Home / Berita / Silaturahim / Latgab Timur 3 PPSDMS NF: Cita Rasa Desa, Inspirasi Membangun Bangsa

Latgab Timur 3 PPSDMS NF: Cita Rasa Desa, Inspirasi Membangun Bangsa

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

dakwatuna.comBantul. Dusun Serut menjadi saksi pelaksanaan Latihan Gabungan (Latgab) Kawasan Timur yang ketiga Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis (PPSDMS) Nurul Fikri kawasan timur. Terlibat dalam acara tersebut para peserta PPSDMS Nurul Fikri dari tiga regional yakni dari Regional III Yogyakarta Putra, Regional III Yogyakarta Putri, dan Regional IV Surabaya. Kegiatan ini berlangsung sejak Jumat (22/11/2013) dan berakhir Ahad (24/11/2013).

Dusun Serut merupakan sebuah dusun di Bantul bagian tengah yang tak hanya memiliki banyak potensi namun juga pengelolaannya relatif sangat baik. Berbeda dengan dua latgab sebelumnya, latgab kali ini memang sengaja disetting agar lebih berkesan dan mengena. Peserta diharapkan bisa ikut menyaksikan dan merasakan langsung kehidupan di masyarakat. Sehingga harapannya akan melatih kepekaan diri sebelum menjadi seorang pemimpin di masa yang akan datang. Dari sinilah Latgab Timur #3 ini mengangkat sebuah tema yang menarik yakni “Cita Rasa Desa, Inspirasi Membangun Bangsa”.

Rangkaian acara dimulai dengan acara keakraban bersama warga masyarakat Dusun Serut Jumat malam. Dengan nuansa jawa, acara dibawakan oleh Phisca Aditya R serta dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat setempat. Pada kesempatan kali ini Rajif Dri Angga selaku ketua panitia Latgab dan perwakilan dari pengurus pusat PPSDMS, Adi Wahyu Adji, menyampaikan sambutannya. Dilanjutkan dengan sambutan dari pihak tuan rumah beserta pengenalan tentang potensi Dusun Serut oleh Eko. Acara malam itu diakhiri dengan sesi sharing dan ramah tamah peserta PPSDMS bersama warga setempat.

Hari kedua diisi dengan acara YKS#1 “Yuk Kita Sharing” bersama Listiani dengan dimoderatori Farahiyah Syarafina. Listiani adalah seorang bidan yang mampu membuat Tower Air dan Sumur bor untuk desanya. Meskipun seorang perempuan, beliau mampu menggerakkan masyarakat di sana termasuk kaum laki-laki untuk terlibat langsung dalam pembuatan sumur bur di kawasan Gunung Kidul tersebut. Siang harinya diisi dengan presentasi dari setiap Leadership Project dari masing-masing kelompok. Ada sekitar belasan LP yang siap untuk berkontribusi bagi masyarakat sekitar.

Ada sebuah pernyataan menarik yang disampaikan salah satu peserta saat presentasi. “Setelah di awal program dulu kita menikah dengan PPSDMS, nah untuk kali ini LP sebagai seorang anak yang kita lahirkan, kita jaga, kita rawat dan tentunya kita besarkan “ ungkapnya. Sore harinya dilanjutkan dengan kunjungan ke beberapa Pusat Kerajinan maupun Potensi Dusun, mulai dari pengolahan tempe, tahu, ternak, hingga kerajinan Kubah Masjid. Malam harinya dilanjutkan dengan YKS#2 bersama Toba, Kepala Dusun Serut. Dengan dimoderatori oleh Abrory Agus C.P, Toba menyampaikan perjalanan Dusun Serut menjadi sebuah Dusun yang cukup berhasil mengelola berbagai potensinya seperti saat ini.

Seperti Latgab sebelumnya, Kajian Islam Kontemporer bertajuk “Dari Hati Ke Hati” hadir di hari Ahad (24/11/2013). Pagi hari setelah Satu Jam Lebih Dekat bersama Bang Adji, KIK hadir bersama Ustadz Musholli dengan moderator Sudarsono. Dengan semangatnya, Ustadz Musholli menyampaikan materi KIK kepada para peserta. Salah satu hal yang bisa kita ambil adalah kita sebagai seorang muslim harus peduli dengan sesama muslim lainnya khususnya yang sedang didera kesulitan dan digoyahkan kedaulatannya seperti Palestina, Suriah, dan masih banyak lagi. Dalam konteks ini kita harus bijak dan tak usah terlalu berpikir ashabiyah lagi. Sudah seharusnya umat Islam bersatu dan saling membantu tanpa berpikir golongan dan lain sebagainya.

Acara Latgab diakhiri dengan permainan yang diselenggarakan di Pantai Parangtritis. Tampak antusias para peserta mengikuti acara terakhir ini, semua berpadu dalam kebersamaan dan ukhuwah yang indah. Semoga ini akan semakin menguatkan langkah sinergis dalam meramu kontribusi ke depan demi Indonesia yang lebih baik dan bermartabat. (Phisca AR/dakwatuna/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 3,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Phisca Aditya Rosyady
Mahasiswa Master di Departement Computer Science and Engineering di Seoul National University of Science And Technology, Korea. Lahir di Yogyakarta, 31 Agustus 1991. Anak kedua dari tiga bersaudara. Mempunyai hobi di dunia jurnalistik, elektronika dan instrumentasi. Beberapa kali menjuari lomba blog dan karya tulis. Pernah menulis buku "Kami di antara Mereka", Buku " Inspirasi Gadjah Mada untuk Indonesia dan semasa SMA pernah menulis Buku "1000 Anak Bangsa Bercerita Tentang Perbedaan bersama para alumni Program Pertukaran Pelajar Jogja lainnya. Mahasiswa yang juga pernah menjadi santri PPSDMS Nurul Fikri ini aktif di beberapa organisasi seperti di HMEI, IMM Al Khawarizmi UGM, IPM Imogiri, dan BPPM Balairung. Juga menggeluti riset tentang UAV di Tim Quadcopter Elins. Tahun 2011 bersama empat temannya, berhasil membuat System Body Ideal Analyzer melalui PKM-T yang berhasil didanai Dikti. Phisca pernah menjadi Mahasiswa Berprestasi FMIPA dan juga mendapatkan Anugerah Insan Berprestasi dalam rangka Dies ke-63 UGM dan Dies ke-64 UGM. Sebelum Ia melanjutkan kuliah S-2 nya, Phisca 8 bulan bekerja di salah satu anak perusahaan Astra International di bidang IT consultant sebagai programmer.

Lihat Juga

Inspirasi Idul Fitri