Home / Berita / Internasional / Afrika / Pledoi Ini Bersejarah Karena Membuat Hakim Kudeta Menangis

Pledoi Ini Bersejarah Karena Membuat Hakim Kudeta Menangis

Suasana setelah persidangan (klmty)
Suasana setelah persidangan (klmty)

dakwatuna.com – Kairo. Sangat mengejutkan, seorang dokter dari Ikhwanul Muslimin yang saat ini ditahan penguasa kudeta membacakan pledoinya, dan membuat para hakim menangis. Tapi yang lebih mengejutkan lagi adalah keputusan hakim setelah pledoi tersebut.

Dalam persidangan yang kedelapan, dr. Muhammad Abu Zaid membacakan pledoi untuk membela dirinya dal beberapa orang anggota Ikhwanul Muslimin yang dikenakan tuduhan yang sama. Berikut isinya:

“Aku perkenalkan diriku. Namaku Muhammad Sayid Abu Zaid. Aku bekerja sebagai dokter pembiusan di kota Benha. Aku meraih bachellor kedokteran dari Universitas Manufiyah. Sebenarnya, bulan ini in sya’a Allah aku akan mengikuti ujian pasca sarjanaku.

Aku juga pernah mendapat juara dua dalam sebuah perlombaan hafalan Al-Qur’an tingkat nasional. Selain itu aku juga mempunyai tiga ijazah hafalan Al-Qur’an.

Saat ini aku berada di sini sudah lebih dari 100 hari, tidur di lantai. Keadaanku sama dengan para tahanan yang lain di Mesir. Orang-orang terbaik di Mesir saat ini banyak yang tidur di lantai.

Kami semua ditangkap militer dan polisi dalam aksi penangkapan yang brutal dan tidak terencana. Tapi walaupun begitu, yang terjadi sungguh aneh, penangkapan itu telah memasukkan dokter, insinyur, apoteker, guru qira’at Al-Qur’an, para penghafal Al-Qur’an berkumpul di satu sel tahanan yang sama. Ini merupakan ketidak-sengajaan yang memuliakan kami.

Kelompok kami harus menghadapi 13 tuduhan yang tertulis di BAP. Satu tuduhan saja sebenarnya hanya bisa dilakukan oleh orang yang benar-benar jahat. Orang yang mempunyai masa lalu yang kelam dalam dunia kejahatan. Namun kami yang mempunyai asal-usul seperti saya sebutkan di atas harus menghadapi 13 tuduhan.

Dalam kelompok kami ada 3 orang yang menderita sakit jantung, satu di antaranya baru saja menjalani operasi pembedahan. Ada satu orang yang menderita diabetes, sebenarnya sehari-harinya dia harus mengonsumsi obat-obatan kalau mau hidup lebih normal. Ada juga dua orang yang baru menjalani operasi pembedahan tulang belakang.

Hakim yang kami muliakan, ini adalah kali kedelapan kami hadir di depan majelis hakim dan jaksa. Sebenarnya persidangan-persidangan yang telah lewat benar-benar memberikan pukulan yang berat bagi kami, dan membuat citra buruk hakim di mata kami.

Dulu peradilan kami yakini sebagai profesi yang mulia, sama seperti profesi kedokteran yang kujalani. Tapi kenapa para hakim dan jaksa saat ini terlihat tidak bebas, mereka hanya menerima perintah dari penguasa di atas?

Kalau aku membuat sakit seorang pasien karena kesalahanku dalam mengobatinya, walaupun tidak sengaja, aku akan merasa menyesal sekali. Aku akan merasa berdosa, dan mungkin tidak bisa tidur beberapa malam. Tapi kenapa, 29 orang tahanan ini harus tidur di lantai lebih dari 100 hari, sedangkan para hakim dan orang-orang yang menangkap mereka sama sekali tidak merasa bersalah atau sedih. Padahal orang-orang ini ditangkap tanpa melakukan kesalahan sama sekali. Mereka hanya memiliki pandangan politik yang berbeda saja. Kalau pun mereka tidak memiliki pandangan politik ini, tentu mereka tidak akan berada di sini.

