Home / Berita / Nasional / HMI: Sumpah Pemuda, Momentum Kesadaran Masa Depan

HMI: Sumpah Pemuda, Momentum Kesadaran Masa Depan

Logo Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). (inet)
Logo Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). (inet)

dakwatuna.com – Makassar. Peringatan Hari Sumpah Pemuda bagi Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Muhammad Rosyid Hasan sebagai momentum untuk membangun kesadaran masa depan di tengah karut marut bangsa ini.

“Dari masa ke masa, permasalahan yang dihadapi bangsa ini sudah cukup berat. Tetapi, permasalahan yang dihadapi di zaman reformasi ini jauh lebih memprihatinkan dibandingkan masa-masa sebelumnya,” tegasnya di Makassar, Senin.

Rosyid menyatakan, permasalahan yang dihadapi bangsa cukup kompleks karena permasalahan itu sudah menyentuh semua aspek yakni politik, ekonomi, sosial, hingga pendidikan dan kebudayaan.

Bukan cuma itu, permasalahan yang kompleks itu juga sudah terjadi di hampir seluruh daerah di Indonesia, mulai Sabang sampai Merauke. Bahkan lembaga negara juga ikut menggerogoti bangsa ini.

Pilar bangsa yang dimaksudnya telah ikut berperan dalam kerusakan dan permasalahan bangsa ini yakni lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Terbukti dengan banyaknya pemberitaan lewat media, baik cetak maupun elektronik silih berganti memberitakan korupsi ketiga lembaga itu.

“Apa jadinya jika tiga lembaga negara yakni eksekutif, legislatif dan yudikatif turut serta dalam membuat karut marut bangsa ini? Padahal kita sebagai warga negara bangsa ini seharusnya menggantungkan harapan pada mereka,” katanya.

Ia mengatakan, jika selama ini bangsa menganut tiga cabang kekuasaan yakni Trias Politica kini sudah bergeser dan telah menganut paham lain yakni Trias Corruptica.

Ketiga lembaga kekuasaan itu masing-masing legisla-thieves, execu-thieves, dan judica-thieves. Arti kata thieves sendiri disebutnya sebagai pencuri atau dengan kata lain korupsi.

“Jika Sumpah Pemuda yang dibangun dengan slogan ‘satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa’ untuk melawan penindasan, kezaliman, dan eksploitasi penjajah di masa lalu. Semangat itu perlu ditafsirkan ulang melihat ke Indonesiaan kita kini. Utamanya dalam rangka menciptakan Indonesia yang adil dan makmur,” ujarnya. (republika/ded/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Deddy S

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

ilustrasi (aktual.com)

KAMMI: Presiden Harus Menjadi Leader Berdaulat, Bukan Dealer Asing dan Aseng