Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Apapun yang Terjadi Kita Tetap Menulis

Apapun yang Terjadi Kita Tetap Menulis

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Mengekspresikan pengalaman yang kita hadapi sehari-hari di era sosial media sungguh menarik. Ada yang hobi makan maka dengan cepat jemarinya menshare ke teman-temannya di seluruh jagat, entah melalui Facebook atau twitter tentang apa yang dimakannya pada saat itu.

Kalau kita cermati lebih dalam akan ditemui beragam fenomena mengekspresikan diri atau sebuah kejadian sesuai dengan minat dan kegemaran masing-masing, mulai dari politik, agama, sastra, seks, kuliner dan banyak lagi tema lainnya.

Saya semakin tertarik untuk belajar, belajar dan terus belajar menulis. Karena ada orang-orang yang terus berbagi dengan cinta, kerja dan harmoni meski dalam sunyi dan senyap.

Pada pejuang-pejuang keadilan seperti itu, saya ingin menyelinap di sela-sela kehidupannya, agar bisa ku tulis dan kabarkan pada dunia, bahwa orang-orang tegar yang tetap melayani selalu ada di tiap zaman, apakah dalam suka maupun duka, itulah misteri di antara potret kehidupan yang silih berganti di hadapan kita.

Kita sejenak berkaca pada generasi awal Islam berdiri, Al Qur’an yang bisa kita nikmati saat ini untuk tilawah dan tadabbur. Awalnya adalah lembaran-lembaran terpisah dan atas jasa para penulis di zamannya kita hari ini dan generasi berikutnya hingga akhir zaman bisa membaca Al Qur’an. Ada sebuah “passive income” yang dimiliki para penulis Al Qur’an berupa pahala yang tak pernah putus meski jasad sudah berkalang tanah, umur karyanya tetap abadi melesat menjauhi umur fisiknya. Apakah kita tak mau seperti mereka mendapatkan passive income, dengan segala kemudahan yang kita miliki sekarang?

Iqra adalah ayat pertama yang Allah turunkan, bacalah baik yang tersurat maupun tersirat. Jauh sebelum segala sesuatunya dimulai Allah telah membekali kita untuk mau membaca. Apakah cukup dengan membaca? Belum kawan. Ternyata kita diminta lagi untuk mengikat bacaan yang telah kita miliki yaitu dengan menulis.

Rekamlah kehidupan orang-orang di sekitar kita yang penuh inspirasi atau jika tak ada orang pun seperti itu yang kau temukan di sekelilingmu, tengoklah dirimu, boleh jadi inspirasi itu ada padamu! Jika sudah menemukan tulis dan berbagilah!

Mutiara memang selalu “malu” untuk tampil ke permukaan, namun mutiara berhak dirasakan keindahannya oleh siapa pun, dan kita berharap agar bisa menuliskan para mutiara keadilan yang berjuang dalam lautan ketawadhuan dengan tetap bisa menjaga keikhlasannya.

Hari ini ujian menerpa kita, bahkan yang lebih parah lagi pernah dialami oleh generasi sahabat. Yaaa…selalu saja ada orang yang pergi kala ujian mendera, bahkan diam tak melakukan apa pun, saudaraku jangan salah dan arahkan pandangmu ke segala penjuru, masih banyak pula yang tetap dalam barisan dan bergerak dalam shaf yang teratur, karena pendukung kebenaran tak akan pernah habis memberikan kader-kader terbaiknya di setiap zaman. Seperti yang dikatakan Robertson Davies “Orang-orang yang luar biasa bertahan dalam situasi yang sangat sulit, dan mereka menjadi semakin luar biasa karena itu” Semoga kita termasuk dalam kumpulan orang-orang luar biasa itu.

Teruslah ikut dalam irama cinta, kerja dan harmoni sampai nada simfoni yang indah tercipta.

Tak ada yang salah dalam pencitraan selama apa yang kita tulis dengan niat dan cara yang benar.

Kututup tulisan sederhana ini dengan mengutip dari pakar nuklir dunia Dr Abdul Kadir Khan,

“Selamanya jangan pernah menyerah, karena Kebenaran lebih tangguh dari senjata apapun”.

Allahu Akbar!

*Tri Joyo Adi… embrio tulisan muncul saat perjalanan pulang antara Cempaka Putih dan Kramat Jati, saat hujan masih basahi jiwa ini, terima kasih hujan, terima kasih Allah.

Apapun Yang Terjadi Kita Tetap Menulis #AYTKTM

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 9,25 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Trijoyo Adi
  • Herman Makmur

    Setuju, pak.

Lihat Juga

Zaid ibn Tsabit, Sang Penulis Wahyu dan Ahli Ilmu Waris