Sudah banyak sekali persidangan kami jalani, dan kami masih saja di sini. Tapi kami ingin memberitahukan, bukan menakut-nakuti bahwa setiap malam kami selalu menghujani… (hakim bertanya, “Apa maksud menghujani?”). Kami menghujani semua orang yang telah menyebabkan kami di sini dengan doa-doa laknat. Orang-orang itu, rekan-rekannya yang terlibat, bahkan keluarga dan anak-anaknya. Karena kami yakin kami ini benar. Kami yakin kami adalah orang-orang yang dizhalimi. Dan doa-doa orang yang terzhalimi pasti akan dikabulkan oleh Allah swt. Kami sungguh heran kenapa kalian benar-benar berani kepada Allah swt. Bukankah kalian tahu bahwa kalian akan dibangkitkan di akhirat? Bukankah kalian tahu bahwa kalian akan dibangkitkan di akhirat? Bukankah kalian tahu bahwa kalian akan dibangkitkan di akhirat?

Hakim yang kali muliakan, sudah lebih dari 3 bulan kami hidup bersama kriminalis. Setiap hari kami mendengar bagaimana percakapan-percakapan mereka. Mereka kelihatan begitu tenang karena mereka memiliki koneksi hakim, pengacara dan sebagainya. Dan benar, beberapa hari kemudian mereka keluar. Mereka membayar ini dan itu. Tetangga kami beberapa kali berganti, tapi kami tetap ada di dalam penjara.

Kami ingatkan kalian akan kekuasaan Allah swt. Kami ingatkan kalian akan hak orang-orang yang kalian penjarakan. Pemeriksaan kami sudah selesai dari dulu. Tuduhan-tuduhan yang dikenakan kepada kami tidak mempunyai bukti sama sekali.

Ini salah satu di antara kami, Syihab, umurnya bari 16 tahun. Dia pelajar SLTA yang berprestasi, ayahnya seorang dosen. Umur anak ini kami kira seperti anak-anak kalian. Hasbunallahu Wani’mal Wakil…

Pembacaan pledoi ini selesai. Pengacara menyetop dan menenangkan dr. Muhammad karena terlihat para hakim berlinang air mata.

Kemudian hakim berkata banyak dan dengan nada yang tinggi membuktikan bahwa dirinya bebas, tidak ada tekanan dari pihak manapun dalam memutuskan perkara. Bahwa memvonis bebas ataupun memenjarakan para tahanan tidak ada bedanya bagi dirinya. Karena dirinya hanya takut kepada Allah swt. Maka para tahanan pun menjawab bahwa itulah yang mereka harapkan.

Persidangan pun ditutup, dan ternyata di esok harinya baru diketahui bahwa air mata hakim itu hanyalah bohong belaka, bahwa rasa takut kepada Allah swt. hanyalah di lisannya saja. Karena hakim memutuskan memperpanjang masa tahanan 45 hari lagi. Para tahanan bersyukur, setidaknya pledoi itu telah meringankan perasaan terzhalimi mereka. Mereka telah mengungkapkan isi hari mereka. (msa/dakwatuna/klmty)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (96 votes, average: 8,92 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir
  • Hamba Allah

    Saya doakan mudah-mudahan mereka dibebaskan jika tidak bersalah. Dan semoga mereka kuat menahan ujian. Itulah ujian bagi orang-orang yang memperjuangkan apa yang ia perjuangkan. Bahkan Imam Abu Hanifah di penjara dan meninggal didalam penjara hanya karena tidak mau jadi hakim.

    tapi ada sebuah kesimpulan yang dipaksakan didalam berita itu yaitu:
    penulis berkata: “ternyata di esok harinya baru diketahui bahwa air mata hakim itu
    hanyalah bohong belaka, bahwa rasa takut kepada Allah swt. hanyalah di
    lisannya saja”.

    dalil/buktinya:
    “Karena hakim memutuskan memperpanjang masa tahanan 45 hari lagi”.

    Sebuah ISTIDLAL yang salah kaprah. Apa perpanjangan tahanan itu membuktikan kebohongan hakim? tidak serta merta… Jadi jika ingin membuktikan bahwa hakim bohong maka harus memberikan dalil yang lebih kuat.

    • Abu Kayyis

      Kira-kira kalau Bang Hamba Allah ini menangis dan mengaku menyesal berbuat dosa besar kepada Allah, kemudian keesokan harinya Abang melakukan dosa besar itu kembali, apakah itu bukan kebohongan?

