Home / Berita / Internasional / Asia / Muslim Minoritas Korban Topan Haiyan Terima Bantuan dari Masyarakat Indonesia

Muslim Minoritas Korban Topan Haiyan Terima Bantuan dari Masyarakat Indonesia

Muslim 2pgdakwatuna.com – Filipina.  Topan Haiyan di Filipina, negeri mayoritas Katolik ini, juga menimpakan derita pada minoritas Muslim. Bantuan melalui Tim SOS Philippines-ACT pun menyapa mereka.

 

Kamis pagi, (21/11), relawan ACT sudah menyiapkan sejumlah paket untuk didistribusikan ke sejumlah komunitas korban badai Haiyan. Setelah warga di pulau Bantayan, giliran kota Ormoc dan Tacloban menjadi sasaran penyerahan bantuan.

Paket bantuan berupa beras, bahan pangan, hygiene kit, serta terpal telah disiapkan rapi.

Ada sejumlah kantong minoritas Muslim yang menjadi korban badai Haiyan. Di Ormoc ada 300 keluarga, 800 jiwa, termasuk sebagian diantaranya muallaf. Di Kanangga, sekitar setengah jam perjalanan dari Ormoc menuju Tacloban, ada 46 keluarga, dan di Tacloban ada 65 keluarga.

 

Hidup sebagai minoritas, sudah dalam keterbatasan. Topan Haiyan “menyempurnakan” cobaan mereka. “Kami lihat semua orang jadi serupa nasibnya. Sama-sama papa, tak punya harta kecuali keyakinannya melakoni hidup setelah mendapat cobaan. Membantu Muslim minoritas ini, moga-moga menghindarkan keluarga, kota bahkan negeri kita Indonesia dari bencana dan musibah,” ujar Yusnirsyah, yang melaporkan aksi kemanusiaannya langsung dari lapangan.(is/act/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Rialdi Aciak

    smoga Allah memberikan ketabahan dan kemudahan bagi mereka di tengah-tengah situasi yg sulit

Lihat Juga

(Video) Seorang Anggota Parlemen Australia: Kita Dalam Bahaya Dibanjiri Muslim