Home / Berita / Internasional / Eropa / Tato Tidak Sesuai dengan Ajaran Islam

Tato Tidak Sesuai dengan Ajaran Islam

tatodakwatuna.com – Ankara.  Direktorat Jenderal Urusan Agama ( Diyanet ) Turki mengeluarkan fatwa yang menyatakan tato tidak sesuai dengan ajaran Islam.

“Dalam Islam, mengubah sesuatu dan bentuk yang diberikan sang Pencipta dilarang. Itu yang terjadi di masa sebelum Islam, “demikian pernyataan resmi Diyanet, seperti dilansir hurriyet daily news, Senin (4/11).

Diyanet mengungkap Nabi Muhammad Saw mengatakan orang-orang yang mengubah cara mereka diciptakan menjauhkan diri dari kemurahan dan anugerah Allah. “Ini yang memperkuat, mengapa tato dilarang,” kata Diyanet.

Soal anting dan rambut panjang, Diyanet berpendapat Islam tidak menyetujui penggunaan anting dan lainnya pada pria.

“Pria Muslim harus menjauhkan diri dari penggunaan perhiasan yang layak bagi perempuan. Ini karena Rasulullah mengatakan pria yang mencoba menyerupai wanita dan wanita mencoba menyerupai pria akan jauh dari kemurahan dan anugerah Allah,” kata dia.

Namun, kata Diyanet, rambut panjang pada pria asalkan bersih dan rapih tidak masalah. (rol/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 8,20 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Slamet

    assalamu’alaikum..
    saya bertanya, bagaimana jika sudah terlanjur dan tidak mampu menghapus kcuali dg cara-cara yg sgt merusak kulit dan daging?
    jazakumullah khair.. wassalamu’alaikum.

Lihat Juga

Membentuk Karakter Pemimpin yang Islami Sejak Dini