Home / Berita / Silaturahim / Parenting Entertraining Muhammad Teladanku (PEMT)

Parenting Entertraining Muhammad Teladanku (PEMT)

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

dakwatuna.com Kisah Rasulullah Muhammad salallahu alaihi wassalam sebagai nabi akhir zaman yang mengubah dunia, tidak akan habis digali dan akan selalu menarik untuk disampaikan. Demikian yang tampak dalam acara Parenting Entertraining Muhammad Teladanku (PEMT), yang diselenggarakan Sygma Daya Insani (SDI) di Graha Sucofindo Lt. 2, Jalan Pasar Minggu, Jakarta, Ahad (24/11/2013).

Kisah Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya dalam syiar Islam di jazirah Arab disajikan secara menarik dalam bentuk paduan monolog, gerak dan lagu. Monolog disampaikan oleh Nugie Al Afghani, seorang Entertrainer Religi dan IIBF Business Coach, serta Bunda Kurnia Widhiatuti, ustadzah sekaligus praktisi parenting, yang dipadukan dengan gerak dan lagu dari tim Kuping Creative Solutions.

Acara yang digelar kedua kalinya di tempat yang sama itu, mampu menarik antusiasme keluarga yang rindu akan kehadiran sosok Rasulullah salallahu alaihi wassalam. Ratusan peserta dengan khidmat mengikuti kisah Nabi Muhammad saw dan para sahabat yang mencintainya. Tidak sedikit yang tampak terisak, mendengar kisah keteladanan Nabi Muhammad dalam menjalankan tugasnya untuk syiar agama Islam di jazirah Arab.

“Kita diingatkan akan pentingnya belajar tentang sejarah Nabi Muhammad dan mengingatkan kita yang karena kesibukan, lupa untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan nabi kepada anak-anak kita” ujar Sidik (39 th), yang baru pertama kali mengikuti acara tersebut.

“Speechless. Gak bisa ngomong. Saya duduk aja di pojok sana. Merinding terus. Banyak kisah yang tidak ketahui, yang akhirnya membuat kita rindu kepada Rasulullah walaupun belum pernah ketemu,” kata dr. Aisyah Dahlan, pengisi sesi parenting, mengenai kesan mengikuti acara tersebut. Matanya terlihat masih sembab, karena terus menangis haru sepanjang acara di sesi pertama.

“Acara ini bisa menjadi momentum untuk kembali membaca sirah atau kisah tentang Nabi Muhammad,” tambahnya.

Sesi pertama acara tersebut yang menyajikan sirah atau kisah Nabi Muhammad saw, diakhiri dengan penandatanganan Komitmen Bersama Keluarga Pecinta Rasul, yang diawali secara simbolik oleh Direktur Sygma Daya Insani, Benny Triandi, di atas panggung, yang diikuti oleh para peserta PEMT.

Sesi kedua diisi oleh dr. Aisyah Dahlan, yang menyampaikan informasi tentang manfaat berkisah bagi anak-anak. Menurut Aisyah, berkisah kepada anak-anak, setidaknya lima menit sehari, membuat cerita yang disampaikan melekat dalam pikiran anak. “Jika cerita tentang Nabi Muhammad yang disampaikan, maka betapa bangganya orang tua memiliki anak yang dalam dirinya melekat cerita keteladanan rasul, yang akan berdampak positif pada dirinya,” jelasnya.

Acara yang dihadiri sekira 800 orang tersebut pun dimeriahkan pula dengan pembagian doorprize kepada para peserta, yang nilainya ada yang mencapai 3 juta rupiah per paketnya.

“Berkumpulnya keluarga pecinta sirah nabi pada hari ini, diharapkan akan memberi warna pada keluarga Indonesia sebagai keluarga yang shalih dan handal dalam menyongsong Indonesia lebih baik pada masa mendatang. Program ini semoga dapat mengubah tatanan kehidupan manusia Indonesia menjadi lebih baik, “ harap Benny Trianda, Direktur SDI mengenai acara PEMT.

Setelah di Jakarta, roadshow PEMT berlanjut ke Yogyakarta (1 Desember), Surabaya (15 Desember) dan Bandung (21 Desember). (roni ramdan)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Lihat Juga

Ilustrasi. (media.shafira.com)

Orang Tua Menjadi Teladan Bagi Anaknya