      • Hamba Allah

        Memperpanjang tahanan itu dosa besar ya?

        kalau LHI masa tahanannnya di perpanjang karena hal-hal tertentu yang berhubungan dengan proses pengadilan, apakah itu dosa besar??

        • Novan

          Jikalau sudah vonis BEBAS..maka tidak ada lagi embel² di belakangnya pak…maafkan bila saya salah….

          • Ahmad Irumisan

            maaf, tp bukankah itu trmasuk dalam ciri2 sifat munafik (jika ia berjanji ia ingkar, atau jika ia berkata ia dusta)?

          • Hamba Allah

            Jika berjanji ia ingkar dan jika berkata ia dusta, itu diantara ciri2x orang munafik, tapi disini siapa yang begitu?

            Kita harus menghormati pengadilan. Kita lihat gimana ketika ali bin Abi Thalib melihat baju perangnya yang hilang, berada ditangan seorang Yahudi. dia yakin seyakin2x itu baju perangnya. Terus dia angkat kepengadilan. Hakim minta saksi, dan ali mendatangkan anaknya. Hakim mengatakan: saya tidak menerima kesaksian keluarga”. hingga Ali bin Abi Thalib kalah di pengadilan padahal itu betul2x miliknya. tapi ia tidak protes, ribut, atau mengambil paksa dari yahudi padahal dia itu Khalifah.

            Maka, menurut saya, silahkan pemerintah mesir (polisi) dilawan di pengadilan, semampu mungkin.

          • Ummu Fagazi

            Doakan saja semoga Alloh menunjukkan bahwa kebenaran itu benar dan yang salah itu adalah salah…….karena hanya pengadilan Alloh yang benar-benar adil…..

          • Hamba Allah

            Jika menunggu pengadilan Allah, maka saat ini harus banyak sabar.. Tidak seperti orang sebelah yang mati2x melaknat, orang lain, padahal keluarga korban saja tidak sampai segitunya melaknat.. sabar-saba dan sabar

          • NoName

            sok tau ama keluarga korban aja bang.

        • Abu Kayyis

          Bang, menurutku bisa termasuk dosa besar, karena menahan orang-orang yang tidak bersalah (tanpa alasan, dengan tuduhan yang dibuat2, di tempat seperti yang digambarkan di atas) termasuk kezaliman…

          Rasulullah Saw. bersabda: الظلم ظلمات يوم القيامة.
          “Kezaliman itu adalah kegelapan yang berlipat-lipat kelak di akhirat.”

          Allah berfirman dalam hadist qudsi:
          “Saya telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku. Maka, saya juga haramkan kezaliman tersebut atas sesama kalian (manusia). MAka, janganlah kalian saling menzalimi.”

          • Hamba Allah

            Bro…. yang menahan itu kan pihak aparat yang berwewang.
            Sebagai contoh. LHI ditangkap KPK, di KPK sudah ada bukti, namun masih kurang, akhirnya hakim memperpanjang waktu penahanan atau menunda persidangan, untuk melengkapi bukti2x. saya kira itu normal, dan biasa terjadi. adapun jika tidak ada bukti terus mereka sengaja perpanjang untuk menzalimi, maka itu masalah hati mereka ane ngak tahu.

            yang saya komenteri bukan dilihat dari segi zalim atau tidak..
            tetapi dari segi istidlah yang ada di berita itu.

            penulis berkata: “ternyata di esok harinya baru diketahui bahwa air mata hakim itu hanyalah bohong belaka, bahwa rasa takut kepada Allah swt. hanyalah di lisannya saja”.

            dalil/buktinya:
            “Karena hakim memutuskan memperpanjang masa tahanan 45 hari lagi”.

            karena perpanjangan tahana tidak secara otomatis menunjukkan kezaliman. Karena ada sebab2x lain dimana hakim terpaksa untuk memperpanjang masa tahanan. meski ini juga bisa saja menunjukkan kezaliman, jadi punya dua kemungkinan, dengan demikian butuh dalil lain untuk memperkuat klaim. Sekali lagi saya hanya mengomentari tentang cara istidlal diatas, yang menurut saya tidak beres atau dengan kata lain, kurang tepat

