Home / Berita / Internasional / Asia / Negara ASEAN Berpotensi Besar Kembangkan Ekonomi Syariah

Negara ASEAN Berpotensi Besar Kembangkan Ekonomi Syariah

Aseandakwatuna.com – Manila.  “Ada banyak peluang yang dimiliki oleh negara-negara ASEAN untuk memajukan ekonomi syariah di mana industri halal dapat berkembang dengan pesat di wilayah ini,” jelas Muhammad Zubair Mughal, CEO Al-Huda Center of Islamic Banking and Economics.

Pernyataan ini disampaikan Muhammad Zubair Mughal dalam acara “First National Halal Forum” di Manila yang diselenggarakan oleh Departemen Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, pemerintah Filipina yang bertempat di hotel Shangri-La Makati, 29-30 Oktober 2013. Acara ini bertujuan untuk mengembangkan industri halal dan keuangan syariah ke ranah regional dan internasional.

Dalam sambutannya di forum tersebut, ia menyatakan bahwa ekonomi syariah dan industri halal saling melengkapi satu sama lain. UMKM misalnya, dapat disinergikan dengan salah satu institusi dalam ekonomi syariah yaitu lembaga keuangan mikro syariah. Konsep ini dan perpaduan antara keduanya dapat mengurangi kemiskinan dan menumbuhkan kesejahteraan di negara-negara ASEAN.

Ia menyajikan sebuah analisis terhadap negara-negara ASEAN seperti Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam, Myanmar dan Singapore. Menurut data yang ada, total populasi di negara ASEAN adalah 600 juta jiwa dengan 40% diantaranya (sekitar 240 juta) adalah muslim. Ini merupakan indikator yang potensial bagi pertumbuhan keuangan syariah di Malaysia, Indonesia dan Brunei Darussalaam yang sudah memiliki kontribusi signifikan seperti bank syariah, asuransi syariah, dan sukuk. Sedangkan Filipina dan Thailand merupakan pasar yang potensial untuk perkembangan ekonomi syariah selanjutnya.

“Ekonomi syariah adalah sebuah sistem, bukan sebuah agama. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah dapat diaplikasikan oleh muslim maupun non-muslim untuk mendapatkan keuntungan yang mutlak dari pelayanan perbankan syariah dan lembaga keuangan syariah lainnya. Sebagai contoh yang baik adalah negara Afrika Selatan yang memiliki populasi Muslim kurang dari 2% namun memiliki lebih dari 5 Bank Umum Syariah, 13 Islamic Funds, dan 2 Perusahaan Asuransi Syariah yang sudah memiliki nama di kalangan muslim maupun non muslim dikarenakan pelayanan mereka yang baik.” Jelasnya. (mes/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ilustrasi. (cikalnews.com)

Ruang Lingkup Audit Syariah di Negara Berkembang

Figure
Organization