Home / Berita / Nasional / Selebrasi Sujud, Trend Baru Sepak Bola Indonesia

Selebrasi Sujud, Trend Baru Sepak Bola Indonesia

Selebrasi Sujud Yandi Sofyan usai Menjebol Gawang Papua Nugini, Jum'at, 22/11 (Foto:tempo.co)
Selebrasi Sujud Yandi Sofyan usai Menjebol Gawang Papua Nugini, Jum’at, 22/11 (Foto:tempo.co)

dakwatuna.com – Jakarta.  Selebrasi Sujud  yang kerap diperagakan oleh seorang pesepakbola muslim sebenarnya bukan hal baru dalam jagad sepak bola dunia. Salah satu pemain yang konsisten memperagakan selebrasi ini adalah striker chelsea, Demba Ba.

Di Indonesia sendiri, selebrasi sujud mulai populer ketika Timnas U-19 secara konsisten melakukan selebrasi ini usai membobol gawang lawan. Bahkan, selebrasi yang mereka lakukan bukan hanya menjadi aksi individu sang pencetak gol, tapi secara serentak sebagian besar skuad muslim Timnas U-19 turut larut dalam sujud berjamaah. Ini yang membedakan mereka dengan aksi-aksi sujud yang lain.

Aksi ini kembali diperagakan di lapangan hijau Indonesia, tapi kali ini dilakukan oleh pemain Timnas U-23 yang tengah berlaga di ajang MNC Cup 2013.

Gol cantik yang dilesakkan Ramdhani Lestaluhu setelah menerima umpan matang dari Andik Fermansah saat laga kontra Laos diakhiri dengan sujud syukur ala Ramdhani.

Ini jadi tontonan yang menarik, karena jarang sekali pemain-pemain Timnas U-23 yang melakukan selebrasi ini usai mereka melesakkan gol.

Ternyata bukan hanya Ramdhani yang memamerkan aksi ini. Saat terjadinya gol kedua pada laga Indonesia kontra Papua Nugini pada ajang yang sama tadi malam, striker Timnas U-23 Yandi Sofyan turut memperagakan selebrasi sujud ini.

Lalau bagaimana dengan Timnas Senior, layak kita tunggu aksi yang sama yang memang belum pernah diperagakan oleh Timnas Senior.  Walaupun banyak dihuni oleh pemain-pemain non muslim khususnya di sektor penyerang, namun sudah sepantasnya pemain-pemain muslim di skuad ini turut merayakan lesakkan gol rekan-rekannya dengan aksi selebrasi sujud sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil yang di capai. (sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 7,10 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Shan Sakura Kawai

    itu yang harus dilakukan.. memanjatkan puji syukur kepala alloh …

Lihat Juga

“Jika Belum Ada Bahu untuk Bersandar, Masih Ada Lantai dan Arah Kiblat untuk Bersujud”