    • Rudyno Nasrial

      Anda cari2 aja berita aslinya di situs klmty(dot)net/40610-…….(dot)html. Hape saya kurang canggih ga seperti hape anda yang bisa bahasa arab jadi ga bisa utuh copy linknya dalam titik-titik aja, tapi coba cari aja yang indeks 40610. Kalau kita baca redaksi menterjemahkan berita dalam bahasa arab. Coba baca dua paragraf terakhir. Salah satu Potongan kaanat kaadzibat wa ‘anhu khoufun(m) minallah, diartikan tekstual adalah bohong rasa takut mereka pada Allah. Dua paragraf terakhir Itu memang opini redaksi tapi opini redaksi sana KLMTY. Disitu juga ada info memperpanjang tahanan 45 hari. Begitu juga opini dua paragraf terakhir terjemahan cukup selaras dg dua paragraf terakhir berita asli dari KLMTY, atau anda klarifikasi langsung aja dengan redaksi situs ini.
      Secara psikologis, orang hanya menangis ketika perasaan tertekan atau terharu dalam hal ini tertekan pada militer, anda tahu sebelumnya banyak hakim memutuskan mundur ketika disuruh mengadili mursi, hingga akhirnya yang mengadili yang memang dari dulu bersebrangan politik dengan mursi, jadi ini pengadilan politik, Bukan pengadilan kriminal atau kejahatan. Jadi mending anda debat aja redaksi KLMTY. Redaksi KLMTY menyimpulkan itu bohong karena mereka bisa melihat hakim dalam tekanan hingga menangis, padahal di paragraf kedua dari bawah hakim sempat bilang hanya takut pada Allah setelah sempat menangis mendengar pembelaan terdakwa yah mungkin karena merasa terpojok atau terpanggil, tapi pada akhirnya mereka hanya bisa memperpanjang masa tahanan 45 hari untuk mencari2 bukti mungkin. Anda bandingkan dengan LHI ya ga apple to apple lah, meskipun ada yang bilang konspirasi kalau kita mau coba mengikut jalur pikir orang pks maka setidaknya konspirasi itu dilakukan dengan halus oleh lawan2 politik pks yaitu sekuler, lagian LHI cuma presiden partai bukan presiden mesir kayak mursi. Dan Ga kayak mesir yang sekuler ekstrim sampe kudeta, itu bodoh namanya. Silahkan mau goyang lawan politik cuma caranya elegan, ga bawa2 militer, akhirnya diteken lagi sama militer, yg kacau dibawah jadinya.

      • Hamba Allah

        saya rasa, yang saya komentari sangat jelas bro.. Saya tidak menyinggung itu kezaliman atau bukan, dan itu pengadilan politik atau bukan, dan mereka itu korban itu atau bukan.dll..

        Saya hanya mengomentari cara pengambilan kesimpulannya.
        penulis berkata: “ternyata di esok harinya baru diketahui bahwa air mata hakim itu hanyalah bohong belaka, bahwa rasa takut kepada Allah swt. hanyalah di lisannya saja”.

        dalil/buktinya:
        “Karena hakim memutuskan memperpanjang masa tahanan 45 hari lagi”.

        Memperpanjang masa tahanan memiliki banyak kemungkinan:
        1. Hakim benar2x zalim…
        2. atau BUkti masih kurang, jadi di tunda dan harus di perpanjang.
        dalam kaidah dikatakan:
        ما تطرق إليه الاحتمال بطل به الاستدلال

        Oleh karena itu saya katakan diatas: Jadi jika ingin membuktikan bahwa hakim bohong maka harus memberikan dalil yang lebih kuat.

        kan begitu bro..cuma sebagian teman2x yang mengomentari komentar saya, mereka salah memahami.

