Home / Berita / Internasional / Afrika / Menghangatnya Hubungan Mesir – Rusia, Ada Apa?

Menghangatnya Hubungan Mesir – Rusia, Ada Apa?

Putin dan As-Sisi (inet)
Putin dan As-Sisi (inet)

dakwatuna.com – Kairo. Alexei Navalena, anak muda yang memotori gerakan oposisi di Rusia telah membunyikan tanda bahaya. Selain mengkritik negara-negara yang mendukung kudeta di Mesir, dia juga membeberkan rahasia hubungan negaranya dengan kudeta yang dilakukan As-Sisi di Mesir. Seperti dimuat situs rassd.com, hari ini, Selasa (12/11/2013).

Alexei mengatakan, adalah salah jika ada orang menyangka bahwa masuknya Rusia dalam krisis politik di Mesir adalah untuk membantu para pimpinan kudeta. Itu tidak benar. Banyak orang tidak tahu bahwa penguasa kudeta di Mesir sudah roboh; para pimpinan kudeta sudah tidak bisa lagi memegang kendali. Oleh karena itu, Mesir saat ini menjadi mangsa yang sangat mudah untuk dicaplok para imperialis.

Menurut Alexei, setelah dikucilkan dunia internasional, sebenarnya penguasa kudeta di Mesir siap untuk mengalah. Mereka tidak punya apa-apa lagi yang bisa diberikan selain mengalah.

Saat ini militer Mesir sebenarnya sedang melaksanakan agenda Israel menghabisi rakyatnya. Israel sendiri telah menguasai Terusan Suez, jalur laut paling penting di dunia. Sedangkan Amerika menguasai keputusan-keputusan politik penting di Mesir.

Oleh karena itu, Rusia bergegas ingin mengambil bagiannya. Karena Mesir saat ini adalah negara tanpa pemimpin. Pemimpinnya di penjara, sedangkan rakyatnya di jalanan.

Alexei juga menghubungkan sikap Rusia ini dengan kebangkrutannya di Suriah. Dia mengatakan bahwa jemari Rusia telah terbakar di Suriah. Oleh karena itu, Rusia ingin menggantikan Basyar yang sudah gontai itu dengan As-Sisi, sebagai koalisinya di Timur Tengah.

Diperkirakan, Vladimir Putin akan mengadakan kunjungan ke Kairo bulan November ini. Dia ingin menggantikan Amerika dalam mendukung kudeta. Banyak pengamat juga membaca gejala akan disepakatinya pembangunan pangkalan militer laut, setelah Rusia terancam kehilangan pangkalannya di Thartus, Suriah. Sebagai gantinya, Rusia akan menawarkan bantuan senjata sangat besar ke Mesir. Padahal dari Amerika sendiri, pada bulan Oktober yang lalu, Obama menyatakan akan mengurangi bantuan senjatanya ke militer Mesir. (msa/dakwatuna/rassd)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 8,43 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Kemenangan Trump dan Pengaruhnya Terhadap Mesir