Home / Berita / Internasional / Eropa / Sejumlah Tantangan SDM Syariah Akan Diajukan pada World Islamic Economic Forum

Sejumlah Tantangan SDM Syariah Akan Diajukan pada World Islamic Economic Forum

Ilustrasi (Inet)
Ilustrasi (Inet)

dakwatuna.com – London. Simply Sharia, sebuah lembaga pengembangan SDM syariah mengeluarkan sebuah laporan “Tantangan SDM Ekonomi Syariah Tahun 2013: Wawasan Praktisi Keuangan Syariah” pada acara World Islamic Economic Forum (WIEF). Demikian dilaporkan kantor berita CPI Financial (28/10).

Karena London merupakan negara di luar dunia Islam pertama yang menjadi tuan rumah WIEF, sejumlah ahli yang ternama di industri keuangan syariah akan berdiskusi untuk mencari, membina dan mengembangkan bakat untuk SDM ekonomi syariah.

Yasser Dahlawi, CEO Bahrain’s Shariyah Review Bureau dan contributor dalam laporan tersebut mengatakan, “Kita sedang menyaksikan periode pertumbuhan yang paling kuat dalam sejarah industri keuangan syariah. Bagaimanapun juga, ada kebutuhan untuk mendongkrak status pendidikan ekonomi syariah yang akhir-akhir ini banyak ditawarkan. Hal ini terutama pada lembaga penasehat keuangan syariah yang memiliki pengalaman pembelajaran lebih baik. Kami percaya bahwa dengan adanya SDM yang punyan keterampilan dalam bidang fiqih muamalat dan pengetahuan komprehensif tentang industri keuangan syariah kontemporer akan mendorong upaya pengembangan industri keuangan syariah.”

“Hasil penelitian ini merupakan sumber yang berguna untuk mengetahui keteramplian yang dibutuhkan untuk bisa sukses berkarir di industri keuangan syariah. Selain itu laporan ini juga berguna bagi mereka yang ingin memasuki dunia kerja ekonomi syariah baik dalam berkarir di industri maupun membuka bisnis syariah sendiri,” lanjutnya.

Faizal Karbani, CEO Simply Syariah Limited mengatakan, “Salah satu tantangan bagi industri keuangan syariah adalah menciptakan SDM ekonomi syariah. Kita semua sudah tahu bahwa London telah menawarkan sejumlah perguruan tinggi dengan jurusan keuangan syariah dan banyaknya alumni yang sedang mengantri untuk masuk ke indusri. Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana cara mereka memiliki pengalaman dan keterampilan sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja? Maka dari itu mereka perlu diberikan pelatihan untuk meningkatkan keahlian,” ungkapnya. (ekonomisyariah/ded/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Deddy S

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Good Corporate Governance (GCG) di Bank Syariah dan Bank Konvensional