        • Rudyno Nasrial

          Dan sayapun juga mengomentari masalah hakim bohong sbgmana anda tulis,sampe saya tulis sumber dari klmty. Wajar org salah paham,karena anda jauh masuk ke substansi. Redaksi hanya menterjemahkan berita dari klmty. Saya juga nanggapnya anda mengatakan masalah hakim bohong itu hanya opini redaksi dakwatuna,padahal itu berita terjemahan yg memang ada opini dari redaksi aslinya. Jadi mending anda tanya LANGSUNG dg redaksi klmty yg meliput langsung di persidangan bgmana mrk bisa menyimpulkan dua paragraf terakhir. Kalo anda baca berita yg dikontrol militer kudeta maka mereka hanya bilang pengadilan berlangsung beberapa saat dan masa tahanan diperpanjang,mrk ga berani membahas para qadhi menangis di persidangan. Bro, orang2 tsb bisa disidang karena militer ikut campur,padahal militer seharusnya mengamankan pejabat negara. Mana ada pengadilan TANGKAP dulu baru cari BUKTInya,anda mau digituin?? Menghasut kekerasan?? Duh tuduhan pasal karet dan itupun diopinikan setelah militer assisi kudeta,apa sebelumnya ada militer ngmg gitu? Disitulah kezhalimannya. Persidangan mursi dan para penolak kudeta baiK dari IM ataupun bukan ini hanya dagelan,bukti langsung dibacain,begitu dibantah langsung memutuskan sidang ditunda. Jangan bandingin dg kasus LHI,terlepas dari masalah konspirasi,yg mengadili dari pemerintahan sah,bukan hakim dari hasil kudeta. Bro,kejadian mesir ini membuat sekuler kegirangan termasuk di negara kita. Apa anda menasehati juga forum sekuler yg seneng bgt liat mesir dan menjadi alasan tambahan mereka membully gerakan islam termasuk pks?? Di mesir,Meski ada kelompok islamis yg mendukung kudeta,tapi tetap mayoritas islamis mendukung mursi termasuk partai waton dari salafi (nah salafi aja bikin partai lebih dari satu,selain ini juga masi ada lagi pula),yg suaranya di parlemen hampir dua puluh persen juga kalo ga salah. Dan kenyataannya,pemimpin kudeta ini adalah SEKULER militer,bagaimana bisa ada kelompok yg ingin menegakkan islam tapi mau dicokoki lagi sama sekuler dan militer pula,tapi anehnya ga suka sama sekuler.

    • Sejuki

      Istidlal salah kaprahnya dimana boss??? Wong para hakim itu tau kok bhw tuduhan terhadap para tersangka tsb bukan karena pidana tapi politis, bukti sangkaan pidananya gak ada, dan memang gak ada. Mau dipaksakan yg gimana lagi?

      Mestinya bukan perpanjangan masa penahanan yg dilakukan oleh para Hakim tsb, tetapi vonis bebas terhadap para tersangka karena memang gak ada bukti.

      Lhaaaa….. Itu militer yg jelas-jelas ngebunuhin 5.000 lebih para demonstran dg
      cara amat brutal kok malah gak diadili? Padahal gak perlu pembuktian lagi. Videonya banyak kok beredar.

      Yg bukti pidananya gak ada, diadili. Yg bukti pidananya sudah jelas ada dan bahkan
      telanjang disaksikan oleh seluruh mata dunia, eh malah gak diadili. Katanya hanya takut pada Allah saw. Hmmm…… Nampak sekali sifat munafiknya.

      Tangisan air mata buaya…!

      • Hamba Allah

        saya rasa yang saya komentari jelas dan tegas. jika anda faham masalah istidlal, anda akan memahaminya.

        Pembunuhan 5000 demonstran. Kelihatannya kamu tahu bangat dengan jumlah korban, pembunuhnya, dan seluruh bukti2xnya. yang jadi pertanyaan saya, kenapa kamu masih diam di depan komputer, atau duduk dirumah? kenapa kamu tidak langsung angkat itu kepengadilan di mesir, atau di pengadilan internasional? kenapa masih diam? jika senadainya saya punya bukti, tentu akan saya laporkan. loh kamu yang sudah punya bukti masih diam aja. terus teriak2x di sono,,,, itu ngak menyelesaikan permaslaahan bro. Itu akan selesai, jika kamu menyodorkan bukti2x itu ke pengadilan internasional, itu jiika kamu sudah tidak percaya dengan hakim mesir. kan gitu beres jadinya.. CEPETAN…di laporkan.

        • Sejuki

          Makanya jangan sok pake istilah-istilah segala. Bilang saja bhw ISTIDLAL itu adalah penentuan atau pengambilan dalil suatu masalah utamanya menyangkut bidang hukum. Ngomong kok pake istilah-istilah, tapi sok menilai orang lain gak ngerti istilah. Apa cuman ente doang yg ngerti ttg istilah ISTIDLAL? Hmmm…. sombong amat.

