Home / Berita / Internasional / Afrika / Demonstran Tolak Pengadilan Balas Dendam

Demonstran Tolak Pengadilan Balas Dendam

Demonstrasi menolak pengadilan balas dendam, Jumat (15/11/2015) kemarin.
Demonstrasi menolak pengadilan balas dendam, Jumat (15/11/2015) kemarin.

dakwatuna.com – Kairo. “Tolak Pengadilan Balas Dendam”, itulah slogan yang diusung demonstrasi yang dilakukan oleh Koalisi Pro-Demokrasi Anti-Kudeta, Jumat (15/11/2013) kemarin. Demonstrasi diadakan di berbagai provonsi.

Dalam pernyataannya, koalisi menyebutkan bahwa bukti keterlibatan peradilan di Mesir dalam terjadinya kudeta di Mesir sudah sangat jelas. Koalisi meminta para elit peradilan agar tidak menyobek pakaian keadilan yang bersih, dan agar menghentikan tindakan-tindakan yang merendahkan martabat peradilan.

Koalisi mencontohkan hal tersebut dengan pengadilan Presiden Mursi dalam kasus terbunuhnya dua orang demonstran di istana Ittihadiyah. Hal itu melanggar konstitusi dalam mengadili seorang presiden. Selain itu, pengadilan hanya membahas kematian dua orang penentang Presiden Mursi, sedangkan kematian pendukung Presiden Mursi yang jauh lebih banyak tidak mendapatkan perhatian.

Contoh yang lain adalah adanya 12 orang mahasiswa Al-Azhar yang divonis 17 tahun penjara dalam kejadian kator Syeikh Al-Azhar. Vonis itu adalah akumulasi tuntutan-tuntutan dalam satu peristiwa yang sama. Padahal banyak keterangan saksi menyebutkan bahwa yang terlibat dalam perusakan kantor Syeikh Al-Azhar adalah para preman, bukan mahasiswa. Penjatuhan vonis seperti ini melanggar undang-undang, dan terlihat ada unsur balas dendam kepada para pendukung Ikhwanul Muslimin.

Vonis 17 tahun ini, menurut Koalisi, adalah malapetaka bagi rakyat Mesir. Tuduhan yang diajukan adalah perusakan, dan itu juga belum terbukti, sedangkan pihak keamanan (polisi dan militer) sudah jelas membunuhi dan menyiksa rakyat, tapi tidak disentuh.

Tiga bulan setelah pembantaian di R4BIA (14/8/2013), Otoritas Forensik Resmi pemerintah menyebutkan bahwa yang meninggal dalam pembantaian di R4BIA adalah 627 orang. Sedangkan jumlah korban meninggal hingga sekarang dari seluruh peristiwa setelah kudeta adalah 989 orang. (msa/dakwatuna/aljazeera)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (11 votes, average: 9,73 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Bayi Ali Saad Dawabsha hendak dikuburkan. (anadolu)

Penguburan Bayi Dawabsha Diiringi Ribuan Pengantar yang Menuntut Balas Dendam