Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Refleksi Tahun Baru Islam 1435 Hijriah

Refleksi Tahun Baru Islam 1435 Hijriah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com –  “Isyhadu bi ana muslim! Saksikan bahwa aku adalah seorang muslim!”

Kalimat barusan merupakan kalimat yang menggentarkan dan meneguhkan kepada setiap pendengarnya. Karenanya, di dalam kalimat itu tersurat makna yang sangat gamblang tentang jati diri seorang muslim.

Adalah Indonesia sebagai negara dengan jumlah umat muslim terbanyak di seluruh dunia. Selama masih dalam tahap berkembang, negara Indonesia mulai dicekoki pemahaman-pemahaman barat yang mulai melunturkan setetes demi setetes budaya Islam yang ada di Indonesia.

Tahun Baru Islam misalnya, kebanyakan masyarakat Indonesia (mungkin) lupa dengan momen bersejarah ini, (mungkin) lupa dengan tahun baru dari agamanya sendiri, dan (mungkin juga) hilang ingatan dan pura-pura tidak tahu dan mau tahu dengan tahun baru Islam.

Sangat disayangkan, ketika tahun baru masehi lebih di ingat dan di kenang ketimbang tahun baru Islam. Dan sangat disesalkan, apabila tahun baru masehi itu lebih di persiapkan dengan matang dengan penyambutannya yang kadang melampaui batas -menghambur hamburkan uang- sedangkan tahun baru Islam? Hanya di jadikan momentum semalam dan berkata “selamat tahun baru Islam, yuk kita istirahat, besok ada tugas yang lebih penting lagi dari pada sekadar merayakannya” atau “eh besok libur karena tahun baru Islam ya? Ya udah yang penting liburnya, yuk besok jalan…”

Sangat tidak menghormati, sangat tidak disambut dengan baik, minimal kita ingat dan berdoa pada momentum ini. Agar momentum ini tidak hanya menjadi moment yang ‘hanya lewat’ dalam setiap tahunnya.

Padahal di tahun baru Islam ini (kita menyebutnya tahun Hijriah) ada peristiwa hebat yang sangat menyejarah. Sebuah peristiwa perintah dari Allah melalui seruan Rasul-Nya kepada seluruh umat muslim untuk berhijrah (berpindah tempat) dikarenakan Mekkah sudah tidak aman. Dan makna yang terkandung di dalam kisah ini adalah keharusan kita untuk berpindah dari suatu tempat ke tempat lain bilamana tempat tersebut sudah tidak kondusif. Hijrah dari yang buruk-buruk ke yang baik-baik, hijrah dari tidak pernah shalat berjamaah kepada shalat berjamaah, hijrah dari tidur setelah subuh menjadi baca Al Quran setelah subuh dan hijrah yang lain-lainnya. Intinya Hijrah ke ARAH yang LEBIH BAIK. Ah, mungkin teman-teman lebih tahu seperti apa contoh lainnya…

Nah, begitu besarkan makna yang terkandung dalam kisah tersebut. Sayang jika hanya momentum kali ini hanya sebagai ‘jatah libur satu hari’.

Terakhir, izinkan saya menulis beberapa syair sebagai penutup:

Hijrah, adalah sebuah peristiwa kenangan yang menelisik di setiap jiwa kaum-kaum Muhajirin..
Hijrah, adalah seruan Rasul kepada umatnya pergi meninggalkan kekejian dari suatu tempat, ke tempat yang lain…
Hijrah… begitu banyak makna yang terkandung di dalamnya, ia nya tidak dapat dimaknai dengan hanya berpindah tempat, tetapi lebih berpindah dari suatu kebiasaan ‘buruk’ ke kebiasaan yang ‘baik’..

Jikalau teman-teman tahu makna dari tahun baru Islam yang sebenarnya, pastilah momentum ini tidak akan terlewat begitu saja…
Jikalau teman-teman mengetahui peristiwa menyejarah di balik tahun baru ini, pasti terjadilah transformasi kebaikan yang menghapus keburukan..
Jikalau teman-teman mengetahui esensi di tahun ini, pastilah Tahun Baru Islam lebih di ingat ketimbang tahun baru masehi… 
Dan jika saja teman-teman merenung, apa sajakah kebaikan kita di tahun ini? Seberapa banyak keburukan yang kita lakukan di tahun ini?  Lalu apakah tahun ini LEBIH BAIK dari tahun sebelumnya? Karena sesungguhnya orang yang beruntung adalah ia yang HARI INI LEBIH BAIK DARI HARI KEMARIN.

Maka, sudah sewajarnyalah kita berucap doa di akhir tahun ini, meminta ampunan untuk tahun ini dan harap untuk tahun yang akan datang. 


Allahumma inna nastaghfiruka fi dhunubina wa isrofan fi hadhihissanti wa taqobbal maa a’milna fi hadhihissanati 

Ya Allah sesungguhnya kami memohon ampun atas dosa-dosa kami dan sikap berlebih-lebihan dari kami pada tahun ini, dan terimalah semua amal-amal kami

Allahummaj’alawal hadha sanati solahan wa awsatoha falahan wa akhiroha najahan
Ya Allah jadikanlah awal tahun ini kebaikan, pertengahannya keberuntungan, dan akhirnya kesuksesan 

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (12 votes, average: 6,83 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Elmo Juanara
Mahasiswa semester awal, sedang mempelajari disiplin ilmu teknik industri disalah satu perguruan tinggi negeri di kota Malang. Aktif di LDK, UKM, dan di kampus.
  • Komalla Putria Hasyim

    selamat taun baru islam 1435 hijriah..

Lihat Juga

Implementasi Perkembangan Praktik Audit Syariah di Bank Islam Malaysia