          Itu Hakim-hakim keblenger yg sudah jelas-jelas mengalirkan air mata buaya, kok dibela? Jelas-jelas berhati busuk bahkan bersikap munafik, kok didukung? Udah jelas-jelas mengadili orang yg gak ada bukti pidananya, tapi menutup mata dg adanya fakta pembantaian brutal para demonstran oleh Militer, menutup mata adanya kudeta yg jelas salah secara politik apalagi secara hukum, kok dibanggakan? Aneh…… Tapi ngomong ttg masalah agama sok pinternya minta ampun. Bukannya mengutuk sikap Hakim yg arogan dan zhalim, eh kok malah mendukungnya. Hmmm….. Sikap seorang muslim yg bener-bener jauh panggang dari api.

          Ttg pembantaian brutal para demonstran oleh Militer sehingga mengakibatkan 5.000 lebih nyawa melayang (belum lagi yg meninggal di penjara karena mengalami penyiksaan) emang itu gak ada datanya ya? Posko kesehatan utk menampung para korban penembakan yg secara telanjang terang-benderang kemudian dibolduzer dan dibakar oleh Militer (sudah ditembak, dibuldozer lalu dibakar lagi) itu bukan fakta ya? Orang lagi sholat di Masjid dan ditembakin, itu berita bohong ya? Orang yg gak mendukung kudeta, lalu ditangkapin dan dijebloskan ke penjara, itu hanya isapan jempol ya? Ribuan orang pendukung Dr. Mursi dipenjarakan tanpa alasan yg jelas hanya karena menentang kudeta itu hanya kabar burung ya? Emang ulah militer yg sudah berubah jadi monster-monster pembunuh rakyatnya sendiri dg persenjataan modern yg justeru dibeli dari hasil keringat rakyatnya sendiri, itu bukan fakta ya?

          Itu Hakim keblenger, jika merasa tidak mampu menegakkan keadilan, kenapa gak mundur saja, daripada menghadapi pengadilan Allah kelak yg gak bisa disuap-suap lagi? Hallo??? Bilangnya hanya takut kepada Allah, eh prilaku dan sikap hukumnya malah terang-terangan menantang Allah dan Rasul-Nya.

          Para Hakim itu seakan bilang begini: “Wahai Allah, Engkau memang Maha Kuasa, juga Maha Pengasih dan Maha Penyayang, dan Maha segalanya. Ane berbuat begini kan supaya aman dari kebrutalan Militer. Ane gak sanggup menentang Militer, karena nyawa ane taruhannya. Ane tau persis bhw tuduhan kepada para tersangka itu dibuat-buat, gak ada bukti pidananya sama sekali, makanya ane coba perpanjang lagi 45 hari ke depan, dg harapan ditemukan bukti pendukungnya. Tapi ane juga gak yakin bhw setelah 45 hari ke depan, bukti itu akan ada. Ane juga kasihan pada para tersangka, makanya ane gak bisa menahan air mata ketika salah satu dari mereka menyampaikan pledoinya, tapi ane juga gak sanggup menghadapi Militer yg ganas-ganas dan sudah mengubah fungsinya menjadi monster-monster penghisap darah yg amat mengerikan itu. Untuk urusan kepada Engkau, kan gampang, ane tinggal taubat saja nanti dg Taubatan Nashuha, bukankah Engkau itu Maha Penerima taubat, wahai Zat yg Maha Bijaksana. Mudah sekali kan ya Allah?”

          Begitulah kira-kira gumam para Hakim Keblenger tsb dalam hatinya. Lho, Allah kok didikte???

          • Hamba Allah

            Komen saya tentang istidlah bukan untuk anda, tapi untuk yang sudah faham. Jadi tidak perlu saya sebutkan defenisinya atau menjelaskan makna perkata. Maaf bukan untuk orang seperti anda..

            langsung aja bro…laporkan ke pengadilan mana saja yang kamu suka…. kamu lapor kesaya, tetap aja ngak ada gunanya., karena saya bukan hakim maupun pemerintah… Laporin aja….

            Kalau ngak mampu untuk melaporkan, maka berdoa saja. dan sabar. itu lebih baik…

          • Sejuki

            Do’a itu pasti, tapi sikap juga harus jelas pada memihak kemana. Pengadilan itu tidak sah karena dikendalikan oleh Pemerintah hasil kudeta yg juga tidak sah. Tapi para Hakim itu ngakunya hanya takut kepada Allah. Pengadilan yg model gini yg ente bela? Sudah tidak sah, zhalim lagi. Memihak kepada yg tidak sah apalagi jelas-jelas telah berlaku zhalim, berarti isi kepalanya sudah korslet.

