Home / Berita / Nasional / LSI Wacanakan Jokowi-Hatta Pasangan “Poros Tengah”

LSI Wacanakan Jokowi-Hatta Pasangan “Poros Tengah”

Ilustrasi (Inet)
Ilustrasi (Inet)

dakwatuna.com – Jakarta. Hasil riset terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mewacanakan duet Joko Widodo-Hatta Rajasa (Jokowi-Hatta) sebagai capres-cawapres ideal nasionalis-Islam dari “Poros Tengah II”.

Peneliti LSI Ardian Sopa kepada pers di Jakarta, Minggu, mengatakan, pasangan Joki-Hatta dari poros tengah masih bersifat wacana karena hanya akan terwujud jika Partai Demokrat tidak memperoleh mitra koalisi dan tiket capres, karena suaranya di bawah 15 persen.

Hasil Survei LSI pada Oktober 2013 dengan pertanyaan jika pemilu legislatif diadakan hari ini, maka perolehan suara Partai Golkar (20,4 persen), PDIP (18,7 persen), dan Partai Demokrat (9,8 persen).

Kemudian Gerindra (6,6%), PAN (5,2%), PPP (4,6%), PKB (4,6%), PKS (4,4%), Hanura (3,4%), Nasdem (2,0%), PBB (0,6%), PKPI (0,3%) dan tidak menjawab (19,4%).

“Jika hasil pemilu seperti survei dan persyaratan capres adalah diajukan parpol dengan suara nasional 25 persen dan perolehan kursi DPR 20 persen, maka hanya Golkar dan PDIP yang bisa mengajukan capres pada Pilpres 2014,” katanya.

Ardian menjelaskan, dengan hasil survei itu, masih terbuka lahirnya poros tengah II yang mendapat sisa satu tiket capres dan cawapres 2014.

“Jika tidak ada blunder politik, Golkar dan PDIP nyaris aman mendapat tiket capres 2014 karena elektabilitas telah mendekati 20 persen sesuai survei LSI,” katanya.

LSI mengategorikan partai papan atas yaitu Golkar dan PDIP karena elektabilitasnya mendekati 20 persen), sedangkan partai yang elektabiliats di bawah 10 persen masuk partai papan tengah terdiri 5 parpol berlatarbelakang nasionalis (Demokrat, Gerindra, Hanura, Nasdem, PKPI).

Kemudian lima parpol Islam papan tengah yaitu partai berbasiskan suara umat Islam (PAN, PKB, PPP, PKS, PBB).

LSI memprediksi bahwa capres yang diusung poros tengah adalah tokoh nasionalis, dan cawapresnya berasal dari tokoh Islam. Sesuai survei LSI ahwa tokoh nasionalis parpol papan tengah dipilih responden yaitu Joko Widodo (38,3%), Prabowo Subianto (11,1%), Wiranto (10%).

Sedangkan posisi cawapres dari parpol Islam, yaitu Hatta Rajasa (31,3%), Yusril Ihza Mahendra (15,2%), Muhaimin Iskandar (11,8%), Suryadhama Ali (10,7%) dan Anis Matta (7,5%).

Survei LSI itu diadakan pada 12 September-5 Oktober 2013, di 33 Provinsi dengan menggunakan 1.200 responden. Dengan metode multistage random sampling, estimasi kesalahan penyamplingan sekitar 2,9 %. Survei itu juga menggunakan instrumen kuesioner dengan wawancara tatap muka (face to face interview). (antaranews/ded/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Deddy S

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • nashih amin

    Lembaga survei LSI (Deni), seperti dikatakan salah seorang pengamat adalah lembaga pesanan “GOLKAR”, jd wajar jika GOLKAR dinomorsatukan…. n partai Islam dinomorterakhirkan….Begitulah mental lembaga survei sekarang; pekerja u si pemesan! pasti….

  • nashih amin

    HATTA RAJASA bknx for president?? kalaupun for president, gaya beliau tdk cocok u waklil poros tengah…Beliau terlalu serba ingin “formal” n “protokoler” orangx! ga cocok u kepemimpinan akan datang, apalagi jd wakil jokowi (walalupun sy tdk dukung jokowi, klo ada alternatif yg lbih islami…)

  • Sultan Raja Bungsu

    JK, Yusril IM, Mahfud MD, Hatta R, dari partai Islam tentu akan bisa mengatasi capres lainya, hemmmm, andaikan gerindra berkoalisi dan prabowo mau jadi cawapres, pasangan ini akan memungkinkan NKRI akan maju dan sejahtera, Insya Allah.

    JK – Prabowo, Yusril – Prabowo, Hatta R – Prabowo atau pasangan Mahfud MD – Prabowo

Lihat Juga

Pasangan Floyd dan Violet Hartwig.  (abcnews.go.com)

Pasangan yang Telah Menikah Selama 67 tahun ini, Meninggal Bersama Sambil Berpegangan Tangan