Home / Berita / Nasional / Anis Matta: Pemuda Harus Siap Menyongsong Kebangkitan Emas Indonesia.

Anis Matta: Pemuda Harus Siap Menyongsong Kebangkitan Emas Indonesia.

Presiden PKS Anis menyampaikan gagasannya dalam Dialog Kebangsaan di kampus Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (29/4). (Foto: dakwatuna.com)
Presiden PKS Anis menyampaikan gagasannya dalam Dialog Kebangsaan di kampus Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (29/4). (Foto: dakwatuna.com)

dakwatuna – Samarinda. Presiden PKS, Anis Matta, menghadiri acara Dialog Kebangsaan di GOR 27 September Universitas Mulawarman, Samarinda, Selasa (29/10) siang. Dalam acara tersebut, Anis Matta diberikan kesempatan menyampaikan orasi kebangsaannya. Anis Matta mengajak masyarakat Samarinda pada khususnya dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan untuk kembali memetik hikmah dari momentum Sumpah Pemuda yang diperingati sehari sebelumnya.

“Saya mengajak kita semua untuk menjadikan peringatan hari Sumpah Pemuda sebagai momentum peradaban, bukan sebagai momentum politik. Mengapa? Karena Sumpah Pemuda 85 tahun silam adalah momen lahirnya sebuah bangsa Indonesia, sedangkan proklamasi kemerdekaan 17 Agustus adalah hari lahirnya sebuah negara Indonesia,” ungkap Anis Matta.

Pada kesempatan itu, Anis Matta juga menyampaikan optimismenya bahwa Indonesia sedang berjalan menuju sebuah kebangkitan peradaban.

“Saya melihat pada era reformasi ini adanya sebuah fenomena yang bisa mengantarkan Indonesia melewati sebuah celah sejarah menuju ruang kebangkitan emas,” papar Anis Matta.

Anis Matta menjelaskan bahwa fenomena yang dimaksud adalah faktor demografi usia penduduk Indonesia yang mayoritas diisi oleh usia produktif. Tingginya angka usia produktif sebuah bangsa merupakan salah satu faktor utama pendongkrak kejayaan bangsa. Pada posisi inilah menurut Anis Matta pemuda harus menyiapkan diri menyongsong kebangkitan emas Indonesia dengan ikut serta merangkai mimpi-mimpi emas Indonesia.

“Pemuda Indonesia harus membangun kapasitas yang berorientasi kemanusiaan. Indonesia tidak butuh satu figur sentral untuk kemajuannya, Indonesia butuh partisipasi kita semua,” tegas Anis Matta.

Untuk itu menurut Anis Matta, kita ke depan membutuhkan pemimpin yang bisa menyadari kekuatan besar Indonesia yang melekat pada pemuda, mengetahui cara memberdayakannya, dan mampu mengoptimalkan kemampuan anak bangsa ini untuk mandiri mengelola sumber daya alam negerinya sendiri.

Dialog Kebangsaan yang bertopik “Mencari Pemimpin Indonesia, Dari Kampus Untuk Indonesia” tersebut juga dihadiri oleh Isran Noor, Bupati Kutai Timur sekaligus Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten/Kota Se-Indonesia (APKASI), dan Wiranto, Ketua Umum Partai Hanura. Keduanya juga didaulat sebagai narasumber. Isran Noor menyampaikan gagasan pentingnya merebut kemandirian energi dan ekonomi Indonesia yang selama ini banyak dikuasai oleh pihak asing. Sedangkan Wiranto, meski tidak bisa mengikuti acara dialog hingga akhir, menawarkan sebuah gagasan perubahan bagi masa depan Indonesia. “Perubahan yang kita maksud sebenarnya sudah tertuang dalam pembukaan UUD, sebagai amanat berdirinya bangsa dan negara Indonesia. Hanya dibutuhkan pemimpin yang berani merubah keadaan saat ini menuju keadaan Indonesia yang lebih baik,” paparnya.  (ded/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Deddy S

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Rohingya

DPR Desak Pemerintah Indonesia Bersikap Tegas atas Insiden Kekerasan di Rohingya