Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Ketika Ia (Jodoh) Belum Jua Datang

Ketika Ia (Jodoh) Belum Jua Datang

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (arinarizkia.wordpress.com)
Ilustrasi. (arinarizkia.wordpress.com)

dakwatuna.com “….Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216).

Jika ikhtiar sudah kau lakukan, dan doa sudah seringkali kau panjatkan namun kau belum jua bertemu dengannya, dengan calon pasangan hidupmu, maka bersabarlah. Mungkin memang belum waktunya. Allah Maha Mengetahui yang terbaik bagi hamba-Nya. Karena itu, iringilah setiap ikhtiar yang kita lakukan dengan selalu berbaik sangka pada-Nya.

Mungkin kau sedih. Mungkin kau merasa bosan menunggu. Tak apa… Sedih itu wajar, namun jangan sampai kesedihan itu membuatmu menjadi tak bersyukur pada-Nya. Terkadang menunggu itu melelahkan, tapi semoga lelah itu tak lantas membuatmu untuk lelah juga dalam memperbaiki diri.

Mungkin kau juga perlu untuk mengoreksi niatmu. Niatmu ingin menikah untuk apa? Semoga niat itu karena Allah, karena mengikuti sunah Nabi, untuk dapat semakin dekat dengan-Nya, dan untuk menghasilkan keturunan yang shalih shalihah. Jika niatmu karena Allah, bukan karena usia atau tekanan lingkungan, maka seperti apapun kehendak Allah, tentu kau tak akan gelisah. Tetap sabar, ikhlas, dan terus berikhtiar.

Kesendirian itu hendaklah kau manfaatkan untuk memperbanyak ibadah pada-Nya karena ketika kau sudah tak sendiri lagi, ketika kau sudah berumahtangga dan memiliki anak, waktu untuk beribadah bisa jadi tidak seleluasa ketika masih sendiri. Isilah kesendirian itu dengan memperbanyak amal dan menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas yang positif.

Terakhir, tentang ia yang kau inginkan… Kau mungkin sudah bertemu, berkenalan, berproses dengan beberapa orang, namun tak sampai hingga pelaminan. Penolakan itu mungkin datang darimu atau darinya. Jika penolakan itu datang darinya, maka tak usah kau ambil pusing. Bersyukurlah, karena mungkin Allah sudah mempersiapkan yang lebih baik untukmu. Namun jika penolakan itu datang darimu, semoga saja bukan karena kulitnya yang hitam, orangnya yang kurang gaul, atau alasan lain yang kau buat-buat. Rasanya tak kan ada ujungnya jika kau mencari yang sempurna. Jika ia belum begitu baik, setidaknya ia berpotensi, mau, dan bisa diarahkan untuk menjadi lebih baik.

Cinta itu bukanlah mencari seseorang yang sempurna, tapi cinta itu adalah ketika kita bisa menerima ia apa adanya, ketika masing-masing bisa saling memberi dan menerima, hingga akhirnya kita bisa mencintai dengan sempurna. Wallahu A’lam.

Untuk yang masih menunggu, Selamat berikhtiar. Sambut cintamu dengan cinta-Nya. Semoga yang terbaik selalu untukmu…

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (18 votes, average: 9,11 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

  • ika

    bener mbk, aku udah 33 tahu blm nikah, sy ga pernah pacaran sekalipun, jk suka selalu bertepuk sebelah tangan, dijodohkan ampe 3 kali jg pernah, tp mrka urung, ada yg malh suka am adik, ad yg agk ga beres, agak aneh gtu, dan yg terakhir minta nikahnya terlalu cepat, pdahl kt blm knal karakter dia sm skali, dan mintanya lgsung di bawa jauh, jelas aj smua keluarga saya jd was2.

Lihat Juga

Ini Tak Terlambat