            Isi kepala yg sudah korslet, tapi masih punya muka utk bicara ttg kebenaran, apalagi bawa-bawa nama Allah? Hmmm…..

          • Hamba Allah

            Emang RUKUN dan SYARAT SYAHNYA pengadilan itu apa?
            menurut apa itu syarat syah pengadilan? UUD mesir? UU internasional? Undang2x islam?

          • Sejuki

            Bener-bener pertanyaan yg amat bodoh bin blo’on. Begitulah kalo isi otak sudah korslet, yg mestinya gak perlu dipertanyakan, dipertanyakan. Syarat dan Rukun suatu Pengadilan itu, ya utk menegakkan KEBENARAN dan KEADILAN, berlaku adil utk semua pihak tanpa pandang bulu. Emang Pengadilan utk menegakkan apa selain KEBENARAN dan KEADILAN? Pengadilan berfungsi utk menegakkan kebenaran dan keadilan dg sebenar-benarnya dan seadil-adilnya, itu sudah standard umum. Gimana mungkin orang yg tidak bersalah lalu ditangkap dg tuduhan yg gak jelas, tidak diadili (karena memang buktinya gak ada) tapi malah kemudian diperpanjang lagi masa penahanannya 45 hari ke depan dg ruangan tahanan yg juga gak layak sebagai tahanan? Gimana mungkin? Itu kan jelas AMAT ZHALIM namanya. Mestinya vonis bebas dong.

            Lalu apa mestinya yg harus dilakukan oleh pihak Pengadilan? Itu gampang saja kok (jika memang mereka benar-benar ingin menegakkan kebenaran dan keadilan dg dasar utamanya TAKUT hanya kepada Allah semata), yaitu LAKUKAN AKSI MOGOK MASSAL, dilengkapi dg orasi : “KAMI TIDAK AKAN MUNGKIN BERLAKU BENAR DAN ADIL SEBELUM KEKUASAAN DIKEMBALIKAN KE PEMERINTAHAN YG SAH HASIL PEMILU PILIHAN RAKYAT MESIR. TANPA ITU KAMI TIDAK AKAN MUNGKIN BERSIKAP DAN BERLAKU ADIL. TANGGUNG JAWAB KAMI BUKAN SEMATA DI DUNIA SAJA, TAPI JUGA YG LEBIH PENTING LAGI ADALAH TANGGUNG KAMI DI HADAPAN ALLAH DI AKHIRAT KELAK. KAMI TIDAK INGIN MENDAPAT AZAB ALLAH HANYA GARA-GARA KAMI BERLAKU TIDAK BENAR DAN TIDAK ADIL”.

            Itulah sikap yg benar mestinya yg harus diperlihatkan oleh pihak Pengadilan Mesir, jika memang benar mereka itu ingin menegakkan kebenaran dan keadilan dg berdasar pada hanya takut kepada Allah semata.

            Selesai kan sudah jika itu yg mereka (Pengadilan) lakukan?

          • Hamba Allah

            Seseorang dikatakan tidak bersalah jika sudah ada keputusan pengadilan bahwa ia tidak bersalah. Selagi masih dalam proses pengadilan, maka masih berstatus tersangka, dengan tetap memiliki asas praduga tak bersalah.

          • Sejuki

            Azas praduka tak bersalah itu berlaku dalam kondisi normal. Ane setuju.

            Tapi, gimana mungkin dalam kasus ini, azas tsb bisa diterapkan? Dalam kondisi normal saja, azas tsb tidak bisa diterapkan jika dalam prakteknya orang ditangkap dulu, kemudian baru dicari-cari kesalahannya, dan kalo kesalahannya gak ketemu, diperpanjang lagi masa tahanannya. Gimana lagi, jika kondisinya abnormal kayak yg terjadi di Mesir (kebenaran dan keadilan telah diinjak-injak, dan yg nginjak-nginjak justeru Militer, Polisi, dan para penegak hukum itu sendiri)? Kalo seandainyta hal tsb menimpa ente, kira-kira ente mau gak?

            Otak ente kan sudah korslet, kok masih punya muka utk bicara ttg kebenaran hukum dalam konteks ini? Hallo?????

