Home / Berita / Opini / Jilbab Hitam Berpena Tajam

Jilbab Hitam Berpena Tajam

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Cuplikan halaman akun "Jilbab Hitam" di Kompasiana. (kompasiana.com)
Cuplikan halaman akun “Jilbab Hitam” di Kompasiana. (kompasiana.com)

dakwatuna.com – Bismillah…

Beberapa hari ini di social media dan Koran lagi heboh mempertanyakan identitas jilbab hitam berpena tajam. Sebelumnya dipanasi tentang bunda putri dan dua ribu persen. Bahkan sampai saat ini masih menggempar si jilbab hitam di mana-mana!!! Para ahli di berbagai bidang atau profesi ikut berkicau dan membuka suara tentang pena tajam si jilbab hitam.

Pena yang digunakan sangat tajam lebih tajam dari silet lebih dahsyat dari goyangan Caesar, lebih heboh dari dandan JU*E, lebih keren dari isu politik lagi trend, dan mengalah isu yang ditangani para KPK sehingga orang pada ingin tahu dan mencari tahu keberadaan jilbab hitam… “Jilbab hitam begitu Ahaiiii”.

Bagi wanita yang memiliki account di social media, harus hati-hati nih memasang foto. Jangan sampai menggunakan jilbab hitam takut menjadi pihak dicurigai kalau pasang photo sebaiknya kerudung merah seperti lagu wali “gadis berkudung merah”. ”Just guyon”.

Oke kita lanjut pembahasan si jilbab hitam!!  Sebenarnya jilbab hitam menulis apa saja sih sehingga beberapa kali petinggi kompas mengklarifikasi bahwa yang bernama jilbab hitam itu bukan eks karyawan tempo. Tulisan jilbab hitam sempat bersinggah di Kompasiana tapi atas dasar apa admin langsung meng-delete tulisan tersebut.

Tentu kita bertanya?? Jika informasi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap elit. Jika informasi tidak benar dan banyak bohongnya. Tentu tulisan tersebut tak akan dihapus dan jika informasi biasa saja dipastikan dibiarin saja tulisan tersebut bermalaman selamanya di Kompasiana. Biasa jadi informasi yang dituliskan oleh jilbab hitam benar adanya…!! Atau bisa jadi ada motif lain tujuan penulisan tersebut!!! Setiap orang bertindak dan beraksi tentu punya tujuan dan maksud. Bahkan ada sebagian masyarakat mempercayai informasi yang ditulis dan tak sedikit pula yang bertanya tentang kebenaran informasi tersebut.

Jika berpikir-pikir dan melihat tulisan yang ditulis oleh wartawan atau orang terbiasa menulis tentu sangat indah, menarik dan selalu mencerahkan seperti ditulis jilbab hitam karena informasi dipaparkan sangat detail, spesifik, dan menggelitik.

Diyakini tidak sembarang orang dibalik account jilbab hitam karena dari cara mengulas data sangat detail dan mencerahkan. Dan tidak sembarang orang yang bisa menganalisa, menjelaskan informasi detail dan informasi rahasia seperti itu… “Siapapun dia harus berterimakasih dan give u smile”.

Karena sebagai penikmat bacaan yang membuka cakrawala, mencerahkan jiwa, dan membuka mata masyarakat. Jadi bisa melihat atau menganalis setiap masalah besar terjadi di negeri ini secara integritas dan dipastikan ada elit lain juga ikut dalam kasus tersebut.  Berharap masih ada lagi jilbab-jilbab lainnya yang berani mengungkap kebenaran, berani menjelaskan masalah rumit di negeri ini dan berani menyelamatkan asset Negara. Tebarkan selalu kebenaran, jangan takut pada sang penguasa tapi takut pada Allah, dan kita menunggu informasi menarik lainnya.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (20 votes, average: 8,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Sholiat Alhanin
Alumni Unpad dan UGM. Berprofesi sebagai Dosen, Penulis Lepas dan Penyiar
  • Saras Setiawan

    Islam mengajarkan kita untuk melakukan cek dan recek suatu informasi agar terhindar dari bahaya menyebarkan fitnah. Jangan karena berakun kata JILBAB lalu kita mengamininya.

    • Rudyno Nasrial

      Yup betul tapi kenapa KOMPAS ga mau recheck langsung si penulis jilbab itu? Bukankah si jilbab hitam itu nulis di kompasiana,artinya bisa saja ditelusuri atau klarifikasi. Alih2 malah kompas menghapusnya. Dan anehnya sebelumnya juga sering tulisan2 yg sifatnya hanya opini pribadi tapi memojokkan suatu pihak tapi gak dihapus sama kompas. Apalagi kalau tulisannya condong menyerang pihak yg berideologi islam (bkn hanya pks loh ya)

      • Masalahnya, sepertinya akun tersebut sepertinya tidak terverifikasi (kalau melihat screenshot di atas). Harus recheck ke mana? Ke siapa?

        Tapi memang segala tulisan sampah (yang isinya hanya sumpah serapah ya) ada baiknya dihapus juga. Ga ada faedahnya sama sekali.

        • Rudyno Nasrial

          Anda uda baca?? Dimana ada sumoah serapah atau caci maki macam mati lu,kwalat lu…baca dulu tulisannya…terlepas benar atau engga….orang itu uda biasa nulis dg bahasa jurnalis investigatif….kagak ada kata2 kotor disitu…

          • Maaf. Dalam hal cek dan ricek, saya menanyakan bagaimana caranya, sedangkan usernya saja tidak terverifikasi.

            Namun dalam hal tulisan sampah, saya mencoba menguatkan pendapat anda tentang tulisan yang memojokkan tanpa dasar yang jelas tapi tidak pernah dihapus admin Kompasiana.

            Yang saya maksud sebagai tulisan sampah itu bukan tulisan yang diposting oleh Jilbab Hitam. Tapi tulisan-tulisan sumpah serapah yang masih bertebaran sampai sekarang dan belum juga ditindak oleh admin Kompasiana. Coba anda jalan-jalan ke kanal bola sebagai contoh. Cukup banyak tulisan yang isinya ga berguna yang dibiarkan begitu saja walau sudah dilaporkan banyak orang.

  • Surya Nugroho

    Terus terang saya merasa mendapat pencerahan dari tulisan si Jilbab Hitam, terlepas dari berapa persen kebenarannya. Kita menjadi semakin kritis jika ada tokoh yang disanujng-sanjung banyak media seolah tanpa cacat, atau ada tokoh, lembaga, organisasi, ormas yang didiskreditkan sedemikian rupa. Bisa jadi hal ini karena PESAN SPONSOR!

Lihat Juga

Hijab, Antara Kewajiban dan Gaya Hidup