Home / Berita / Internasional / Afrika / Peluang Ekonomi Syariah di Afrika Harus Dieksplorasi

Peluang Ekonomi Syariah di Afrika Harus Dieksplorasi

Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Afrika. Sejumlah ide maupun gagasan tentang mengatasi tantangan dan menangkap potensi pertumbuhan ekonomi syariah di Afrika akan dibicarakan dalam 2nd Annual Islamic Banking Summit Africa (IBSA 2013) yang bertempat di Djibouti Palace Kempinski, Djibouti 6 & 7 November 2013. Lebih dari 25 pembicara ternama akan hadir dalam acara ini, salah satunya H.E Islamic Omar Guellah Presiden Republik Djibouti. Acara ini juga akan diramaikan oleh 250 praktisi, regulator kunci dan para pimpinan industri keuangan syariah.

Mengusung tema “Islamic Finance and Takaful: Capturing the Africa Opportunity”, IBSA tahun ini diselenggarakan di bawah bimbingan H.E Ismail Omar Guelleh, presiden sekaligus kepala pemerintahan Republik Djibouti dan didukung penuh oleh Bank Central Djibouti. Pertemuan ini akan menghasilkan sebuah platform utama yang akan fokus menggali tantangan maupun peluang yang dihadapi industri lanskap keuangan syariah di Afrika seperti perbankan syariah, asuransi, dan reasuansi syariah, serta iklim investasi. IBSA juga akan menghasilkan platform yang kuat bagi para pemain industri untuk meningkatkan eksistensinya di tengah perkembangan pasar Afrika yang dinamis serta menjajaki peluang-peluang dalam mengembangkan usahanya.

Menjelang acara, David McLean CEO IBSA mengatakan, “Afrika sekarang telah menempati posisi ketiga sebagai regional yang paling cepat pertumbuhannya setelah Timur Tengah dan Asia. Selain itu Afrika juga telah berkembang menjadi tujuan yang menarik bagi penempatan dana investasi syariah.”

McLean juga berpendapat bahwa selama satu dekade terakhir ini, perdagangan antar negara-negara Afrika dan negara di luar Afrika tumbuh secara signifikan. Kemitraan ekonomi dengan negara-negara Timur Tengah juga semakin menguat.

“Hubungan perdagangan yang semakin meningkat dengan negara-negara pusat keuangan syariah seperti Timur Tengah dan Asia, pertumbuhan populasi muslim, kebutuhan terhadap pembiaaan infrastruktur dan manufaktur, selain itu juga banyaknya masyarakat yang belum terjamah oleh perbankan serta kebutuhan pendanaan bagi sektor UMKM menjadi kesempatan bertumbuh yang baik bagi Afrika,” ujarnya.

Acara yang diselenggarakan selama dua hari ini akan resmi dibuka pada 6 November 2013 mendatang dengan keynote speech yang akan dipersembahkan oleh H.E Ahmed Osman, Gubernur Bank Central Djibouti. Peresmian acara ini juga akan menampilkan Dr. Mohamed Khair Ahmed Al-Zubair Gubernur Bank Central Sudan yang akan mengkaji tentang lanskap keuangan syariah di Afrika. Selain itu pada hari tersebut juga akan dibahas beberapa kebijakan kunci dan inisiasi regulasi untuk mendukung perkembangan ekonomi syariah yang lebih baik lagi di Afrika. (ekonomisyariah/ded/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Deddy S

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Good Corporate Governance (GCG) di Bank Syariah dan Bank Konvensional