Home / Berita / Internasional / Asia / Al-Qassam: Perang Sengit Menanti Zionis, Jika Tak Hentikan Kekerasan ke Al-Aqsha

Al-Qassam: Perang Sengit Menanti Zionis, Jika Tak Hentikan Kekerasan ke Al-Aqsha

Ilustrasi - Pasukan brigade Izzudin Al-Qassam. (inet)
Ilustrasi – Pasukan brigade Izzudin Al-Qassam. (inet)

dakwatuna.com – Gaza. Komandan Wilayah Gaza di Brigade Izzuddin Al-Qassam, Raed Sa’d memperingatkan penjajah Zionis akan adanya perang sengit menyakitkan jika mereka tidak menghentikan kekerasan dan permusuhannya atas Masjid Al-Aqsha dan kota Al-Quds.

Dalam pernyataan yang dibaca di akhir pameran militer Al-Qassam di Gaza, Kamis (14/11) Sa’d mengatakan, jika usaha penjajah Zionis melecehkan dan menistakan tempat suci Palestina  tidak dihentikan maka kami akan meletusnya pertempuran sengit dan mematikan yang tidak mungkin bisa ditahan oleh Zionis termasuk juga oleh para pembela Zionis.

“Hentikan permusuhan terhadap Al-Aqsha dan Al-Quds. Kami akan marah, bangsa Palestina  marah dan umat Islam juga marah jika kalian tidak menghentikan maka kalian akan menghadapi peperangan yang lebih besar dari apa yang kalian khayalkan.” Tegasnya.

Ia mengisyaratkan, peringatan pertempuran Hijarah Sijjil dilakukan saat melihat usaha Israel menghapus isu Palestina  melalui perundingan ringkih. Parade militer itu sangat menggentarkan, diikuti oleh semua faksi-faksi Palestina untuk persiapan perang ke depan.

Sa’d menegaskan, “Musuh kita, Israel, tidak paham kecuali bahasa jihad dan perlawanan. Israel tidak akan melupakan operasi jihad yang kalian gelar dalam aksi Intifada al-Aqsha. Bersiaplah kalian. Jangan tertipu oleh perundingan yang hanya memberikan kompromi-kompromi dari hak dan prinsip Palestina,”

Ia menambahkan, Israel memanfaatkan kesempatan saat ini untuk melakukan permusuhan dan kekerasan terhadap Al-Aqsha dan membaginya menjadi dua dari sisi waktu dan tempat. Pertempuran Hijarah Sijjil menjadi lembaran kemuliaan dan kemenangan bagi bangsa Palestina.

Selain itu, ia mengingatkan jasa komandan syahid Ahmad Jabri dan Muhammad Homs pengawalnya yang gugur di Jalur Gaza  dan menjadi pemicu awal pertempuran. Itu dianggap Al-Qassam sebagai rambu pertama dalam pertempuran itu. Sementara rambu kedua adalah “peluncuran roket M75”.

Tema Kemenangan

Roket M75 dianggap sebagai tema kemenangan dan batu dari neraka bagi Israel yang menggoncang istana penjajah dan benteng mereka di Tel Aviv dan di Jerusalem. Nama roket itu diambil dari pimpinan Hamas yang gugur Ibrahim Muqadimah untuk mengenang kebesarannya.

M75 murni produk Al-Qossam berkat pertolongan Allah dan mampu menembus kota Israel Tel Aviv, Jerusalem dan Yava.

Elit Al-Qassam menegaskan, kini brigade menjadi lebih kuat menghadapi penjajah Zionis.

Semakin Dekat dengan Pembebasan Al-Quds

Al-Qassam memberikan jaminan kepada bangsa Palestina  bahwa sayap militer itu baik-baik saja dan semakin lama semakin dekat dengan pembebasan Al-Quds. Al-Qassam terus berlatih dan memperbaiki diri, membangun dan menggali untuk bersiap menghadapi penjajah.

Al-Jakbari Simbol Pertukaran Tawanan

Dalam mengenang Al-Jabari, Sa’d menegaskan, syahidnya komandan Al-Qassam adalah symbol perjanjian “Wafa Ahrar”. Karena tawanan Palestina  mengalami pesakitan akibat kekerasan Israel. Karena itu, Al-Qassam berjanji akan membebaskan tawanan Palestina, terutama Mahmud Isa, Hasan Salamah, Abbas Sayyid, Abdullah Barghoti, Ahmad Sadat, Marwan Barghoti, Manshor Syuraim, Nasher Uwais, Tsabit Muradi dan seluruh tawanan Palestina dengan izin Allah.

Ia menegaskan kesabaran Al-Qassam tidak akan lama terhadap blockade Gaza yang kejam. Israel silahkan menunggu jika blockade masih dilanjutkan.  (pip/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (16 votes, average: 9,44 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Sebelum Lengser, Obama Diminta Mantan Presiden AS Ini Akui Negara Palestina