Home / Berita / Internasional / Asia / Kunjungan Aher ke Turki Hasilkan Kerjasama Kongkret

Kunjungan Aher ke Turki Hasilkan Kerjasama Kongkret

Gubernur Heryawan Setiba Di Bandara Soekarno Hatta, Turut Menjemput Ibu Netty Prasetyani Heryawan Rabu 30/10/13 (foto: ahermediacenter.com)
Gubernur Heryawan Setiba Di Bandara Soekarno Hatta, Turut Menjemput Ibu Netty Prasetyani Heryawan Rabu 30/10/13 (foto: ahermediacenter.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Kerjasama ekonomi antara Jawa Barat (Jabar) dengan Turki, khususnya Provinsi Istanbul, semakin meningkat. Perkembangan ini diraih setelah kunjungan kerja Gubernur Jabar Ahmad Heryawan disambut positif pemerintah Istanbul dan kalangan pengusaha Turki.

Gubernur Heryawan menyatakan hal itu setiba di Bandar Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Rabu malam, 30 Oktober 2013. Istri Gubernur, Netty Prasetyani Heryawan, dan Kepala Kantor Perwakilan Pemprov Jabar di Jakarta menyambut Heryawan dan rombongan.

Delegasi kerjasama ekonomi Jabar terdiri atas Asda 3 Ahmad Hadadi, Kepala Dinas Perdagangan Ferry Sofyan Arif, Kepala BKPMD Dadang Mohamad, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Nunung Sobari, serta Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Nur Supriyanto.

Heryawan menjelaskan, Gubernur Istanbul Huseying Avni Mutlu dan beberapa walikota yang ditemuinya, serta kalangan dunia bisnis Turki menyambut inisiatif yang dilakukan Jabar. “Saya dan Gubernur Mutlu langsung sepakat Jabar dan Istanbul menjalin kerjasama dalam lingkup sister province. Ini langkah awal,” tutur kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Sementara pertemuan dengan sejumlah pengusaha berbagai sektor dan pembicaraan dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Istanbul, jelas Gubernur Heryawan, menumbuhkan minat serius dunia usaha Turki untuk semakin meningkatkan investasi di Jabar. Begitu pula kerjasama di bidang perdagangan.

Heryawan merinci, hasil kongkret kunjungan kerja yang dilakukan secara maraton selama lima hari mulai 24 Oktober lalu meliputi bidang pariwisata, pendidikan, perdagangan, industri pengolahan hasil pertanian, serta pertambangan dan energi.

Gubernur menambahkan, kerjasama yang segera direalisasikan peningkatannya yakni bidang pariwisata. Pada November mendatang, pembicaraan lanjut antara pemerintah Istanbul dan pengusaha pariwisata Turki secara umum dengan pihak terkait di Jabar, akan digelar secara intensif.

Turki, kata Gubernur lagi, salah satu di antara lima negara di dunia yang terbanyak menyedot kunjungan wisatawan asing.

“Desember, insya Allah, akan ada kerjasama yang lebih riil dengan pelaku industri pariwisata Turki. Mereka akan berkunjung ke Jabar untuk menjajaki Jabar sebagai satu destinasi pariwisata,” papar Heryawan.

Pada sektor industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), masih menurut Aher (Ahmad Heryawan), Jabar memperoleh banyak pelajaran berharga –selain ketertarikan pengusaha TPT Turki terhadap besarnya pasar provinsi berpenduduk 45 juta jiwa ini.

Industri TPT Jabar, kata Aher, juga telah mendunia seperti halnya Turki. Produk Jabar juga telah menembus pasar Amerika dan Eropa. Namun, jelasnya lagi, produk Jabar memakai merek asing, sementara industri TPT Turki diekspor memakai brand nasional.

“Ke depan kita akan merintis brand nasional sendiri. Itu akan kita ekspor ke Turki, sementara Turki melakukan hal yang sama ke Jabar,” ulas Heryawan.

Kamis pagi, 31 Oktober 2013, Gubernur Heryawan langsung menjalankan tugas rutinnya. Di kantornya di Gedung Sate, Kota Bandung, ia dijadwalkan menghadiri Musyawarah Daerah DHD BPPK ’45. Gubernur juga direncanakan mengikuti Rapat Paripurna DPRD yang diisi penyampaian 12 Raperda di ruang rapat DPRD Jabar. (ahermediacenter/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 9,80 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

4.200 Pengajar Dikerahkan Untuk Mengajar Bahasa Turki Kepada Pengungsi Suriah