Home / Berita / Internasional / Asia / Xianjiang Tak Aman, Media Cina Kambing Hitamkan Muslim Uighur

Xianjiang Tak Aman, Media Cina Kambing Hitamkan Muslim Uighur

Muslim Uighur (AP Photo/Greg Baker,file) - Inet
Muslim Uighur (AP Photo/Greg Baker,file) – Inet

dakwatuna.com – Urumqi.  Media Cina melaporkan hampir 200 serangan “teroris” terjadi di wilayah barat jauh Xinjiang tahun lalu, Senin (25/11). Serangan-serangan ini mengatasnamakan “jihad” ini telah meningkat pesat sejak tahun 2009 dan telah menjadi ancaman terbesar bagi wilayah itu.

Seperti dikutip Xianhua, beberapa insiden mematikan telah terjadi di Xinjiang tahun ini dan pemerintah China telah menyalahkan serangan berapi-api di Lapangan Tiananmen Beijing itu kepada “teroris” dari daerah.

Insiden itu menewaskan dua wisatawan dan 40 orang lainnya luka-luka, dengan tiga penyerang sekarat setelah kendaraan mereka terbakar. Beijing telah menunjuk insiden kekerasan di Xinjiang itu sebagai bukti meningkatnya ekstrimisme di kalangan etnis minoritas Uighur.

Majalah mingguan yang berbasis di Shanghai, Outlook melaporkan lebih dari 190 serangan “teroris” masuk di Xinjiang tahun lalu, meningkat “dengan margin yang signifikan” dari tahun 2011. Sebagian besar penyerang pada usia di awal 30-an atau lebih muda dan lebih banyak bertindak dalam kelompok-kelompok kecil atau individu seperti “serigala”, tambahnya.

Sebuah organisasi Islam garis keras telah mengatakan insiden Tiananmen, di jantung simbolis negara China itu adalah “operasi jihad” dan diprediksi lebih banyak kekerasan, menurut kelompok pemantau SITE yang berbasis di AS. Tidak jelas apakah pernyataan itu termasuk eksplisit klaim bertanggungjawab. (rol/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 9,60 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Laut Cina Selatan

Mengapa Putusan Hukum Laut Cina Selatan Untungkan Indonesia?