Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Misteri Hidup

Misteri Hidup

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Bismillahirrahmanirrahim……

Berbicara tentang kematian artinya berbicara tentang misteri. Misteri Ilahi, sama halnya dengan misteri hidup yang lain, rizki dan juga jodoh. Karena memang ketiga hal itu tak bisa kita prediksi kapan, di mana dan bagaimana dia akan datang,  karena kita hakikatnya manusia yang diciptakan sebagai makhluk yang lemah, yang saat lahir ke dunia tidak ada yang kita ketahui bahkan sampai akhir hidup kita di dunia ini mungkin hanya  sepersekian persen yang kita ketahui tentang dunia ini.

Malam ini,  aku diingatkan lagi dengan misteri kematian, melalui seorang pasien wanita 25 tahun. Tak beda jauh usianya dari ku, sekitar 1 tahun. Sudah menikah, dan dikaruniai seorang anak yang masih kecil.

Datang ke IGD Rumah Sakit pukul 01.30 WIB diantar keluarga dengan keluhan sesak nafas dan penurunan kesadaran. Dikatakan bahwa pasien sudah menderita sakit sekitar satu minggu,  tak begitu jelas apa sakitnya, hanya keluarga mengatakan demam satu minggu kemudian sesak nafas. Pemeriksaan awal, denyut nadi tak teraba, tekanan darah tak terukur.  Kemudian pasien kejang, tak lama setelah itu nafas pasien tak teratur, dan kemudian jatuh pada keadaan apneu (tak bernafas). Sudah berusaha di lakukan resusitasi (penanganan gawat darurat), namun mungkin karena memang misteri kematian itu sudah waktunya untuk menampakkan wujud,  dia datang tidak akan salah waktu, tidak akan salah tempat, dan tidak akan salah cara.  Karena memang semuanya sudah tercatat dalam kitab yang tersimpan kokoh “LAUH MAHFUZ”.

Kejadian ini menjadi semacam cambuk bagiku, begitu dahsyat, cukup keras untuk membangunkan keterlenaan ku di dunia ini. Hidupku yang kadang penuh dengan ketidaksyukuran, berlimpah ketidakikhlasan, serta banyak ria kadang dalam melakukan kebaikan. Sangat banyak waktu terbuang, mungkin dari 24 jam yang disediakan dalam sehari, hanya seperberapa yang bermanfaat, selebihnya?????

Terlalu angkuh kadang diri ini, tegap berdiri, tak merasa sudah berapa banyak amal kebaikan yang ku siapkan, yang nanti akan menjadi teman setiaku di akhirat, penolong satu-satunya. Kadang hanya bisa mengeluh hidup ini sering tak bersahabat, karena memang seringnya akulah yang tidak mau belajar bersahabat dengannya,  tidak mau mengenal tujuan hidup sebenarnya, tidak mau mengalah dan berdamai dengan rasa yang kadang hanya nafsu semata,  tidak mau sedikit  merendahkan diri ,bersujud untuk berdoa kepada Allah,  karena dialah yang menggenggam hati ini,, yang membolak-balikkan hati ini.

Di sisa waktu yang masih diberikan, tak tahu sampai kapan. Esok hari pun aku tak tau masih bisa menikmati oksigen bebas, menikmati begitu lezatnya santapan sarapan pagi, begitu indahnya persahabatan, menyapa saudara-saudara dengan senyum, tegur sapa, bercengkerama. Hanya bisa berencana, berharap dan berdoa semoga bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya di kesempatan yang masih diberi.  Memperbaiki diri tanpa kenal henti, memohon hidayah-Nya selalu menaungi. Meminta teguran dalam setiap keterlenaan duniawi.

Ampunilah dosa hamba-Mu ini ya Allah, yang mungkin tak layak untuk ke surga-Mu, namun tak sanggup ke neraka-Mu. Jauhkanlah hamba dari siksa neraka Jahanam yang tiada henti.

Semoga takdir misteri hidupku hadir pada waktu, tempat dan cara terbaik menurut-Mu ya Allah, Amilin Ya Rabb…

My Live, My Dream, My Experience, My Everything.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Dokter. Alumni FK Universitas Andalas Padang, Sumatera Barat.

Lihat Juga

Ilustrasi (123rf.com / Tjui Tjioe)

Sumber Kehidupanku