Home / Narasi Islam / Sosial / Urgensi Pembentukan Karakter Bangsa

Urgensi Pembentukan Karakter Bangsa

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Kekerasan dan anarkisme telah menjadi suatu kegelisahan bersama yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Mulai dari tawuran pelajar, aksi demonstrasi dengan bumbu anarkisme di dalamnya, atau beragam aksi premanisme yang belakangan terjadi menjadi bukti nyata dari fenomena ini. Tak jarang aksi kekerasan ini menimbulkan korban baik materil maupun korban jiwa. Permasalahan kekerasan dan anarkisme di Indonesia yang notabenenya sebagai Negara Multikultural dengan berbagai budaya, suku, ras ataupun agama sangat terkait dengan sikap intoleransi antar kelompok.

Memahami hal tersebut, maka pembentukan karakter sangatlah dibutuhkan. Karakter berkaitan dengan nilai-nilai spiritual, hubungan antar individu, kelompok maupun Negara. Ia diidentikkan dengan suatu nilai positif yang mempengaruhi sikap dan perilaku, menjadi landasan berpikir bahkan idealisme seseorang. Pembentukan karakter menjadi kebutuhan mendesak mengingat perkembangan zaman yang begitu cepat. Hal ini memungkinkan masyarakat menjadi tidak siap secara mental, sehingga dapat dengan mudah terprovokasi dan akhirnya melakukan tindakan-tindakan negatif seperti kekerasan.

Utamanya pembentukan karakter dilakukan oleh keluarga sebagai sarana sosialisasi primer seseorang. Keluarga memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai dasar dalam berperilaku, hubungan dengan orang lain serta konsepsi spiritual seorang anak. Lingkungan pun memiliki peranan yang sama pentingnya, media massa khususnya memiliki tanggung jawab sosial untuk membentuk karakter seseorang melalui tayangan-tayangan positif dan mendidik bukan dengan tayangan hiburan yang nantinya membentuk perspektif negatif. Pun dengan Pendidikan, ia memiliki tanggung jawab yang besar untuk mendidik dan menanamkan nilai-nilai berbangsa dan bernegara serta meningkatkan kapasitas seseorang agar memiliki sikap yang luhur.

Karakter yang kuat berkorelasi positif dengan kesejahteraan masyarakat, mendukung sikap toleransi yang dibutuhkan dalam menghadapi keberagaman yang ada di Indonesia serta meminimalisir tindak kriminalitas maupun pelanggaran lainnya. Maka pembentukan karakter harus menjadi fokus utama seluruh elemen masyarakat. Pembentukan karakter bukanlah mengenai mengajari melainkan membina, bukanlah mengenai menuntut melainkan menuntun sehingga tercapai situasi yang harmonis, penuh dengan toleransi, dan berdasarkan nilai-nilai luhur yang telah berakar kuat dalam diri seseorang.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Abdul Jabbar
Mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga, Ketua Forum Studi Islam, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia

Lihat Juga

Ilustrasi. (dakwatuna/hdn)

Menengok Sejarah Pancasila: Ideologi Kebangsaan Berlandaskan Islam

Organization