Home / Berita / Internasional / Eropa / Ribery: Sejak Memeluk Islam, Saya Menjadi Lebih Kuat

Ribery: Sejak Memeluk Islam, Saya Menjadi Lebih Kuat

riberydakwatuna.com – Munich.  Bersaing untuk menjadi pemain terbaik dunia 2013, pemain Bayern Munich asal Perancis yang beragama Islam, Bilal Franck Ribery menyatakan bahwa Islam telah memperkuat dirinya, membuatnya menjadi pemain dan kepala keluarga yang lebih bertanggung jawab.

“Agama merupakan persoalan pribadi, saya percaya, sejak saya memeluk Islam, saya menjadi lebih kuat, baik secara mental maupun fisik,” katanya kepada World Bulletin, Sabtu.

“Agama tidak merubah kepribadian atau persepsi saya pada dunia,” katanya menekankan.

Gelandang Bayern Munich ini memeluk Islam sejak 2006 setelah menikahi Muslimah keturunan Maroko.

Walaupun dia jarang membicarakan keyakinannya, Ribery baru-baru ini mengatakan pada majalah Le Paris Match bahwa dia merasa “aman” dengan Islam.

Pemain berusia 30 tahun ini memperoleh posisi sebagai pemain terbaik Eropa musim 2012/13 akhir Agustus lalu, mengalahkan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Dia merupakan penantang terberat pemain Barcelona Lionel Messi dan pemain Real Madrid Cristiano Ronaldo, untuk memenangkan Ballon d’Or pada 13 January 2014.

Dalam karirnya did sepak bola ia telah menerima banyak penghargaan dan kejuaraan, tetapi mimpi terbesarnya yang belum tercapai adalah ikut memenangkan kejuaraan Piala Dunia.

“Saya sekarang lebih berpengalaman, saya memenangkan Liga Champion, dan yang belum adalah Piala Dunia, ini mimpi saya,” katanya.

Menawarkan panutan pada generasi muda, Ribery membuka sebuah bar yang bebas alkohol yang menyediakan berbagai jenis jus buah pada akhir tahun lalu.

Bar tersebut dinamai “O’Shahiz”, yang diambil dari nama kedua anaknya Shahinez dan Hizya.

Kebahagiaan

Setelah menemukan Islam selama beberapa tahun ini, dia mengaku mendapat kebahagiaan lain.

“Saya sadar bahwa hidup terdiri dari banyak hal kecil. Karena itulah, saya selalu berhenti ketika ada orang menegur saya di jalanan.”

“Saya berbicara dengan banyak orang. Misi saya adalah membuat orang bahagia.”

Ribery menunjukkan rasa terima kasihnya pada Ayahnya dan pada Wahiba Belhami, istrinya yang keturunan Algeria, yang menjadi alasan kenapa ia memeluk Islam. Dia mengatakan, keluarganya mengajarkannya untuk menghargai orang lain.

“Ayah saya bekerja banyak untuk saya. Dia mengajarkan karakter pemenang, bagaimana mengatasi kesulitan dalam hidup saya belajar banyak darinya. Dia mengajarkan saya untuk tetap “menginjakkan kaki di bumi” dalam setiap kesempatan hidup.

“Karena itulah, saya mencoba menikmati setiap momen, dalam latihan, dalam permainan, saya ingin membuat orang senang, di lapangan dan di luar lapangan.”

“Saya bekerja di konstruksi dengan ayah saya untuk membiayai hidup. Saya bisa main bola ketika masih kecil, dan bahkan sejak waktu itu, saya merasa sepak bola lebih penting daripada sekolah dan saya sadar, saya dapat memperoleh manfaat dari situ.

“Meskipun demikian, saya tidak pernah berpikir akan mencapai karir besar seperti sekarang. Saya pikir, saya dapat bermain di liga pratama atau liga kedua, tetapi saya tidak pernah berpikir mencapai tingkatan tertinggi. Saya memperoleh banyak dukungan dari ayah dan istri yang membantu saya mencapai ini. Sepak bola telah memberikan saya segalanya. (nu/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (42 votes, average: 9,29 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Mrjain

    Semoga terwujud.

Lihat Juga

Membentuk Karakter Pemimpin yang Islami Sejak Dini