          • Hamba Allah

            Jika demikian, anda punya beberapa solusi.
            1. Angkat senjata, tapi perang harus jantan. Jangan ngebom dan membunuh orang sembarangan disaat lengah. Umumkan perang. Jangan seperti teroris kemarin, yang menunggu anak2x wajib militer pulang untuk libur 3 bis, tiba2x orang “gila” datang dengan mobil pribadi, menambrakkan mobilnya ke bis anak2x wajib militer, dan meledakkan dirinya, hingga orang “gila” itu mati, dan 7 orang tentara meninggal dunia dan 37an luka-luka. Kenapa orang yang tidak bersenjata, anak2x saudaranya sendiri, ia bunuh, padahal ia berada di perbatasan Mesir-Israel. kenapa ngak meledakkan diri di israel saja. Aneh.. Jadi umumkan perang.

            2. Laporkan ke Mahkamah internasional.

            3. Diam saja, didik anak dan saudaramu agar menjadi orang baik, dan sabar.

            4. kalau dari 1-3 tidak bisa Anda lakukan, maka bunuh diri saja, biar ketemu malaikat malik di neraka.

            hohohoo

        • Rudyno Nasrial

          Sedang disodorkan sama IM ke pengadilan internasional. Tapi malah dituduh melibatkan asing,silahkan baca berita. Lah assisi bawa2 kontingen unieropa untuk membujuk mursi itu ga bawa2 asing apa??

          • Hamba Allah

            kayaknya buktinya si sejuki lebih banyak daripada IM…sudah lengkap kayaknya…. biar dia aja yang laporin..haha

          • Sejuki

            Semua orang yg ngikutin dari sejak awal perkembangan Mesir pasti punya bukti, apalagi yg terlibat langsung di sana, tapi tidak punya daya selain hanya berdo’a dan demo (termasuk lewat tulisan seperti yg terjadi disini).

            Kebrutalan Militer Mesir sudah diajukan ke Pengadilan Internasional, namun hingga kini gak jelas perkembangannya. Apalah lagi suaranya Sejuki, Rudyno Nasrial, atau siapapun. Tapi setidaknya ane sudah bersikap benar yg Insya Allah sikap ane ini semata karena Allah swt bukan karena nafsu membabi-buta sebagaimana yg telah ente perlihatkan selama ini. Sudah salah, ngotot lagi. Sempurnalah sudah korsletnya.

  • Semoga Allah memberikan ketabahan bagi saudara-saudara kita yang difitnah dan memberikan kutukan yang Maha Dahsyat Bagi hakim yang Dzolim… Amin

  • sandy

    tuh para hakim paling bentar lagi pada bunuh diri,

    • Hamba Allah

      Mereka tidak akan bunuh diri…. karena yang bisanya bunuh diri itu pelaku bom bunur diri, yang meledakkan diri demi sesuatu.

  • Ahmad Irumisan

    berat pikiran di hakim, ktika dia dihadapkn pada kondisi td, mngkin saja dia diancam akn dbunuh kluarganya, atau diriny akan dimasukkan k penjara sm sperti mreka oleh penguasa tk bertanggungjawab. Realita saat ini begitu sulit menggengaam amanah layakny menggenggam batubara di tangan

  • Xuaib Xultan

    Tekanan
    yang kuat jangan membuatmu takut menegakkan keadilan wahai para hakim.
    Kenapa engkau tidak bisa bersikap tegas meski di depan Fir’aun,
    sebagaimana tegasnya penyihir-penyihir itu mengakui kerasulan Musa a.s
    setelah jelas kebenaran di depan mereka ? Pray for Mursyi.

  • Menjadi seorang Hakim itu kaki kirinya langsung menginjak neraka, dan kaki kanannya langsung menginjak surga.

    dalam artian nasibnya dia di akhirat kelak ditentukan oleh putusan yang ia keluarkan, kalau ternyata dia berbuat zhalim, membuat keputusan bedasarkan atas uang suap ataupun nepotisme dengan penguasa, maka niscaya kedua kakinya akan berada di neraka, saat dia mati kelak dia akan diperlakukan sama dengan orang-orang kufur.

  • isman

    Hubungi Saya Kalau Ingin Menang……

Lihat Juga

Diskusi Buku: Gerakan Islam Bukan Ancaman