Home / Berita / Nasional / HNW: Angela Merkel Saja Disadap AS, Apalagi SBY

HNW: Angela Merkel Saja Disadap AS, Apalagi SBY

Anggota Komisi I DPR Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid
Anggota Komisi I DPR Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid

dakwatuna.com – Jakarta.  Anggota Komisi I DPR, Hidayat Nur Wahid memandang, aksi penyadapan intelijen Amerika Serikat terhadap negara sekutu seakan membuktikan bahwa negara adidaya itu masih menonjolkan hegemoni dan arogansinya.

“Secara prinsip, kami sangat menyesalkan perilaku pihak intelijen Amerika yang menyadap telepon dari warga asing bahkan pemimpin negara-negara asing, itu jelas melanggar prinsip menghargai persahabatan dan kedaulatan negara lain,” ujar Hidayat saat dihubungi, Minggu (27/10) petang.

DPR, lanjut Hidayat, sangat mendukung negara-negara yang dimata-matai itu untuk melayangkan protes sangat keras terhadap AS agar aksi penyadapan dihentikan. Pun demikian, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri juga perlu meminta penegasan resmi soal itu dari pihak AS meski sebelumnya sudah ada pernyataan bahwa tidak ada penyadapan terhadap telepon seluler milik Presiden SBY.

“Mereka (AS) bilang tidak menyadap hand phone Pak SBY sesuatu yang menurut saya perlu untuk tidak dipercaya begitu saja. Sesuatu yang kalau pun diberi jawaban harus diwaspadai karena untuk kepala negara sekelas Angela Merkel disadap, apalagi kepada yang lain,” tengarai mantan calon gubernur DKI Jakarta ini yang diusung Partai Keadilan Sejahtera.

Dilihat dari sisi kepentingan, menurut Hidayat, wajar jika AS juga menyadap pejabat Indonesia. Terlebih momen APEC di Bali beberapa waktu lalu, di mana Presiden Barack Obama batal hadir. Sehingga penting Kemenlu sesegera mungkin merespon lebih dahulu secara ketat karena ini menyangkut hubungan antar negara. Jika respon dari AS tidak meyakinkan atau ada bukti-bukti lain yang menandakan ada penyadapan bukan hanya terhadap Indonesia tapi juga negara ASEAN lainnya maka sudah sewajarnya DPR turut merespon dengan cara-cara yang menunjukkan kedaulatan negara.

Hidayat pun menegaskan, aksi penyadapan AS ini bisa merumitkan hubungan antar negara dan sebaiknya dihentikan. AS perlu memperbaiki hubungannya dengan negara lain termasuk Indonesia.

“Kita saling percaya terus katanya kita bersahabat kok masih disadap itu menandakan tidak saling percaya, saling curiga,” imbuhnya. (rmol/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • ThaifahManshurah

    sby mana berani protes
    dulu ketika inggris membuka kantor perwakilan OPM di oxford
    sby diem aja gak berani protes
    lha sekarang disadap, pasti sby diem aja
    maklum
    sby kan cuma boneka

Lihat Juga

Obama Peringatkan Cina untuk Tidak Memamerkan ‘Ototnya’