Home / Berita / Internasional / Asia / Menlu AS: Pemukiman Israel di Palestina Ilegal

Menlu AS: Pemukiman Israel di Palestina Ilegal

Pemukiman Israel di Tepi Barat
Pemukiman Israel di Tepi Barat

dakwatuna.com – Betlehem.  Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry menyatakan, pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah Palestina adalah Ilegal. Tidak hanya itu Kerry meyakini perbuatan Israel tidak akan membantu usaha damai Israel dan Palestina yang sedang berjalan.

Komentar Kerry diucapkan saat bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Betlehem. “Izinkan saya mempertegas mengenai posisi AS yang sekarang ada dalam pertimbangan bahwa pemukiman (Israel di Palestina) itu ilegal,” ucap Kerry, seperti dikutip Al Jazeera, Kamis (7/11/2013).

“Saya ingin membuat segalanya menjadi sangat jelas. Tidak pernah ada waktu bagi Palestina untuk setuju (dengan pembangunan pemukiman),” ditambahkan Kerry.

Tidak hanya itu, dijelaskan Kerry sama sekali tidak ada dalam pemikiran Palestina menerima pembangunan pemukiman Israel sebagai imbalan dari jalan proses perdamaian.

Sebelum melakukan pertemuan dengan Abbas, Kerry melakukan kunjungan kepada Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Israel Shimon Peres.

Dalam pertemuan dengan dua tokoh top Israel, Kerry menandakan pembicaraan damai Israel-Palestina akan berlangsung dengan lebih berat dikarenakan kedua pihak harus membuat keputusan sulit dan berkompromi satu sama lain.

PM Netanyahu setelah pertemuan dengan Kerry turut membuat pernyataan yang dapat merusak usaha dialog kedua belah pihak terganggu.

“Saya mengkhawatirkan tentang proses (damai) karena Palestina terus melancarkan hasutan, terus menciptakan krisis palsu, terus menghindar, kabur dari keputusan bersejarah yang dibutuhkan untuk menciptakan perdamaian sesungguhnya,” ujarnya.

Pemukiman yang dipermasalahkan Palestina, dibangun Israel di wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur, dimana wilayah tersebut diinginkan Palestina menjadi bagian negaranya di masa mendatang.

Israel mencaplok wilayah tersebut di tahun 1967 setelah perang Timur Tengah terjadi, tetapi sampai saat ini dunia internasional belum mengakui kedua wilayah tersebut milik Israel. (okezone/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 1,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Talk Show Palestine Solidarity Day di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (aspacpalestine.com)

Bersama ASPAC, UIN Syarif Hidayatullah Gelar Seminar 69 Tahun Pembagian Palestina