarbiyah Kita Bersama dalam Ukhuwah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi - Tarbiyah wanita muslimah (ukkiunso3d.wordpress.com)
Ilustrasi  (ukkiunso3d.wordpress.com)

dakwatuna.com

Bila ingat kembali janji persahabatan kita,
Takkan mau berpisah karna ini,
Pertengkaran kecil kemarin, cukup jadi lembaran hikmah,
Karna aku ingin tetap sahabatmu… 

— Edcoustic-Pertengkaran Kecil

Kuucapkan sapa terindah dalam Islam untuk dua saudara tercintaku…

Assalamu’alaikum wr wb ukhtiku….

Ukhtiku yang Na cintai karena Allah SWT…
Tak terasa empat tahun tlah berlalu…
Kulewatkan hari denganmu selama kurang lebih empat tahun di kampus merah maron
Dan kini tlah tiba waktu kita untuk saling berjuang di medan dakwah kita masing-masing

Ukhtiku…
Afwan ketika suatu hari nanti ada janji Na padamu yang tak bisa Na penuhi
Sungguh tak ada maksud di hati sedikitpun tuk tak menunaikan janji itu padamu

Ukhtiku…
Syukran untuk semua perhatian yang engkau berikan untuk Na
Syukran telah bersedia menjadi tempat Na tuk bermanja-manja, berkeluh kesah,
Dan syukran telah meminjamkan pundakmu ketika Na menangis,
Syukran atas waktu yang engkau habiskan hanya untuk bisa memahami Na,
Syukran telah menjaga Na ketika setan mulai membuatku terpeleset dijalan ini,
Dan syukran untuk kepercayaanmu,

Ukhtiku…
Ketika wajahku mulai memudar dari ingatanmu,
Ingatlah betapa banyak waktu yang kita lewatkan bersama,
Ingatlah ketika engkau mengatakan padaku “ukhti isna ini, siki-siki nangis, siki-siki nangis…”
Ingatlah ketika Na berteriak saat engkau mulai menakutiku,

Ukhtiku…
Kita tahu pasti betapa panjangnya jalan ini,
Namun sungguh kemenangan Islam hanyalah tinggal menunggu waktu,
Dan aku ingin melihat sosokmu ketika Islam kembali menjadi pusat peradaban dunia,

Ukhtiku…
Kita sama tahu betapa angin selalu mencoba tuk menumbangkan langkah di jalan ini,
Angin itupun semakin kencang bertiup tatkala ia sadar bahwa jarak telah memisahkan kita,
Namun ingatlah wahai ukhtiku, betapa Allah telah memilih kita,
Engkau yang tak pernah terlintas di pikiranku sebelumnya,
Kini menjadi orang yang paling paham tentang diri ini di kota yang sama asing bagi kita semua,

Ukhtiku yang Na belajar banyak hal darimu…
Ketika virus kefuturan suatu hari mendatangi kita,
Maka ingatlah semua mimpi yang sempat kita ukir di jalan ini,
Ingatlah ukhti ketika kita saling bergandeng dalam keletihan di agenda-agenda dakwah,
Ingatlah ketika banyak orang menggelarkan “As-Shobiyah” karna langkah kita yang tak terpisah,
Ingatlah ketika kita saling memacu semangat ketika langkah kita mulai kendur,

Ukhtiku…
Ketika engkau merasa militansi kita mulai redup,
Ingatlah ketika kita tilawah bersama di masjid kampus,
Ingatlah ketika kita bersama merancang agenda-agenda LDF kita,
Ketika kita shalat Maghrib bersama dan Na paksa anti tuk jadi imam, engkaupun berkata “selalu Ana, selalu Ana…”
Ingatlah ketika kita sama belajar berikan yang terbaik untuk LDK, untuk Al-Faruq
Ingatlah betapa Hasan Al-Banna berjuang tuk melahirkan generasi rabbani dan syahid di tangan para musuh Islam,
Ingatlah betapa Sayyid Quthb senantiasa di fitnah namun tetap berdiri dengan gagah mengibarkan bendera dakwah,
Lalu bagaimana dengan kita?

Ukhtiku yang darimu aku belajar arti senyuman, belajar memahami kasih sayang dalam diammu…
Jika suatu hari nanti Allah memberikan kesempatan pada kita untuk kembali bertemu,
Semua cinta karena Allah masih senantiasa di hati
Namun jika memang tak lagi ada kesempatan untuk kita untuk saling bertemu,
Maka doakan Na agar termasuk dalam golongan orang yang memenuhi surga Sang Ilahi,
Agar ku mampu melihatmu kelak,

Ukhtiku…
Ketika engkau telah menemukan teman yang kan meringankan langkahmu di jalan ini,
Maka akupun turut bahagia,
Semoga ia selalu jadi yang terbaik untukmu,
Yang senantiasa mengobarkan semangat dakwahmu, bukan meredupkannya,
Yang senantiasa meridhaimu tuk merapatkan barisan di jalan ini, bukan merenggangkannya,
Yang senantiasa menjadi imammu…

Ukhtiku…
Doakan Na semoga Na senantiasa mampu menjaga langkah ini,
Semoga Na mampu memilih pilihan yang terbaik menurut Nya
Semoga Na senantiasa menjadikan dakwah sebagai nafas kehidupan ini,
Dan semoga Allah senantiasa memilih Na tuk menyelesaikan proyek-proyek besar Nya,
Dan semoga takkan pernah terselip rasa takut untuk berkorban jiwa dan raga Na di jalan ini

Bismillaahirrahmaanirrahim

“Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu dijalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Sekiranya yang kamu serukan pada mereka ada keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, niscaya mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu terasa sangat jauh bagi mereka. Mereka akan bersumpah dengan nama Allah “jikalau kami sanggup niscaya kami berangkat bersamamu,” mereka membinasakan diri sendiri dan Allah mengetahui bahwa mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.

Allah memaafkanmu (Muhammad). Mengapa engkau member izin pada mereka untuk tidak pergi berperang, sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar-benar berhalangan dan sebelum engkau mengetahui orang-orang yang berdusta?

Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian tidak akan meminta izin padamu untuk tidak ikut berjihad dengan harta dan jiwa mereka. Allah mengetahui orang-orang yang bertaqwa.

Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu (Muhammad), hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguan.” (Q.S. At-Taubah: 41-45)

Dan itulah ayat yang mempertemukan kita bertiga dijalan ini…
Sekali lagi, terima kasih untuk semua maafmu untukku atas segala khilafku…

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 8,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Isnaini Nurhidayati
Isnaini Nurhidayati akrab di panggil mbak Is atau Na. Gemar Menulis segala hal yang kebetulan terlintas di pikirannya. Mencari Keberkahan d setiap kata...

Lihat Juga

Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Kampus Teknik se-Indonesia (FULDKT) Gelar Munas VIII