Home / Berita / Nasional / Dua Kampus Islam Target Masuk 500 Universitas Kelas Dunia

Dua Kampus Islam Target Masuk 500 Universitas Kelas Dunia

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (foto: kabartangsel.com)
Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (foto: kabartangsel.com)

dakwatuna.com – Semarang. Hingga saat ini belum ada satupun kampus Islam di Indonesia yang masuk daftar 500 Universitas Top Dunia (World Class University). Kementerian Agama (Kemenag) memroyeksikan dua kampus Islam di bawah mereka untuk masuk ranking bergengsi itu.

Dua kampus yang diproyeksikan itu adalah Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang. Mereka diberi ancar-ancar masuk dalam 500 Universitas Top Dunia paling lambat 12 tahun lagi.

Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Syarif Hidayatullah Sudarnoto Abdul Hakim tampak antusias terhadap penunjukan itu.

“Aman ini penuh tantangan, kami sudah bersiap sejak dini,” katanya disela silaturahmi penerima Djarum Beasiswa Plus di Semarang kemarin.

Dia menuturkan untuk masuk di jajaran kampus top dunia, banyak persyaratannya yang harus dipenuhi. Di antaranya adalah akreditasi instituai atau lembaga. Sudarnoto mengatakan UIN Jakarta merupakan satu diantara sembilan universitas yang telah mendapatkan akreditasi institusi A. Kampus lainnya didominasi dari universitas umum, di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Upaya berikutnya adalah mengajukan akreditasi empat program studi unggulan di jejaring universitas ASEAN (ASEAN University Network/AUN). Di antara programs studi yang bakal didaftarkan akreditasinya ke AUN adalah adalah Sastra Arab. “Kita akan menata semuanya. Mulai dari dosen, mahasiswa, dan kurikulumnya,” ujarnya. Dia menuturkan jika berjalan lancar, akreditasi dari AUN ini akan keluar 2015 nanti.

Upaya lainnya adalah menambah jumlah guru besar atau dosen bergelar profesor. Sudarnoto tidak hafal jumlah guru besar yang ada di UIN Jakarta sast ini. Selain mendongkrak jumlah guru besar, dia mengatakan karya-karya ilmiah para dosen juga harus diterima di komunitas internasional.

Dia menyebutkan, perhitungan tingkat global tidak hanya pada jumlah karya ilmiah yang masuk di jurnal kelas internasional. Tetapi juga seberapa banyak akademisi asing menggunakan karya-karya dosen UIN Jakarta. Sudarnoto mengatakan sudah ada aplikasi jurnal internasional yang bisa merekapitulasinya.

Dia mentakan target menjadi universitas kelas dunia memang dipatok 12 tahun lagi. Tetapi dia optimis dengan kinerja yang serius, target tadi bisa dicapai pada 2020 nanti (7 tahun lagi).

Sudarnoto mengatakan saat ini UIN Malang juga tidak ketinggalan mengejar target ini. “Saat ini kampus nasional yang masuk dalam daftar 500 besar kampus dunia masih kampus umum, seperti ITB dan IPB,”ujarnya.

Menurut Sudarnoto, biaya untuk mengejar target ini sangat besar. Dia mengatakan dana itu tidak hanya bisa ditutup dari anggaran negara (APBN). Untuk itu pihaknya juga akan menjaring dana dari pihak-pihak lain, yang tidak melanggar hukum. Posisi saat ini, masing-masing kampus terus menyusun rencana strategis dan biaya yang dibutuhkan secara detail. (jpnn/ded/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Deddy S

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 5,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sejak kecil menggemari segala jenis masakan. Hingga kini senang membaca dan mengakrabi aksara.
  • Handoko

    MAN JADDA WA JADDA

  • Ashidiq

    lanjutkan uin maliki

Lihat Juga

Ketua Komisi Pemberantasn Korupsi (KPK) Abraham Samad dan Wakil KPK Bambang Widjojanto. (kompas)

Samad: Sejak Awal Saya dan BW Sudah Jadi Target Operasi

Organization