Home / Berita / Internasional / Eropa / Cerita dibalik Selebrasi ‘Ied Mubarak’ dan Ukhuwah Samir Nasri

Cerita dibalik Selebrasi ‘Ied Mubarak’ dan Ukhuwah Samir Nasri

Samir Nasri dan Yaya Toure dalam Selebrasi 'Ied Mubarak' (foto:somalilandpost.net)
Samir Nasri dan Yaya Toure dalam Selebrasi ‘Ied Mubarak’ (foto:somalilandpost.net)

dakwatuna.comMusim lalu Samir Nasri sempat menarik perhatian publik ketika merayakan golnya dengan kaus bertuliskan ‘Happy Ied Mubarak’.

Selebrasi tersebut memang terasa sangat spesial karena saat itu memang sedang dalam momen perayaan Idul Fitri. Dalam sebuah wawancara, Nasri mengungkapkan rahasia dibalik selebrasi tersebut.

“Saat itu Ramadhan baru saja selesai. Sebagai Muslim, seperti juga umat Islam lain di seluruh dunia, kami sedang merayakan Idul Fitri. Hari itu keluargaku sedang menonton di stadion dan saya mencetak gol. Waktunya tepat sekali. Saya memang mengenakan kaos itu di bawah kaos seragam City. Rasanya pas sekali”.

Sebagai seorang muslim, Nasri pun kerap menjalin ukhuwah dengan sesama muslim khususnya dengan rekan seprofesi.

Salah satu pemain yang sangat dekat dengan Nasri adalah Yaya Toure. Kedekatan mereka bukan hanya karena sama-sama membela Manchaster City, tetapi keluarga besar mereka juga sangat dekat satu sama lain.

“Pertemanan kami sudah sejak kami bermain di Ligue 1 Prancis. Yaya di Monako dan saya di Marseille. Kemudian saya bermain dengan Kolo Toure di Arsenal dan semakin mengenal keluarga besar Toure. Kami sering bertemu kalau Yaya datang berkunjung. Ketika saya datang ke City, Yaya adalah orang pertama yang menyambut saya dan membuat saya nyaman beradaptasi. Apalagi kami sama-sama berbahasa Prancis. Pertemanan itu menjadi semakin kuat”.

Di luar lapangan pun hubungan mereka sangat dekat dan kerap saling mengunjungi di waktu-waktu senggang.

“Kami saling berkunjung ke rumah masing-masing dan berbicara tentang segala hal. Sehingga orang pernah bercanda mengatakan, yang menjadi saudara Yaya itu kamu atau Kolo? Saya belum punya anak tetapi Yaya punya tiga. Sydney dan Ryan dan yang perempuan Yasmin. Saya sangat dekat dengan mereka. Saya seperti anak kecil, jadi kami sering bermain bersama dan bercanda. Keluarga Yaya menjadi keluarga saya juga”.

Seorang muslim seyogyanya dapat mengamalkan dan mendakwahkan nilai-nilai Islam di manapun mereka berada. (detik/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 9,30 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • gak hoax lagi kan nih… jgn2 kya berita neymar, mr bean, ronaldo, paus yg ternyata ….

    • miner

      panas ya telinga qm mendengar berita ini, benar2 hati qm penuh dgn kotoran anjing,

      • Guest

        koment gak mutu!!.. ketahuan stu yg panas

  • subhanaAllah,tanda cinta terhadap Islam

Lihat Juga

Main Bagus di Klub, Pesepakbola Muslim ini Tidak Masuk Tim Piala Dunia 2014