Home / Berita / Internasional / Afrika / Nigeria Gunakan Keuangan Syariah untuk Biayai Infrastruktur

Nigeria Gunakan Keuangan Syariah untuk Biayai Infrastruktur

Pembangunan Infrastruktur (inet)
Pembangunan Infrastruktur (inet)

dakwatuna.com – Abuja.  Bank Pembangunan Afrika (AfDB) menyebutkan Nigeria memiliki defisit anggaran infrastruktur 360 miliar dolar AS. Fisik infrastruktur yang tidak memadai di negara ini menjadi salah satu kendala utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan

Untuk mengatasi tantangan ini, Nigeria memerlukan investasi tahunan yang jauh lebih besar di bidang infrastruktur. Peningkatan signifikan dalam alokasi tahunan bertujuan untuk pemeliharaan rutin dan berkala demi memastikan layanan infrastruktur handal dan meningkatkan perhatian pada pengaturan kelembagaan yang mendukung jaringan infrastruktur negara.

Beberapa sektor Nigeria yang memerlukan perhatian diantaranya jalan, kereta api, teknologi informasi dan komunikasi (ICT) dan transportasi. Akses keuangan untuk mendanai pembangunan tersebut menjadi tantangan Nigeria ke depannya.

Jumlah utang Nigeria per 30 September 2013 mencapai 8,32 triliun naira. Para analis memperingatkan, utang domestik Nigeria yang terus bertambah bisa mengakibatkan krisis ekonomi.

Pemerintah setempat terus mencari alternatif lebih murah untuk membiayai pembangunan infrastruktur. Salah satu alternatif melalui keuangan syariah. Keuangan syariah menjadi sektor ekonomi yang berkembang pesat dan bernilai lebih dari 1,2 triliun dolar AS.

Prospek keuangan syariah di Nigeria bisa tumbuh lebih lanjut karena beberapa negara-negara sub-Sahara Afrika, termasuk Maroko, Tunisia, Afrika Selatan dan Kenya sedang meletakkan dasar hukum untuk menerbitkan sukuk. Negara bagian Osun adalah yang pertama menerbitkan sukuk, hanya saja yang diterbitkan masih relatif kecil 62 juta dolar AS.

Bank Pembangunan Islam (IDB) memberi pinjaman berbasis syariah untuk pelabuhan baru Lekki di negara bagian, Lagos. Gubernur Bank Sentral Nigeria (CBN), Mallam Sanusi Lamido Sanusi mengatakan produk keuangan syariah memiliki kapasitas untuk memastikan terjadinya inklusi keuangan.

Dia menyebut ketika dimanfaatkan dengan benar, keuangan syariah dapat memberikan kontribusi signifikan mengubah Nigeria menjadi pusat keuangan. “Keuangan syariah telah menunjukkan potensinya dalam mencapai inklusi keuangan di banyak negara dengan membawa masyarakat, terutama Muslim ke dalam sektor keuangan,” ujarnya seperti dikutip This Day Live, Kamis (21/11).

Nigeria memiliki Bank Jaiz dan telah memberikan lisensi untuk Bank Stanbic IBTC untuk mengoperasikan jendela perbankan syariah atau unit usaha syariah. “Kami telah memberikan persetujuan prinsip kepada Bank Sterling untuk mengoperasikan jendela syariah dan bank keuangan mikro yang telah diterapkan untuk lisensi perbankan syariah,” kata dia. Menurutnya, banyak pasar keuangan syariah telah didirikan dan memainkan peran kunci dalam pasar keuangan dunia.  (rol/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Tugas dan Peran Auditor Di Lembaga Keuangan Syariah