Home / Berita / Nasional / Pengacara Fathanah: Jangan Karena Fathanah Salah, Lantas Pak Luthfi Juga Salah

Pengacara Fathanah: Jangan Karena Fathanah Salah, Lantas Pak Luthfi Juga Salah

Ahmad Rozi, Kuasa Hukum Ahmad Fathanan dalam kasus dugaan suap Impor daging sapi (Foto:vivanews.com)
Ahmad Rozi, Kuasa Hukum Ahmad Fathanan dalam kasus dugaan suap Impor daging sapi (Foto:vivanews.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Majelis hakim menjatuhkan vonis 14 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan kepada Ahmad Fathanah dalam kasus dugaan suap impor daging sapi.

Majelis menyatakan Fathanah terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Tipikor jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.

Fathanah juga dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang sebagaimana dakwaan kedua, Pasal 3 Undang-Undang nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, dan atas putusan itu, Fathanah menyatakan banding.

Kuasa Hukum Fathanah, Ahmad Rozi, berharap vonis kliennya ini tidak berdampak terhadap terdakwa lain pada kasus dugaan suap pengaturan kuota impor daging sapi, yakni mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq. Majelis hakim harus memutuskan perkara berdasarkan fakta-fakta yang ada di sidang masing-masing terdakwa.

“Jangan karena Fathanah salah, lantas Pak Luthfi juga salah. Kita berharap adil,” kata dia.

Sementara itu kuasa hukum Luthfi Hasan Ishaq, M. Assegaf mengaku terkejut dengan keputusan seberat itu. Padahal, Fathanah di kasus suap impor daging ini merupakan pihak swasta yang diposisikan sebagai penghubung dan mendapat keuntungan dari proses itu.

“Kita sangat terkejut dengan putusan seberat itu,” ujar Assegaf. (vivanews/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • jono antoni

    …….tidak akan tertukar yang benar dengan yang salah…….

  • BramSonata

    Apabila LHI(ex.Presiden PKS), senantiasa ingat dan TAAT apa yg diperintah Rasuallah SAW, kepada umatnya : berhati-hatilah(waspadalah)lah dengan kekuasaan dan harta, saya yakin LHI tidak mengalami dikerangkeng KPK.

  • Sejuki

    Ane senada dg Pak Assegaf. Maaf, bukannya ane membela Fathanah. Ane hanya merasa bingung dan aneh saja. Korupsi itu biasanya dikenakan pada aparatur atau penyelenggara negara (PNS, Hakim, anggota Dewan) dg cara menyalah-gunakan jabatan atau amanah rakyat utk kepentingan sendiri atau golongan yg berakibat timbulnya kerugian negara. Kalo Fathanah uang negara yg mana yg dia korupsi? Pejabat negara bukan, anggota parpol juga bukan. Pemegang otoritas keuangan negara juga bukan. Dia hanya menerima uang jasa sebagai penghubung, apakah itu korupsi namanya? Aneh…!!! Apa bedanya Fathanah dg seorang tukang bangunan yg menerima upah atas jasa yg dia keluarkan atau korbankan?

    Pengadilan yg aneh. Atau ada yg bisa memberikan alasan logis secara hukum disini agar ane gak merasa aneh dan bingung lagi dalam kasus Fathanah ini??

  • Muhamad Soleh

    Hadist Nabi Saw: Dari tiga (3) Hakim ada Dua (2) masuk Neraka cuma satu(1) msk Surga. Mungkinkah Hakim2 yg dzalim dari semacam kasus ini ? Wallahu a’lam bissawab?

Lihat Juga

Ali Yasar Yurdabak (haber1.com)

Seorang Hakim Senior di Turki Tewas Bunuh Diri