Home / Berita / Daerah / Minat Investasi Emas Menurun

Minat Investasi Emas Menurun

Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Solo. Seiring dengan turunnya harga, peminat investasi logam mulia juga makin surut. Pemimpin Pegadaian Syariah Solo Baru, Nashoka mengungkapkan, saat ini harga emas sedang tak menarik bagi pasar.

Harga emas tidak mengalami banyak peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Padahal, nasabah Pegadaian membeli emas dengan tujuan utama investasi. “Kalau tujuannya investasi, tentu inginnya harga naik, jadi bisa dapat untung. Sekarang ini harga turun, akhirnya pelanggan takut kalau investasinya tidak untung. Akhirnya mereka mundur, tidak jadi beli emas,” ungkap dia, Minggu (27/10).

Padahal Nashoka menilai, justru nasabah harusnya bisa memanfaatkan peluang dengan harga emas yang sedang turun ini. Investasi emas, lanjut dia tidak bisa dituai hasilnya dalam waktu dekat. Minimal investasi dengan instrumen ini dilakukan untuk jangka menengah.

“Jadi sekarang ini hukum ekonomi malah sepertinya tidak berlaku,” paparnya.

Saat ini, penjualan emas rata-rata di kantor ini hanya 100 gram per bulan. Jumlah tersebut memang jauh dibanding penjualan tahun kemarin. Untuk meningkatkan penjualan, Pegadaian kini menyediakan logam mulia berlogo “Pegadaian”.

“Kami baru dapat barangnya dan akan segera melakukan sosialisasi dan promosi ke nasabah. Semoga dengan adanya produk ini penjualan logam mulia bisa kembali naik.”

Di Pegadaian Cokronegaran, target penjualan pada September sebenarnya telah terlampaui. Namun secara umum Pemimpin Pegadaian Cabang Cokronegaran, Nur Wahid mengatakan peminat investasi emas tahun ini tak sebaik tahun kemarin.

Karena itu, pihaknya punya strategi dengan menjaring nasabah ritel sebanyak mungkin. Ini dilakukan dengan menjual logam mulia ukuran 1 gram. Promosi juga terus dilakukan, salah satunya dengan menggelar sosialisasi setiap Sabtu malam di Pasar Malam Ngarsapura. “Harga emas saat ini memang sedang turun. Masyarakat juga cenderung tidak beli.”

Kini pihaknya juga sedang berupaya menjual emas berlogo “Pegadaian”. Sayang, peminatnya masih minim. Selain lantaran kondisi pasar yang sedang sepi, saat ini penjualan logam mulia tersebut juga masih berstatus uji coba. (suaramerdeka/ded/dakwatuna)

 

 

About these ads

Redaktur: Deddy S

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Perda Miras

Soal Perda, Presiden Diminta Dengar Pendapat Masyarakat Daerah